Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 169


__ADS_3

''Ternyata kamu takut juga ya,'' katra Chan Si.


''Aku tidak pernah setakut ini sebelumnya namun bertemu Li Shang Yue dan menghadapi kemarahan gadis itu membuat nyaliku menciut seketika,'' jawab Hi An tanpa malu mengakui jika dirinya takut pada Li Shang Yue.


"Li Shang Yue memang akan sangat marah jika menyangkut soal makanan. Gadis kecil itu sangat suka makan dengan banyak jadi jangan heran dengan porsinya yang makan banyak. Selaian itu sebenarnya Li Shang Yue menyuruh mereka untuk berburu juga ksrens ingin melatih mereka menjadi kuat agar tidak harus bergantung pada orang lain,'' sahut May Yun dengan  menatap Li Shang Yue penuh kekaguman.


''Yah kau benar, Yuyu memang akan tegas pada siapapun namun dirinya baik. Dia seperti itu hanya karena masa lalu yang tidak di anggap membuat dirinya selalu brdiri di atas kakinya sedniri. Oleh karena itu, dia juga mengajarkan kita untuk tetap pada berdiri di atas  kaki kita tanpa harus bergantung padanya atau pada orang lain,'' terang Chan Si.


''Masa lalu  yang sakit karena tidak di anggap membuat hatinya keras dan tidak ingin kita juga selalu bergantung padanya. Walau begitu dia tetap sosok malaikat bagi yang membutuhkannya. Lihat, jika tidak ada dia mungkin kita masih berada disini. Jika tidak ada dia mungkin kita masih berada di tempat itu atau tidak kita tinggal nama  saja,'' kata May Yun.


''Memangnya kalian dari mana?'' tanya Hi An yang cukup penasaran.


''Kami  semua adalah budak di rumah budak namun Nona mengambil kami hingga kami terbebas dari sana,'' terang May Yun dengan datar.


''Benarkah?'' Hi An tidak mempercayai akan hal itu karena yang dia lihat keempat orang di depannya itu terlihat kuat. Apalagi pria yang dia kenal bernama Lay mungkin dia adalah yang terkuat dari keempatnya itu.


''Kau tidak percaya karena kami terlihat kuat?"


Hi An langsung menganggukan kepalanya dengan cepat. Memang tidak akan ada yang percaya jika mereka mengatakan berasal dari perbudakan karena memang mereka semua terlihat kuat.


''Nona Yuyu bahkan hampir membeli semua budak di dalam tempat itu. Namun sebagaian ada yang berhenti di tengah jalan karena Nona Yuyu memberi kami kebebasan untuk memilih antara mengikutinya atau kembali pada kehidupan kami. Ada beberapa orang yang memuttuskan untuk keluar dan menjalani kehidupan yang merrka inginkan dengan bekal yang Nona Yuyu berikan. Sedangkan saudara dan saudari kami yang lain tewas kareba pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Putri Wei Rong untuk membunuh Nona Yuyu,'' terang  Chan Si.


Hi An yang mendengar cerita dari Chan Si langsung menatap sang empu. Gadis itu memang sulit di tebak nmaun dia berhati tulus terbukti dengan beberapa kali Yuren terluka dia selalu menolongnya. Saat penyerangan di istana dulu membuat saudara dan saudari mereka tewas Li Shang Yue juga membuat perhitungan pada mereka semua.

__ADS_1


''Nona memang bagaikan malaikat namun juga bagaikan iblis secara bersamaan. Jika kau datang dengan niat baik maka kau akkan mendapatkan malaikatnya. Akan tetapi, jika kamu datang dengan niat tidak baik maka kau akan mendapatkan sisi iblisnya,'' kata Hi An dalam hati.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka selesai makan. Li Shang Yue segera menyuruh mereka untuk bersiap karena mereka akan langsung menuju ke hutan iblis.


''Sudah siap?'' Li Shang Yue memandang mereka semua.


''Kami sudah siap Nona,'' jawab mereka dengan serentak.


''Baik mari kita berangkat,'' kata Li Shang Yue yang langsung terbang menggunakan ilmu peringan tubuh.


