Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 132


__ADS_3

“Anda mau kemana Nona?” ucap pria yang di tolong oleh Li Shang Yue tadi.


“Melawan banteng itu,” jawab Li SHang Yue dengan nada dingin.


“APA…?”


Mereka kaget bukan main saat Li Shang Yue mengatakan akan menghadapi banteng itu seorang diri.


“Nona Feng pergilah, kembali ke tempat Yang Mulia Kaisar lalu minta bantuan disana. Dengan begitu kita akan mempunya bantuan kami aan berusaha menahan banteng itu untuk tidak mengejar Nona,” kata pria pertama.


“Itu benar, pergilah Nona. Cari bantuan kepada para Pengawal Yang mulia Kaisar dan juga banyak orang,’’ sahut di pria kedua.


“Walau kami mati setidaknya Nona bisa selamat,” kata si pria ketiga.


Li Shang Yue yang mendengarnya hanya bia tersenyum tipis ternyata seorang anak pejabat kerajaan masih ada yang memiliki hati bersih seperti mereka.


“Kalian tenang saja, kita semua pasti bisa selamat dan keluar dari sini. Sekarang cepat telan pil itu dan pulihkan tenaga kalian aku akan mencoba menghalangi banteng itu dengan menunggu kalian bisa menyerap semua khasiat dari pil itu. Jika sudah kita akan menghadapi banteng itu bersama-sama. Jika kita bergabung kita bisa mengalahkannya,” kata Li Shang Yue yang memberikan sebuah dorongan kepada ketiga pemuda itu.


Mendengar itu ketiga pemuda itu langsung saling melirik satu sama lain sebelum ketiganya menganggukan kepala dengan samar.


“Baik kami akan memulihkan diri, tenang saja kami pasti akan membantumu,” ucap pria ketiga yang langsung menelan pil itu tanpa ragu.


Melihat teman mereka yang tanpa ragu menelan pil itu kedua pria lainnya dengan segera memasukan pil itu dalam mulut mereka masing-masing lalu duduk lotus menyerap dan menyembuhkan diri.


Li Shang Yue langsung berbalik menatap tajam banteng yang sedang menatap nyalang ke arahnya tak lupa dengan tatapan mata yang tajam dari mata yang merah itu.


“Saatnya kita mulai,” guman Li Shang Yue yang menyeringai dingin.


ROAAARRRRRRRRR


Banteng itu semakin mengamuk membuat para burung yang berada di sekitar langsung berterbangan mencari tempat lain begitu pula hewan-hewan lain yang berada di bawah sang banteng langsung lari ketakutan.


Hanya Li Shang Yue yang menetap di tempat dengan memegang erat pedang birunya. 


Kikk


Kuda putih milik li Shang Yue berlari kesana kemari seakan-akan sedang berusaha menarik perhatian si banteng. Li SHang Yue yang melihatnya langsung mengerutkan dahinya.

__ADS_1


“Kenapa kuda putih itu tidak ada takut-takutnya sama sekali? Padahal dia hanyalah kuda biasa,” guman Li Shang Yue yang melirik sang kuda putih yang berlari kesana kemari.


Wussssh


Li Shang Yue membulatkan mata saat melihat  bola api tengah meluncur ke arahnya, Dengan gerakan cepat Li Shang Yue menancapkan pedang birunya di tangan dengan melakukan gerakan aneh.


‘‘Lingkaran pelindung…!”


Brak


Li Shang Yue menatap ngeri saat melihat bola-bola api itu tengah menyerang dan terus berusaha untuk membuat array pelindung yang dia buat tembus.


“Merepotkan,” gerutu Li Shang Yue yang memutuskan untuk keluar dari array pelindung membiarkan ketiga orang yang sedang melakukan penyembuhan itu menyelesaikan acara kultivasinya`.


Roaaar


Banteng itu semakin mengamuk dengan menerjang Li Shang Yue yang keluar dari array pelindung.


“Yuyu biarkan aku keluar untuk menghajar si banteng jelek itu..!” terdengar suara Snake di dalam pikiran Li Shang Yue.


“Sudah, biarkan aku yang menghadapi banteng jelek itu,”


“Tidak perlu, aku bisa menyelesaikan semuanya sendiri,” kata Li Shang Yue yang langsung menerjang banteng itu dengan tebasan pedangnya.


Wushhhh


Brukkk


Li Shang Yue tak siap dengan tendangan kaki sang banteng langsung terbang menghantam pohon.


“Sialan…! Seumur-umur belum ada yang bisa mengalahkanku. Saat aku kalah bagaimana bisa aku di tendang banteng jelek sepertinya?” teriak Li Shang Yue kesal setengah mati.


