
"Kamu tahu, aku yang menolong?"
"Tentu saja tahu Nona, karena hanya Nona yang bisa melakukan itu. Nona akan menolong kami jika kami terluka," kata Yuren dengan senyum kecil di bibirnya.
Li Shang Yue yang mendengar akan pengakuan itu merasa terharu karena merasa di kenal dan di anggap oleh Yuren. Walau ia tak mengatakannya secara terang-terangan jika ia yang menolong Yuren akan tetapi Yuren mengenalnya.
"Terima kasih sudah mempercayai saya, saya ke sana dulu. Saat ini saya sedang lapar," kata Li shang Yue yang langsung menuju Fan Hu dan yang lain sedang membakar ayam buruannya.
Yuren yang mendengar apa yang dikatakan oleh sang nona hanya bisa menggelengkan kepalanya. Nonanya melangkah tetap anak kecil yang sangat suka makan. Terkadang Yuren tidak percaya jika sang nona yang memanjat miliki tubuh sekecil itu memiliki kekuatan yang sangat besar dan terlihat mengerikan.
"Saya tidak perlu anda mengatakannya karena saya akan selalu tahu jika itu anda. Jika anda yang membebaskan saya dari perbuatan itu, jika anda yang membalaskan saudara-saudari kami saat penyerangan beberapa bulan lalu, maka anda juga tidak akan membiarkan kami mati. Anda pernah di buang maka anda juga tidak ingin di tinggal. Sebenarnya apa bedanya hidup kita Nona? Anda memang seorang putri dari lahir sudah di kucilkan dan di beri penyiksaan yang mungkin 1 atau 2 hari tidak makan. Sedangkan saya, walau jadi budak saya pernah rasain kasih sayang. Jika di pikir-pikir kehidupan saya bahkan lebih baik di bandingkan dengan Nona. Saya berjanji Nona, saya akan setia bahkan jika harus mengorbankan nyawa saya untuk anda," batin Yuren yang menatap sendu Li Shang yue.
Bagi Yuren tak lagi heran kenapa Li Shang Yue selalu bersifat seperti anak kecil jika sudah bersama Jendral feng dam xin Qion karena hanya pada dua orang itu ia menemukan kasih sayang yang tulus dan di terima apa adanya. Hanya pada kedua laki-laki itu Li shang Yue merasa di perlukan dan di lihat ada. Oleh karena itu saat bersama Jendral Feng dan juga Xin Qion maka Li shang Yue akan menjadi seperti anak kecil. Sedangkan jika sedang di luar dia akan menjadi seseorang yang dewasa karena dia di latihan untuk dewasa di umurnya yang belum dewasa.
"Jika anda tidak datang membebaskan saya mungkin saat ini saya sama seperti wanita dan juga gadis-gadis yang terjual. Jika tidak jadi pelayan maka jadi pelajar karena hanya itu yang bisa kami lakukan," kata Yuren dalam hati.
Sedangkan Li Shang Yue gadis itu langsung.duduk di dekat Fan Hu saat sampai di tempat mereka semua membakar ayam.
"Apa belum matang juga?" Tabua Li Shang Yue yang duduk tiba-tiba.
"ASTAGA…!" merema semua serentak mengelus dada karena kemunduran Li Shang Yue yang begitu tiba-tiba.
"Ada apa? Apa kalian terkena serangan jantung?" Tanya Li Shang Yue dengan wajah polosnya.
"Serangan jantung? Apa itu?" Tanya Bonzhu yang baru mendengarnya.
__ADS_1
"Apa semacam makanan?" Tanya Lou Yi dengan dahi yang mengkerut.
Semuanya juga langsung menatap ke arah Lou Yi lalu menganggukan kepala. Mereka setuju jika itu makanan karena memang Li Shang Yue suka makan.
"Eh mampus kenapa kata-kata itu keluar? Gimana jelasnya nih masa di zaman ini tidak ada penyakit nama Serangan jantung?" Kata Li Shang Yue dalam hati.
