
“Memangnya siapa ayahmu?”
“Jendral Feng…,”
“APA…?”
Selir Agung tentu saja merasa kaget saat menyadari jika ayah dari gadis kecil yang menarik perhatiannya itu adalah anak dari sahabat Kaisar Ming.
“Tapi Jendral Feng tidak memiliki anak lain selain Xin Qion,” kata Selir Agung yang bingung.
“Aku sudah mengatakannya jika aku di angkat oleh Jendral Feng untuk menjadi anaknya. Sekarang aku memanggil Jendral Feng dengan sebutan ayah dan Xin Qion sebagai Gege Xin,” terang Li Shang Yue dengan santai.
Selir Agung yang mendengarnya hanya diam karena tak menyangka Jendral Feng mengangkat anak yang bahkan seorang putri. Selir Agung tentu tahu bagaimana dinginnya Jendral Feng kepada semua orang orang terutama wanita. Selir Agung tidak percaya jika Jendral Feng melakukan hal itu. Baru saja Selir Agung membuka mulutnya untuk berbicara langsung berhenti saat suara dari kejauhan sana menarik atensi Li Shang Yue.
“YUE’ER….!” teriak Jendral Feng dari kejauhan sana.
“Ayah….!” girang Li Shang Yue yang langsung berdiri berlari ke arah sang ayah angkat.
Grep
Li Shang Yue melompat ke arah pelukan Jendral Feng. Jendral Feng yang melihat Li Shang Yue melayang langsung memeluknya hingga mereka berputar-putar dengan tawa yang lepas.
“Ayah ayo putar hahaha,” Li Shang Yue tertawa bahagia saat Jendral Feng memutar-mutar dirinya di udara.
Entah kenapa Li Shang Yue sangat bahagi8a seakan-akan hari ini semua beban dalam hidupnya terangkat tanpa sisa.
Deg
Semua orang yang berada disitu langsung tertegun menyaksikan pemandangan di depan mereka itu. Terlihat sekali rona kebahagiaan di wajah kedua orang itu.
Namun tanpa mereka sadari ada sosok lain yang meremas dadanya sendiri saat merasakan rasa sesak di dadanya melihat pemandangan di depannya itu. Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Kaisar Li.
Kaisar Li merasakan dadanya berdebar sesak melihat bagaimana perlakuan Jendral Feng pada Li Shang Yue. Hatinya semakin sakit saat melihat senyum dan mendengar tawa Li Shang Yue untuk yang pertama kalinya. Selama ini jangankan tawa, senyum saja tak pernah Kaisar Li lihat di wajah Li Shang Yue. Gadis itu tak pernah tersenyum padanya.
Kaisar Li tak pernah melihat Li Shang Yue menatapnya penuh kasih dan sayang karena sedari dulu Kaisar Li hanya melihat Li Shang Yue menatapnya dengan tatapan sedih dan juga kosong.
“Kenapa disini rasanya sesak seperti ada yang menghantam dadaku dengan pukulan keras?” guman Kaisar Li yang menatap nanar pemandangan di depannya itu.
__ADS_1
Kaisar Li tidak tahu tapi entah kenapa melihat Li Shang Yue bahagia dengan pria yang lain memanggilnya ayah membuat darahnya berdesir aneh.
Srett
Tubuh kecil Li Shang Yue langsung melayang dan berpindah posisi ke tangan lain membuat Jendral Feng mendengus kesal.
“HEY APA YANG KAU LAKUKAN…? KEMBALIKAN PUTRI KECILKU..!” teriak Jendral Feng kesal.
“Enak saja..! Sudah cukup memeluk Yue’er, sekarang giliranku..!” kata Xin Qion dengan memeluk erat Li Shang Yue tapi tidak menyakitinya.
“Sembarangan..! Kembalikan, aku belum puas memeluknya..!” ucap Jendral Feng dengan berusaha meraih tubuh Li Shang Yue dari dekapan Xin Qion.
Namun ternyata pergerakan Jendral Feng kalah cepat dengan gerakan Xin Qion yang langsung menjauhkan Li Shang Yue dari jangkauan sang ayah.
“Xin Qion..!”
Ehem..!”
Kaisar Ming yang melihat dua orang asyik sendiri di depannya itu langsung berdehem dengan keras.
Sontak saja Jendral Feng dan juga Xin Qion langsung tersadar jika masih ada Kaisar Ming dan orang lain di sekitar mereka.
“Apa dia putri yang kau maksud?” tanya Kaisar Ming.
