Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 102


__ADS_3

“Anak si4l4n beraninya kau merebut semua perhatian dan pujian yang harusnya menjadi milikkku,” Putri Wei Rong hanya bisa menatap Li SHang Yue dari kejauhan penuh akan dengan dendamnya.


“Anak sialan itu kenapa selalu merebut apa yang harusnya menjadi milik putriku. Aku harus berbuat sesuatu hingga dirinya malu nanti. Aku menjadi heran bagaimana dia bisa mengobati luka di wajahnya sedangkan aku sudah meracuninya sejak dia kecil?” kata Selir Hua Rong dengan penuh dendam menatap Li Shang Yue.


Li Shang Yue yang merasakan adanya tatapan membunuh langsung mencari asal hawa membunuh itu. Namun saat melihat siapa yang menatapnya dengan penuh aura permusuhan dan juga kebencian bukannya takut Li Shang Yue justru terlihat menyeringai dingin.


“Kalian hanya akan bisa menghayal semua rencana kalian di dalam hati. Sedikit lagi hanya selangkah lagi maka kalian vberdua aan hancur lalu akan di susul oleh pria menyebalkan itu,” kata Li Shang Yue dalam hati.


“YUe’er ayo kita masuk ke dalam, ingat jangan jauh-jauh dari ayah dan gege mu,” kata Jendral Feng yang memberi pesan kepada Li Shang yue.


“Baik ayah,” balas Li SHang Yue dengan senyum tipis.


“Kamu Xin Qion perhatikan adikmu nanti,” ucap Jendral Feng yang justru menatap tajam sang putra.


“Tanpa ayah beritahu aku akan menjaga Yue’er,” kata Jendral Xin yang memutar bola matanya malas.


“Aku akan menjauhkan Yue’er dari siaapun paling utama adalah menjauhkan meimei ku jauh dari jangkauan mata keranjang pria-pria ini,” kata Jendral Xin di dalam hati.


Rombongan Jendral Feng masuk ke dalam istana yang begitu besar dan telah di hiasi dengan begitu megah untuk melakukan perayaan ulang tahun Putra Mahkota Ming.


Li Shang Yue masuk dengan di apit oleh Jendral Feng dan juga Jendral Xin kiri kanan hingga Li SHang Yue berada di tengah-tengah mereka berdua.


“PERHATIAN PERHATIN…! INI ADALAH TITAH KAISAR MING..!” teriak seorang kasim membuat barisan semua orang langsung berhenti dan berbaris rapi.


“Para tamu yang hadir di harapkan untuk tinggal di kediaman yang telah di siapkan oleh Yang Mulia Kaisar Ming. Untuk para Putri, Putra, Selir, Permaisuri, dan Kaisar silahkan ke arah kanan. Sedangkan untuk yang lain silahkan ke arah kiri. Yang Mulia Kaisar Ming telah menyiapkan 4 pelayan yang akan mengantar setiap rombongan untuk menuju ke tempat mereka masing-masing,” ucap sang kasim dengan lantang membacakan tulisan yang di tulis oleh Kaisar nomor 1 itu.

__ADS_1


Putri Wei Rong yang memang jaraknya tidak terlalu jauh dengan Li Shang Yue langsung menatap ke arah Li Shang Yue dengan mengangkat tinggi-tinggi dagunya. Tatapan seperti merendahan Li Shang Yue seakan-akan menunjukan jika dirinya seorang Putri sedangkan Li Shang Yue hanyalah anak Jendral sekarang ini.


Akan tetapi Li Shang Yue yang melihat apa yang di lakukan oleh Putri Wei Rong hanya mengernyitkan alis tak mengerti.


“Ada apa dengannya kenapa menatapku seperti itu? Apa dia sudah gila?” guman Li Shang Yue yang menatap bingung ke arah Putri Wei Rong.


“Siapa yang gila Yue’er?” tanya Jendral Xin yang ternyata mendengar gumanan Li Shang Yue.


“Hanya seseorang yang merasa gila. Entah setan apa yang merasukinya sehingga yang tadinya waras kini sudah gila seperti orang tidak waras,” sinis Li Shang Yue.


Jendral yang awalnya tidak mengerti langsung mengerti saat melihat tatapan LI Shang Yue terarah kemana. 