"Serangan jantung itu penyakit, jangan tanya lagi aku lapar," ketus Li Shang Yue yang tak ingin menjawab apapun lagi karena dia memang saat ini tengah kelaparan.
"Eh dimana kalajengking merah tadi?" Tanya Li Shang Yue penasaran karena tidak melihat Kalajengking merah itu sedari tadi.
"Itu ada di samping Hi An dari tadi kalajengking merah itu tidak mau pergi dari Hi An. Kalajengking merah itu terus mengikuti kemanapun Hi An pergi," jawab Lou Yi yang duduk paling ujung.
"Yuyu jangan salah paham jika kamu ingin mengontraknya maka kontrak saja. Aku sudah mengusirnya akan tetapi dia tetap mengikutiku," ucap Hi An dengan cepat.
Hi An takut karena kalajengking merah itu yang terus mengikutinya nanti Li shang yue beranggapan jika dirinya yang merebut kalajengking merah merah milik Li Shang Yue.
"Aku juga tidak menginginkannya tapi kan kalajengking itu sendiri yang tadi mau ikut. Sebenarnya aku mau memberikannya pada Yuren tapi sepertinya tidak cocok. Yuren memiliki elemen Es demam tipe pertahanan sedangkan dia memiliki tipe penyerang," terang Li Shang Yue dengan bingung.
Mendengar akan hal itu tentu saja membuat mereka semua langsung kaget. Sampah segitunya Li shang yue mengetahui tipe hewan spiritual dan juga tipe kemampuan seseorang.namun mendengar jika kalajengking itu memiliki tipe penyerang dengan kekuatan racun membuat mereka semua langsung menatap Hi An.
Hi An yang sadar jika dirinya yang jadi pusat perhatian langsung menatap mereka dengan kesal.
"Ada apa? Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Hi An dengan kesal bercampur gugup.
"Pantas saja dia mengejar dan lengket padamu, kau lupa kau memiliki elemen tumbuhan dengan tipe penyerang," kata Lou Yi yang menggeplak kepala Hi An.
__ADS_1
Tak
"Hey jangan memukul kepalaku," kesal Hi An.
"An gege punya elemen tumbuhan? Bukannya selama ini An Gege selalu menggunakan elemen tanah dengan tipe yang sama?" Tanya Li Shang yue yang ikut bingung.
"Tidak sebenarnya, Hi an memiliki elemen lain yaitu elemen tumbuhan dengan tipe penyerang. Akan tetapi Hi An jarang menggunakan akan elemen itu kecuali dalam keadaan yang terdesak," terang Bonzhu.
Li Shang Yue yang mendengarnya mengangguk-anggukan kepalanya mengerti sebelum menatap kalajengking merah yang duduk meringankan di dekat Hi An.
"Jika begitu An gege kontrak saja dia? Atau mungkin An gege sudah memiliki hewan kontrak?" Tanya Li Shang Yue.
"Tidak, aku belum memiliki hewan kontrak hanya saja. Apa dia mau? Kekuatan akh saat ini masih sangat rendah di bandingkan dengan dia yang sudah berada di ranah level 8 akhir," kata Hi an yang kurang percaya diri dengan kekuatan dirinya sendiri.
Namun mereka melototkan mata saat kalajengking merah itu bangun dan berjalan mendekati Hi An. Tak hanya itu mereka dikejutkan dengan Kalajengking merah yang tiba-tiba menusuk tangan Hi An lalu mengemut jari yang luka itu dengan mulutnya.
Sring
"Dia melakukan kontraknya sendirian…!" Teriak Lou Yi dengan heboh.
Songak saja teriakan Lou yi membuat semuanya langsung menghampiri mereka.
"Ada apa? Apa ada masalah?" Tanya May Yun yang sudah dalam posisi siaga.
"Maaf tadi aku hanya kaget, maaf membuat kalian semua kaget," ucap Lou Yi yang membungkukkan badannya.
__ADS_1
"Eh dimana Lay?" Tanya Li Shang Yue yang baru sadar sedari tadi ia tidak memperhatikan salah satu anak buahnya itu.
"Saya disini Nona…!"