Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 43


__ADS_3

“Shang Yue,”


“Segera angkat kaki dari Paviliunku sebelum aku mengusir kalian dengan caraku.” Usir Li Shang Yue yang bersandar pada tembok menatap mereka datar.


Kaisar Li yang melihat tatapan Li Shang Yue yang sama sekali tidak bersahabat langsung membalik badannya berjalan keluar dari Paviliun sang Putri.`


Setelah kepergian sang Kaisar Li bersama para rombongannya barisan para budak yang mengikuti Li Shang Yue langsung menoleh ke arah Li SHang Yue yang masih berdiri kaku.


“Ada apa?”


Li Shang Yue bertanya dengan nada suara yang datar dan juga dingin membuat mereka semua langsung terdiam. Namun, ada satu orang pria yang maju di depan Li SHang Yue dengan begitu berani.


“Kami semua telah menjadi pengikutmu, kami juga ingin tahu siapa identitas dari Tuan kami.”


Li Shang Yue yang mendengar apa yang di katakan oleh pria itu tersenyum tipis. Li Shang Yue merasa kagum dengan keberanian pria di depannya itu.


“Namaku Li Shang Yue putri Mahkota kekaisaran Li ini, putri yang di beri julukan dengan sampah dan wajah buruk rupa.” Ucap Li Shang Yue dengan lantang.


Sontak karena ucapan LI Shang Yue yang lantang membuat semua orang kaget mendengar pengakuan dari Li Shang Yue.


“Anda seorang Putri?” tanya pria itu lagi dengan menatap Li Shang Yue dari ujung kaki sampai ujung rambut.


“Benar, aku adalah seorang wanita.”


Semua orang langsung terdiam menatap Li Shang Yue dengan pandangan yang beragam. Mereka tak menyangka jika orang yang membeli mereka adalah Putri Li Shang Yue tapi mengapa wajahnya terlihat mulus dan cantik tidak seperti di rumorkan pikir mereka semua.


“Ada apa? Apa kalian semua sekarang menyesal karena menjadi pengikut dari sampah sepertiku?”

__ADS_1


“Tidak Putri!” jawab mereka serentak.


“Kami tak perduli jika Yang Mulia adalah putri sampah atau buruk rupa. Bagi kami anda adalah penyelamat kami membebaskan kami dari rumah yang seperti neraka itu. Anda adalah pahlawan kami yang memberi kami kebebasan hingga bisa menghirup udara segar. Jika Yang Mulia sebagai sampah jangan takut karena kami juga akan menjadi sampah dan memungut Yang Mulia!” ucap salah satu budak wanita yang berdiri di sisi kiri barisan.


Li Shang Yue menoleh ke arah asal suara sebelum bibirnya terangkat mengangkat sebuah senyum manis kala melihat seorang wanita matang yang berdiri tegak menatap lurus ke arahnya.


“Yang Mulia tidak perlu takut, kami semua akan menjaga yang mulia dan juga melindungi Yang Mulia dari mara bahaya yang datang.” Lanjut wanita itu dengan nada tegas dan juga yakin.


“Benar Yang Mulia! Biarkan kami yang menjaga Yang Mulia.”


Li SHang Yue hanya diam memasang wajah datar menatap pengikutnya yang baru berdiri di depannya itu. Li Shang Yue merasa bahagia karena bisa mendapatkan anggota yang mau menerima dengan ikhlas.


“Di mulai dari mereka, akan aku bangun kembali kejayaan Black Rose di era yang berbeda.” Kata Li Shang Yue dalam hati yang penuh akan tekad yang kuat untuk kembali membangun kejayaannya di dunia mafia seperti di kehidupannya yang dulu.


“Putri,”


“Ada apa?”


“Aku sudah menjatuhkan darahku pada pedangmu sekarang aku adalah pengikutmu. Namun, saat ini bisakah aku kembali pada tempatku dulu? Aku berjanji jika sudah kuat dan waktunya nanti aku akan mencari Putri.” Kata pria itu dengan suara lembut.