“Benar Yang Mulia, ini putri saya Feng Shang Yue. Saat ini saya memang belum mengadakan acara penyambutannya secara resmi jadi belum banyak orang yang mengetahuinya,” jawab Jendral Feng dengan tenang.
“Hm aku tahu kenapa kamu begitu tertarik dengan gadis kecil ini,” guman Kaisar Ming dengan senyum misterius.
“Maksud Yang Mulia?” tanya Jendral Feng yang entah kenapa merasakan perasaan tidak nyaman.
“Kamu ingin menjadikannya istrimu bukan?” goda Kaisar Ming yang menaik turunkan alisnya.
“Sembarangan…! Dia ayahku mana bisa menikah. Aku juga tidak mau,” sahut Li Shang Yue yang protes karena disangka ingin menikah dengan Jendral Feng.
“Loh kenapa?” tanya Kaisar Ming./
“Pertama dia ayahku, kedua ayah sudah tua, ketiga ayah kurang tampan, keempat ayah tidak cukup kaya,” jawab Li Shang Yue dengan polos.
__ADS_1
Uhukkk uhukkk
Mereka semua langsung tersedak ludah sendiri saat mendengar alasan penolakan yang dikatakan oleh Li Shang Yue. Merasa antara lucu dan juga tertekan sendiri dengan jawaban Li Shang Yue yang sepertinya sangat tidak merasa bersalah sedikitpun.
Jika semuanya sedang menahan tawa maka berbeda dengan Jendral Feng yang mendengar ucapan Li Shang Yue hanya bisa meringis dengan wajah masam. Ia memang tidak bermaksud menikahi Li Shang Yue tapi saat mendengar ucapan polos sang putri membuat Jendral Feng juga malu sendiri.
“Lalu kau ingin menikah dengan orang kaya?” tanya seorang wanita yang berada di samping Kaisar Ming. Wanita itu adalah Permaisuri Shashang.
“Benar, aku ingin menikah dengan pria kaya,”
“Bagaimana jika seorang pangeran seperti…,”
“Aku tidak akan menikah dengan seorang pria yang memiliki gelar atau pangkat yang tinggi,” potong Li Shang Yue dengan dingin.
“Loh kenapa? Banyak para gadis yang berlomba-lomba untuk menjadi istri dari seorang pangeran,”
“Tapi aku tidak termaksud akan para gadis itu, aku memang mengharapkan pria yang kaya tapi bukan berarti harus Pangeran ataupun Kaisar. Aku hanya menginginkan pria yang aku nikahi hanya menikahiku saja. Aku tak merestui jika dia akan mengambil Selir atau wanita lain sebagai istri apapun alasannya. Terdengar egois namun jika sampai dia mengambil istri lain maka saat itu juga aku akan meninggalkannya,” terang Li Shang Yue dengan suara yang tegas dan yakin.
Terlihat semua orang terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Li Shang Yue yang benar-benar membuat mereka kaget bukan main.
“Lalu bagaimana jika seorang Kaisar mencintaimu?”
Semua orang langsung menoleh ke arah asal suara itu. Lagi-lagi mereka terkejut saat menyadari jika yang bertanya itu adalah Putra mahkota Ju. Pria yang selalu menolak untuk mendekati wanita lantaran merasa risih.
“Jika itu terjadi maka dia harus rela meninggalkan tahtanya,” jawab Li Shang Yue enteng.
“Itu tidak mungkin Nona, Kaisar adalah milik rakyatnya. Lagipula sudah hal biasa Kaisar atau Pangeran memiliki istri lebih dari satu untuk memperkuat pondasi dan mengamankan kekuasaan mereka,”
“Itu berarti mereka tidak cukup kuat, jika seorang Kaisar kuat maka tak perlu mengangkat seorang selir hanya untuk mengamankan kedua negara yang tidak berdamai. Jika tidak ingin berdamai maka kibarkan bendera perang. Aku bukan wanita yang hanya akan menangis jika semuaku membawa wanita lain di dalam istanaku karena jika berani maka jangan salahkan aku jika bukan hanya nyawa wanita itu yang aku renggut tapi nyawa pria itu juga akan aku cabut dengan paksa..!”
Glek
“Kau akan membunuhnya?” tanya Kasiar Ming dengan meneguk ludahnya sendiri dengan susah payah.
“Kenapa tidak, lagipula aku tidak terlalu memikirkan tentang suamiku yang akan membawa wanita lain dalam istana,”
“Kenapa? Kamu tidak ingin menikah?”
__ADS_1
“Aku akan menikah tapi bukan suamiku yang membangun harem tapi aku yang akan membangung harem,” ucap Li Shang Yue dengan santai.
“APAAAAA?