Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 123


__ADS_3

“Nona Feng maukah kau mempertunjukan bakatmu kepada kami semua?” suara Kaisar Ming memanggil Li Shang Yue tiba-tiba.


Deg


Li Shang Yue melototkan matanya dengan bulat jangan lupakan mulutnya yang masih terisi penuh itu hanya bisa menganga lebar.


‘‘Mati aku, mau tampil apa aku? Tidak mungkin kan aku tampilkan tari tiang? kata Li Shang Yue dalam hatinya.


Li Shang Yue menatap ke arah sang ayah dan Xin Qion yang langsung membuang muka.


“Nona Feng…!”


“Y-ya aku akan tampil,” jawab Li Shang Yue dengan gugup.


“Ya Tuhan aku tampilkan apa? Mampus benar ini mah,” guman Li Shang Yue yang menggigit jarinya.


Baik Putri Li Shang Yue yang asli ataupun Clara adalah dua orang yang tidak memiliki bakat apapun dalam seni. Apalagi Clara yang kerjanya hanya memegang senjata dan membunuh orang.


“Sial, ini benar-benar si4l. Haruskan aku tunjukan keahlianku dalam membunuh?”


Li Shang Yue naik ke atas panggung dengan keringat dingin di tangannya. Sampai di tengah-tengah panggung matanya melirik satu persatu alat yang ada di atas panggung itu. Namun semua hanya alat tradisional mana mengerti dirinya. Alat modern saja tidak tahu gimana jika alat tradisional.


“Em Yang Mulia aku tidak tahu menari, aku juga tidak tahu bernyayi, aku juga tidak tahu bermain musik,”


Semua orang yang mendengarnya langsung menatap Li Shang Yue dengan bingung begitu pula dengan anggota kerajaan. Sedangkan di sisi Putri Wei Rong dan juga Selir Hua Rong sangat bahagia karena bisa mempermalukan Li Shang Yue.


“Membaca Puisi?” tanya Permaisuri Shashang namun di balas gelengan oleh lI Shang Yue.


“Menyulam?” tanya Selir Agung Zhishu namun lagi lagi Li Shang Yue menggelengkan kepala.


“Lalu kau akan menampilkan apa?” Kaisar Ming menahan bibirnya agar tidak tertawa. Entah kenapa melihat Li Shang Yue seperti itu sangatlah menggemaskan.


“Yang Mulia saya hanya punya dua bakat saja yang pertama bakat menghabiskan makanan,”


Pfffft


Semua orang langsung menutup mulut mereka saat mendengar kejujuran Li Shang Yue yang begitu apa adanya. Kaisar Ming yang ada di atas sana menoleh ke arah Jendral Feng yang kini sedang menundukan kepala. Tak ada yang tahu sedang apa sang Jendral itu.


“Lalu bakat yang kedua apa?” tanya Kaisar Ming dengan suara dingin.


“Bertarung,” jawab Li Shang Yue polos.


Uhukk uhukkk

__ADS_1


Kali ini semua orang seperti tersedak oleh air liur mereka sendiri. Apa gadis itu tidak salah bicara atau bagaimana. Kenapa sebagai seorang gadis ia tidak memiliki bakat apapun.


“Kau ingin bertarung?” Kaisar Ming bertanya kepada Li Shang Yue.


“Benar Yang Mulia,’ jawab Li Shang Yue dengan tegas dan yakin.


“Baiklah silahkan pilih lawanmu,” Kaisar Ming mempersilahkan Li Shang Yue memilih lawannya.


Li Shang Yue tersenyum lalu menatap ke arah pangeran. Pangeran kedua Ming Jian yang melihat itu langsung mengangkat tangannya. Dia tidak akan mau menghadapi gadis monster itu. Dirinya benar-benar tobat akan berhadapan dengan Li Shang Yue.


“Saya ingin melawan Putra Mahkota…1” girang Li Shang Yue yang menunjuk Putra Mahkota Ju.


“Gadis nakal,” guman Putra Mahkota Ju yang berdiri dari singga sananya.


Semua orang langsung kaget saat melihat Putra Mahkota Ju turun menghadapi Li Shang Yue.


“Ambil pedangmu Gadis kecil…!” kata Putra Mahkota Ju yang menyuruh Li Shang Yue mengambil pedangnya.


Saat akan memanggil pedangnya Li Shang Yue langsung berhenti. Matanya melirik sekitar yang banyak orang. Jika dia mengeluarkan senjatanya sekarang maka pedangnya akan jadi bahan rebutan.


“Ayah pinjami aku pedangmu…!” seru Li Shang Yue yang memanggil sang ayah.