Li Shang Yue dan yang lainnya berlari dari pohon satu ke pohon satunya lagi hingga setelah menempuh perjalan hampir menghabiskan 2 dupa mereka sampai di desa yang paling dekat dengan hutan iblis.


(1 dupa sama saja dengan 1 jam ya)


Dapat di lihat dan di rasakan hawa dari desa saja itu terlihat beda dari yang lain bahkan biasanya desa yang lain akan cerah maka desa itu hanya menjadi desa yang di liputi dengan kabut tipis.


''Klaian telan dulu pil ini, aku takut di dalam sana ada racun,'' ucap Li Shang Yue yang memberikan mereka satu persatu pil miliknya.


Tentu saja mereka langsung mengambilnya tanpa pikir panjang langsung memasukannya dalam mulut mereka. Hingga beberapa saat kemudian mereka bersiap masuk ke dalam desa. Namun Fan Hu yang melihat jika Li Shang Yue tidak menelan pil yang sama dengan mereka langsung mencekal tangan gadis itu.


''Tunggu..!" seru Fan Hu yang menatap li Shang Yue dengan tatapan sulit di artikan.


''Ada apa Fan Gege?" tanya Li Shang Yue pada Fan Hu.

__ADS_1


''Kenapa kau tidak meminum pil yang sama sepertri kami? Bagaimana jika di dalam itu beracun? Jika seperti ini lebih baik kita mundur saja dulu,'' kata Fan HuPria itu  dengan cemas.


Pria itu tidakk akan mengambil resiko dengan masuk ke dalam namun Li Shang Yue tidak memiliki perlindungan apapun itu. Fan Hu tidak ingin kehilangan lagi maka dari itu dia akan menjaga orang-orang yang dia sayang engan nyawanya. Termasuk LI Shang Yue sejak pertemuan pertama ia sudah sangat tertarik dengan kepribadian Li Shang Yue yang polos danlugu. Kepolosan dan keluguannya bagaikan sesuatu yang menarik mereka untuk melindungi gadis kecil itu yang ternyata adalah perwujudan monster kecil.


Sedangkan Li Shang Yue yang mendengar apa yang dikatakan Fan Hu di tambah dengan wajah cemas prria di depannya itu membuat Li Shang Yue ingin sekkali tertawa sayangnya itu tidak bisa.


''Tenanglah Fan Gege, aku tidak meminum pil penagkal racun karena aku kebal akan racun. Racun apapun itu aku tidak akan mempan sama sekali padaku. Jadi Fan Gege bisa tenang bukan?" Li Shang Yue menatap Fan Hu dengan polos.


Lay yang melihat jika Li Shang Yue perhatian pada Fan Hu langsung menjauhkan pria itu dari Li Shang Yue.


''Menjauh sana dari Nona ku..! Jangan coba-coba merayunya ayau aku tebas kepalamu,'' kata Lay dengan pedas menatap tajam Fan Hu.


Fan Hu yang melihat jiwa posesif pria di depannya yang kambuh lagi hanya bisa berdecak kesal saja tanpa melakukan perlawanan. Melawan pun juga akan sia-sia karena dari segi kekuatan sangat jauh berbeda dengan dirinya.


''Nona, ayo kita masuk,'' kata Lay yang menggandenga tangan Li Shang Yue.


''Lain kali, jauhkan pria mata keranjang itu dari Nona Yuyu,'' pesan Lay pada Yuyu.


''Baik,'' Yuren hanya menjawab seadanya.


Mereka semua masuk ke dalam hutan dengan Li Shang Yue yang di gandengan oleh Lay seperti anak kecil. Gadis itu menatap sekitar rumah dengan pandangan polos. Namun sebenarnya itu hanyalah sebuah topeng untuk melabui musuhnya nanti. Li Shang Yue juga sengaja tidak menolak saat ia di gandengan oleh Lay. Tak berselang lama mereka masuk kedalam desa itu tiba-tiba saja serangan anak panah meleset menuju Li Shang Yue.


Syuttt

__ADS_1


''YUY/NONA...!''


__ADS_2