Bagaimana dirinya yang selalu hebat itu dikalahkan. Bahkan yang mengalahkannya bukanlah manusia melainkan hewan bahkan terjatuh tak elit sama sekali. Li Shang Yue bangun dengan mengelus pantatnya yang terasa sakit. Matanya menatap tajam banteng di depannya itu dengan tatapan membunuh yang pekat.


“Banteng sialan…! Berani sekali kau menendang aku dengan kaki jelekmu itu?” teriak Li Shang Yue yang menunjuk sang banteng dengan b\=pedang di tangannya.


“Tarian seribu pedang…!” teriak Li Shang Yue yang langsung melayang dengan ratusan pedang  yang mengelilinginya.

__ADS_1


“Tebasan kematian…!”


“Seribu tombak..!”


Wushhhh


Li Shang Yue tanpa ampun langsung melayangkan serangan bertubi-tubi pada banteng itu. Tak hanya satu jurus dan satu serangan Li Shang Yue melemparkan serangan yang begitu mematikan. Puluhan tombak yang terbuat dari dari es terbang menuju si banteng.


“Blue bergeraklah…!”


Seperti di perintah pedang biru itu langsung terbang sendiri menyerang sang banteng dengan belati kembar yang masih menyerang si banteng seperti memiliki kesadaran sendiri. Li Shang Yue yang melihat jika banteng itu tengah sibuk menghadapi dan menghindari serangan dari pedang miliknya membuat Li Shang Yue leluasa menyerangnya dalam jarak jauh.


Li Shang Yue mengangkat tangannya hingga sebuah api berwarna biru keluar dari tangan Li Shang Yue. Api itu semakin besar di tangan Li Shang Yue tanpa ba-bi-bu Li Shang ue langsung melemparkan api itu ke arah sang banteng.


Jika di dalam hutan Li Shang Yue sibuk melawan banteng maka berbeda dengan di tempat Jendral Feng dan Jendral Xin yang sedang menunggu kedatangan dari li SHang Yue. Bukan hanya Jendral Feng yang cemas namun juga kaisar Ming terlihat cemas karena Li Shang Yue belum kembali.


“Yang Mulia apa tidak sebaiknya kita kirim pengawal untuk menjaga Yue’er?” Selir Agung Zhishu membuka suara. Terlihat wanita itu sangat cemas dan khawatir dengan keadaan Li Shang Yue yang belum juga datang padahal peserta lain sudah ada.


“Benar Yang Mulia, mereka hampir semua terkumpul tapi kenapa Yue’er juga belum kembali,” timpal Permaisuri Shashang dengan wajah yang cemas.


Baru saja Kaisar ingin membuka mulut tiba-tiba saja keadaan di bawah menjadi ricuh dengan teriakan yang berasal dari Selir Hua Rong.


“PUTRIKU….!”


Selir Hua Rong berteriak histeris saat melihat keadaan sang putri yaitu Putri Wei Rong kembali dengan keadaan yang tak sadarkan diri. Tak hanya itu seluruh tubuhnya penuh akan dengan luka baik itu tusukan maupun sayatan. Kaisar Li yang melihat keadaan putri kesayangannya hanya bisa terdiam kaku dengan tatapan mata yang kosong.


“Apa yang terjadi pada Putriku?” tanya Selir Hua Rong yang menatap tajam para pengawal kerajaan yang membawa Putri Wei Rong.


“Kami tidak tahu Selir Hua Rong, namun sampai di sana kami melihat Putri Wei Rong sudah terbaring tak sadarkan diri. Tak hanya itu di sekitar itu kami juga menemukan beberapa mayat orang yang berpakaian serba hitam. Sepertinya mereka terlibat perkelahian yang dahsyat hingga membuat Putri Wei Rong sampai sekarat seperti ini. Dari jumlahnya sepertinya Putri Wei rong berusaha dengan keras melawan hampir 50 orang-orang itu. Terbukti dengan adanya banyak mayat orang berbaju hitam itu sepertinya Putri Wei Rong kalah jumlah hingga berakhir seperti ini,” terang sang prajurit itu yang menjelaskannya pada Selir Hua Rong.


“Apa maksudmu?”


“Kami menemukan orang seperti mereka di sekitar Putri Wei Rong,” 


Prajurit itu menunjuk salah satu tandu yang membawa mayat orang yang di duga menyerang Putri Wei Rong. Namun Selir Hua Rong yang melihat orang-orang itu langsung membulatkan mata dengan mengepalkan kedua tangannya.


“Bagaimana bisa? Mereka…,

__ADS_1


__ADS_2