“Baiklah jika itu mau mu maka pergilah.”


“Terima kasih, Putri. Sebelum aku pergi terimalah ini,” Pria buta itu membuka telapak tangannya hingga terdapat sebuah peluit indah di dalam telapak tangannya.


“Jika nanti Putri mendapatkan masalah atau Putri sudah terpojok maka tiuplah peluit itu. Aku menjamin bala bantuan akan segera hadir untuk menyelamatkan Putri.


Belum sempat Li Shang Yue mengatakan terima kasih pria itu sudah menghilang seperti di terpa angin membuat Li Shang Yue kaget. Rupa-rupanya tidak hanya Li Shang Yue yang kaget tetapi semua orang juga merasakan hal yang sama terutama Long dan Snake yang saling lirik satu sama lain.

__ADS_1


Tak mau terlalu memikirkan itu Li SHang Yue langsung memberikan perintah kepada Snake untuk membawa para pengikutnya ke salah satu vbangunan yang berada di paviliun itu.


“Snake bawah mereka ke bangunan di belakang!”


“Baik Yuyu,” Snake langsung membungkukkan badannya ke arah Li Shang Yue lalu berbalik menghadap barisan para budak.


“Kalian semua silakan ikuti saya!” Snake langsung berjalan menuju bangunan yang di maksud oleh Li Shang Yue di ikuti oleh barisan para budak itu.


Di tempat lain terlihat Selir Hua Rong dan Putri Wei Rong yang terlihat kesal karena rencana mereka gagal. Di depan Selir Hua Rong dan Putri Wei Rong duduk dua orang pria paruh baya yang merupakan Menteri kiri selaku sepupu Selir Hua Rong dan juga mentri kanan kerajaan.


“Apa kalian tidak bisa mendesak Kaisar untuk mengangkat Wei’er menjadi Putri Mahkota?” Sentak Selir Hua Rong dengan kesal.


“Aku sudah berusaha Yang Mulia selir akan tetapi semua berantakan karena kehadiran dari Putri Li Shang Yue sampah itu.” balas Mentri kiri.


“Benar Yang Mulia selir, anak sampah itu tiba-tiba saja masuk ke aula pertemuan menggagalkan rencana kita.” Sahut Mentri kanan yang ikut menimpali ucapan Mentri Kiri.


“Anak itu lagi, ini tidak bisa di biarkan Yang Mulia selir agung. Anak itu harus segera di singkirkan dengan cepat. Jika tidak ia akan terus menjadi pengahalang untuk Wei’er menjadi seorang Ratu di masa depan.” Terus terang Menteri kiri.


“Lalu aku harus bagaimana? Anak itu bahkan sudah berani menentang Kaisar sendiri.” Ucap Selir Hua Rong dengan kesal.


“Ibunda bisa membuat Ayahanda semakin membenci Li Shang Yue dengan begitu akan sangat sulit bagi Li Shang Yue menjadi seorang Ratu.” usul Putri Wei Rong.


“Apa yang kamu katakan itu memang benar Putriku. Akan tetapi, jika hanya mengandalkan Yang Mulia Kaisar untuk menyingkirnya maka itu akan lama. Kamu sendiri lihat, bahkan Li SHang Yue si4l4n itu sudah berani menantang Yang Mulia Kaisar sendiri yang merupakan Ayahnya sendiri.”


Selir Hua Rong benar-benar merasa khawatir jika Li Shang Yue benar-benar menjadi balas dendam. Tak hanya tidak menjadi ibu suri akan tetapi dia juga akan merasakan balas dendam Li Shang Yue. Hal itu tentu membuat Selir Hua Rong panik.


“Jika begitu kita sewa saja jasa dari pembunuh bayaran di kota ini? Aku yakin anak sialan itu tidak akan selamat dari pembunuh bayaran yang terkenal akan kejam itu.”

__ADS_1


__ADS_2