Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 168


__ADS_3

Mata semua orang langsung menoleh ke arah asal suara yang berasal dari serigala putih yang mereka tahu jelas siapa pemilik serigala berbuluh putih itu.


Li Shang Yue menatap White yang mendekatinya dan langsung menggosok=gosokan kepalanya di paha Li Shang Yue. Li Shang Yue yangmelihat jika kucing kesayangannya bermanja-manja hanya tersenyum tipis.


"Kamu mau ini?" tanya Li Shang Yue yang menunjukan paha ayam di tangan kirinya yang sudah dia gigit setengah kepada White.


White yang memang hal itu yang dia tunggu langsung menglolong kecil. Li Shang Yue yang melihat anggukan samar dari White langsung melototkan matanya. Dirinya menatap White dengan pandangan tajam dan juga tidak rela bila makananya di berikan pada sang sergigalanya itu.


"Berburu sendiri sana...! Jangan jadi pemalas. Kamu kan hebat cari sendiri lah makananya. Masa minta punyaku?" gerutu Li Shang Yue dengan menatap sinis White.


Tolong ingatkan Li Shang Yue sangat tidak menyukai berbagi apa;agi jika itu menyangkut makanan maka dia kan menjadi orang yang sangat pelit akan hal itu. Li Shang Yue reka berbagi apapun itu kecuali dua yaitu makanan dan juga suami. Dua hal itu benar-benar kata keramat yang di mintai atau bahkan hanya perlu di katakan.


Sedangkan  Fan Hu dan yang lainnya hanya bisa menahan tawa melihat bagaimana songongnya Li Shang Yue pada peliharaannya itu. Mereka pikir bagaimana Li Shang Yue terlihat menyayangi serigala itu maka apapun yang di minta sang serigala akan Li Shang Yue berikan. Tidak tahunya, hanya perkarra makanan saja Li Shang Yue sudah tidak mau membaginya.

__ADS_1


"Yuyu, kenapa begitu? Dia kan hewan kontrakmu maka kami juga harus bisa berbagi dengan mereka," kata Fan Hu dengan nada lembut.


"Aku akan berbagi apapun asal jangan makanan dan juga suamiku nanti di masa depan. Selain itu aku mau kok bagi-bagi tapi kalau suami apalagi makanan jelas aku tidak mau berbagi," kata Li Shang Yue dengan tegas.


Fan Hu yang merasa kasihan dengan serigala putih itu hanya bisa meringis saja. Dengan pelan Fan Hu menyodorkan sepotong daging pada Serigala putih itu hitung-hitung sebagai ucapan terima kasih kasih karena sering menjaga mereka.


Li Shang Yue yang melihhat itu bukannya mera senang justru merasa jengkel pada White. Li Shang Yue menatap sinis hewan kesayngannya itu sambil menggigit daging bakarnya sembari berkata.


"Lain kali jangan manja, jika lapar maka berburu. Orang di hutan seperti ini harusnya menjadi tempat kamu berburu bukan malah tidur," kata Li Shang Yue yang kelewat pedas.


"Kau seperti lupa saja bagaimana Nona Yuyu itu> Dia bahkan jika sudah angkat bicara tanpa peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain. Mulutnya manis secara bersamaan juga bagaikan racun," bisik Hi An balik dengan wajah yang masih sedikitr takut dengan Li Shang Yue.


Mengingat ancaman Li Shang Yue tadi membuat bulu kuduk Hi An menjadi meremang. Pria itu mrmang adalah pria yang menyebalkan di kelompok Fan Hu. Akan tetapi kejadian barusan sepertinya membuat pria itu akan kapok dan tidak akan mencari masaah dengan Li Shang Yue lagi.

__ADS_1


"Jadi bagaimana? Masih mau mengganggu Li Shang Yue?" gooda Lou Yi dengan menaik turunkan alisnya.


"Pantat kau berkumis, aku tidak akan pernah membuat masalag lagi dengan diam. Bahkan jika dia sudah tertidur aku akan menutup mulutku rapat-rapat,'' kata Hi An dengan bergidik ngeri saja akibat ulah dari ancaman Li Shang Yue sepertinya sangat ampuh untuk HI An yang memang sangat nakal dan juga petakilan.


'Bukankah kamu tidaka akn pernah diam? Mulutmu itu akan terus mengeluarkan air hujan membuat kami semua harus menahan sakit telinga jkarena ulahmu,'' kesal Lou Yu.


''Apapun yang terjadi aku akan menutup mulutku. Aku akan menjadi patung jika dia sedang tertidur. Daripada aku kehilangan masa depan aku nanti lebih baik aku diam saja. Aku akan mencari aman saja,'' kata Hi An dengan wajah yang pucat pasi saat Li Shang Yue menoleh ke arahnya.


''Maampus..!'' umpat Hi An yang langsung saja membuang muka.


''Aku benar-benar akan menjadi bisu jika ada dia apalagi jika sedang tertidur,'' guman Hi An yang masih biss di dengar yang lainnya.


Pftttt

__ADS_1


''Ternyata kamu takut juga ya,'' katra Chan Si.


''Aku tidak pernah setakut ini sebelumnya namun bertemu Li Shang Yue dan menghadapi kemarahan gadis itu membuat nyaliku menciut seketika,'' jawab Hi An tanpa malu mengakui jika dirinya takut pada Li Shang Yue.


__ADS_2