“Gege juga merasa dia kurang waras,” bisik Jendral Xin yang mengikuti permainan sang adik.


“Hm dia memang sudah gila, apa jadinya jika gege punya istri sepertinya? Aku rasa gege juga akan langsung menjadi gila,”


Jendral Xin sampai merinding memikirkan dan membayangkan bagaimana dengan dia yang menjadi istri seperti putri Wei Rong yang tak bisa apa-apa. Gadis seperti Putri Wei Rong menurut Jendral Xin sngatlah merepotkan terlebih mereka tidak memiliki keahlian apapun itu selain memanjakan diri, melayani suami di atas ranjang, melahirkan anak, dan juga menghabiskan koin.


Tentu saja memikirkan hal itu Jendral Xin bergidik ngeri. Jendral Xin menginginkan istri yang seperti mendiang ibunya yang bijaksana, pintar dalam hal apapun, kuat dalam beladiri, bisa berdiri di bawah kakinya sendiri, berani pada musuh, dan tak kenal takut apapun. Sayangnya untuk wanita yang seperti itu sangatlah susah abhkan mereka sangatlah langka. 


Orang yang Jendral Xin temui yang memiliki sifat dan perilaku seperti ibunya hanyalah Li Shang Yue. Li Shang Yue adalah perwujudan dari ibunya Jendral Xin walau kadang dia akan menjadi seperti anak kecil. Namun Jendral Xin tidak akan dengan begitu piciknya ingin menjadikan Li Shang Yue istrinya.


Li Shang Yue memang seperti mendiang ibunya akan tetapi Jendral Xin hanya melihat Li Shang Yue seperti adiknya. Mungkin alasan itu juga yang membuat Jendral Feng dari awal sudah tertarik dengan Li Shang Yue karena sifatnya sedikit mirip dengan istrinya.


Tanpa Li Shang Yue dan Jendral Xin ketahui jika apa yang mereka lakukan itu menjadi sesuatu yang sedang di perhatikan oleh seseorang yang tak jauh dari sana. Sosok itu menatap Li Shang Yue dengan tatapan yang begitu dalam dan tidak bisa di artikan.

__ADS_1


“Apa gadis itu adalah Tunangan Jendral Xin Qion?” tanya sosok itu pada bawahannya.


“Bukan Yang Mulia, Jendral Xin Qion tidak memiliki Tunangan saat ini,” jawab sang bawahan.


“Lalu siapa gadis itu?” tanya sosok itu lagi terus menatap wajah cantik lI SHang Yue.


“Bawahan ini tidak mengetahuinya Yang Mulia,” jawab sang bawahan.


“Cari tahu siapa gadis itu dan laporkan padaku dengan segera..!” perintah pria itu.


“Baik Yang Mulia,” sang bawahan langsung pergi meninggalkan pria itu.


“Di saat banyak gadis yang mencari perhatian orang lain dia hanya sibuk dengan dunianya sendiri,” guman sosok itu menatap Li Shang Yue yang tengah tertawa kecil dengan pria yang dia kenal sebaik Jendral Xin kekaisaran Li.


“Sebenarnya apa yang membuatnya terus cekikan seperti itu?’guman pria itu yang ikut penasaran kenapa kedua orang itu sibuk pada dunia mereka sendiri.


Tatapan pria itu ikut kemana arah tatapan Li Shang Yue. Sedetik kemudian Pria itu bisa melihat ke arah mana tatapan Li Shang Yue jatuh. Pria itu mengeryitkan alis saat menyadri jika lI Shang Yue melihat ke arah gadis bercadar.


“Apa yang lucu dengan gadis bercadar itu? Aku pikir dia beda dari yang lain nyatanya dia hanya tahu menghina saja,” sinis pria itu yang langsung pergi begitu saja.


Pria itu salah paham mengira jika LI Shang Yue sedang menertawakan gadis bercadar yang berwajah jelek itu. Pria itu tahu jika gadis bercadar yang tak lain adalah Putri Wei Romng memiliki wajah yang berjerawat jadi pria itu menganggap Li SHang Yue menertawakan kaondisi gadis bercadar itu.


“Akhirnya dia pergi juga,” guman Li Shang Yue.


“Siapa Yue’er?” tanya Jendral Xin.

__ADS_1


“Manusia..!” kesal li Shang Yue.


__ADS_2