Jendral Feng yang sedang menunduk langsung mendongak menatap gadis kesayangannya di atas panggung. Jendral Feng mencoba membalas senyum sang Putri sebelum melemparkan pedangnya. Pedangnya itu begitu berat karena memang sering dia bawah di medang perang.


Hap


“Kau siap Gadis kecil?” Putra Mahkota menatap lembut Li Shang Yue.


“Siap…! Ayo serang,” kata Li SHang Yue yang menantang.


Putra Mahkota langsung meleset menyerang Li Shang Yue dengan kekuatan peduh karena Putra Mahkota Ju yakin jika Li Shang Yue bisa menahan serangannya.


Trang


Seperti dugaan Putra Mahkota Ju serangannya memang bisa dengan muda di tahan oleh Li Shang Yue. Li Shang Yue yang menggunakan pedang sang Jendral dengan mudahnya menangkis semua serangan Putra Mahkota.


Li Shang Yue dan Putra Mahkota Ju saling menyerang seperti sedang berada di medang perang sesungguhnya. Keduanya menyerang dengan sengit walau sangat terlihat jika Li Shang Yue sangat tenang dalam menangkis semua serangan Putra Mahkota Ju.


Semua orang begitu terpukai dengan cara mereka bertarung. Mereka seperti pasangan yang sedang melakukan tarian pedang. Kaisar Ming yang merasa ada yang kurang memberikan kode pada pemain musik untuk mengiringi mereka dengan alunan musik. Alunan musik benar-benar membuat tarian mereka semakin sempurna dengan Li Shang Yue yang mengikuti alunan musik dalam serangannya.


“Mereka seperti pasangan kekasih…!”


“Benar, itu seperti tarian pedang yang sangat indah, lembut, anggun, tapi mematikan. Benar-benar sempurna,”

__ADS_1


“Lihat, Nona Feng sepertinya sangat santai menghadapi Putra Mahkota Ju,”


“Aku rasa kekuatan mereka imbang,”


Bisik demi bisikan kekaguman terdengar di telinga Jendral Feng membuat pria paruh baya itu tersenyum tipis. Putrinya memang sangat jenius bangga Jendral Feng dengan mengangkat kepalanya.


Bahkan Kaisar Li sampai menatap Li SHang Yue dengan mata tak berkedip. Anak yang dia buang bagaimana bisa menjadi gadis yang sangat pandai dalam ilmu berpedang. Kaisar Li dapat melihat jika Li Shang Yue sangat santai dalam pertarungannya.


Trang


Semua orang langsung berdecak kagum saat pertarungan selesai dengan pedang Li Shang Yue yang terlepas dari tangannya.


Namun untuk orang-orang dengan kultivator tinggi dan pandangan teliti tentu mereka jelas tahu jika Li Shang Yue sengaja mengalah bahkan sengaja melepaskan pedang di tangannya.


 


Kaisar Ming yang melihat jika Li Shang Yue mengalah hanya bisa berdecak kesal lantaran dirinya sangat ingin melihat kekalahan sang Putra sulung.


“Kenapa Yue’er mengalah? Harusnya dia hajar saja anak menyebalkan itu,” gerutu Kaisar Ming di dalam hati.


Permaisuri Shashang yang melihat wajah kusuf sang Kaisar langsung mencolek Selir Agung yang berada di samping.


“Ada apa?” tanya Selir Agung Zhishu.


“Lihat Kasiar, wajahnya sudah seperti anak yang tak di beri permen,” bisik Permaisuri Shashang dengan menutup mulut menahan senyum.


“Mungkin Yang Mulia Kaisar tahu jika Yue’er sengaja mengalah,” bisik Selir Agung.


‘‘Sepertinya memang seperti itu,” balas Permaisuri Shashang.


Prok prok prok


Kaisar Ming bertepuk tangan di ikuti seluruh hadirin yang hadir di dalam ruangan itu. Mereka semua menatap kagum dengan kepandaian dua orang itu dalam bermain pedang.


“Bagus-bagus Zhen sangat menyukai tarian pedang dari Nona Feng. Kasim kirim satu peti koin emas dan satu lusin kain sutra pada kediaman Jendral Feng…!”


***


Hay apa kabar para pembaca Si polos Yuyu? Baik-baik saja ya. Jangan lupa Like, komen, dan juga Votenya ya jangan hanya minta up banyak kalian nggak kasih Vote Othor capek hiks hiks.


Stop...!


Kalau nggak mau Vote like atau beri kopi kek biar kagak ngantuk Othor nulisnya.

__ADS_1


Eitttss jangan lupa mampir di Novel baru Author ya, baru netes tuh. Baca ya? Bacalah biar Othor sayang kalian banyak-banyak wkwk



__ADS_2