
Yuyu kamu jangan melakukan hal aneh-aneh, kita kesini hanya ingin membeli budak bukan untuk bertarung.” Bisik Snake di telinga Li Shang Yue.
“Bukankah koin ini akan menjadi berkali lipat jika aku menang. Lagipula aku sudah yakin jika aku akan menang.” Bisik Li Shang Yue dengan cara berbisik pula.
“Tapi..,”
“Tenang saja, aku pasti akan baik-baik saja.” Potong Li Shang Yue yang menepuk bahu Snake.
Brakkk
Tubuh seseorang tiba-tiba saja melayang dan menghantam tanah dengan keras. Pria itu langsung tidak sadarkan diri setelah menghantam tanah dengan keras.
“BOE..!”
“BOE!”
“BOE!”
Sorak sorakan terus terdengar meneriaki nama pria kekar yang berada di atas ring sana yang ternyata bernama Boe.
“Sekali lagi pemenangnya adalah Tuan Boee….!” teriak sang wasit.
“Siapa lagi yang ingin menantang Tuan Boe?”
Para kerumunan itu langsung saling berbisik satu sama lain namun tidak ada yang berani maju. Li Shang Yue tetap diam pada tempatnya menunggu seseorang untuk maju ke depan. Akan tetapi, setelah menunggu beberapa saat tak ada satu orang pun yang menunjuk tangan.
“APA TIDAK ADA LAGI?”
Li Shang Yue yang melihat jika sudah tidak ada orang yang mau maju lagi dengan segera mengangkat tangannya tinggi-tinggi karena tinggi badannya yang terlihat pendek.
“Kamu ingin bertarung dengannya?” Sang wasit menatap Li Shang Yue dari ujung kepala sampai ujung kaki.
“Benar Paman, aku ingin bertarung dengannya.” Jawab Li Shang Yue yang memberatkan suaranya agar terdengar seperti laki-laki.
Sontak ucapan Li Shang Yue yang lantang membuat semua orang mendengar nya hingga mulai membicarakan Li Shang Yue. Bahkan tak segan mereka juga sampai mencibir Li Shang Yue padahal orangnya masih berada disitu tapi mereka seperti tidak melihatnya.
Long yang masih berada di tengah-tengah kerumunan itu langsung melototkan matanya saat mendengar suara siapa yang baru saja dia dengar.
__ADS_1
“Gadis itu kenapa selalu membuat masalah dimana pun dia berada.” Gerutu Long yang berjalan cepat menuju ke depan berharap tidak terlambat menghentikan apa yang akan di lakukan oleh Li SHang Yue.
Namun terlambat Baru saja Long sampai di barisan pertama Long sudah bisa melihat Li Shang Yue yang naik di atas ring pertandingan.
Bughh
“Kenapa kamu tidak menghentikannya?” sentak Long yang menatap Snake dengan tajam.
“Maaf Long, kamu tahu seniri Yuyu itu sangat keras kepala.” Snake menundukan kepalanya merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Li Shang Yue.
“Tuan, apa Tuan benar-benar ingin melawan Tuan Boe?” tanya wasit itu lagi dengan tatapan meremehkan.
“Sudah aku katakan jika aku serius ingin bertarung dengannya!” tunjuk Li Shang Yue dengan tenang kepada Pria yang berdiri gagah di atas panggung dan ring.
“Apa yang kau taruhkan?” tanya Tuan Boe dengan menatap remeh Li Shang Yue.
“Kau lihat ini?” Li Shang Yue mengangkat dua kantong koin tael emas di tangannya.
“Di dalam ini ada 100koin emas, semuanya aku taruhkan tapi apa ada yang mampu?” balas Li Shang Yue yang tersenyum sinis tak lupa menatap rtemeh Tuan Boe.
“Baik Bos,” teriak mereka juga segera mengeluarkan dua kantong koin emas lalu di letakkan di atas meja.
Sontak perbuatan itu membuat orang-orang dalam kerumunan itu segera bertaruh lalu meletakkan koin emas mereka di atas meja dengan kumpulkan Kepingan koin emas Tuan Boe.
“Snake cepat!” Li Shang Yue langsung melemparkan kantungnya kepada Snake tapi langsung di tanggap oleh Long.
“Ayo,” Long langsung menuju meja bundar itu lalu meletakan koin itu di atas meja.
Tak ada satu orangpun yang meletakkan koinnya di bagian mereka. Semuanya lebih memilih untuk meletakkan di pihak Tuan Boe. Long yang melihat itu tentu tak tinggal diam dengan sekali lambangan tangan 2 kantong lagi ada di tangan Long. Long segera meletakan ke empat kantong itu di depannya.
“Dasar bodoh, untuk apa bertaruh banyak jika pada akhirnya Tuan kecil itu juga akan kalah.”
“Benar, mereka sangat buang-buang koin. Bahkan aku tidak merasakan tingkatan kultivasi pria muda itu.”
“Yah kau benar, aku juga tidak merasakan akan hal itu.”
“Apakah pria muda itu seorang sampah? Tapi dia membawa pedang walaupun pedangnya juga terlihat aneh.”
__ADS_1
“Kalian benar, untuk apa membawa pedang berkarat dan usang seperti pedang itu. Bahkan jika untuk melukai kulitku yang kekar ini belum tentu bisa melukaiku.”
Long dan Snake yang mendengar perkataan orang-orang itu langsung menatap ke arah Li Shang Yue yang berdiri gagah dan kokoh di atas ring pertandingan. Namun, kali ini yang menjadi fokus keduanya adalah pedang yang di pegang oleh Li Shang Yue.
Snake dan Long saling melirik satu sama lain saat orang-orang di sekitar mereka terus membicarakan Li Shang Yue dan juga pedang usang berkata yang di pegangnya sedangkan yang Long ataupun Snake lihat adalah kebalikan dari apa yang di katakan oleh orang-orang itu.
"Apa kamu melihat jika jika pedang hitam Yuyu menjadi berkarat?" Tanya Long dengan nada berbisik kepada Snake agar tidak ada yang mendengar apa yang dia tanyakan.
"Tidak, aku melihat pedang itu seperti biasanya. Pedang itu tetap indah dengan ukuran naga dan sarung pedangnya yang cantik." Jawab Snake dengan jujur.
"Apa kamu juga melihat pedang Yuyu seperti mereka atau sepertiku?" Bisik Snake.
"Aku melihatnya seperti apa yang kamu lihat."
“Lalu kenapa mereka mengatakan jika pedang Yuyu berkarat dan juga jelek usang. Jelas-jelas pedang itu bagus atau mungkin mata mereka yang karatan atau rabun?”
“Lebih baik kamu pulang anak muda! Bersembunyi saja di bawah ketiak ibumu hahaha!” Tuan Boe tertawa terbahak-bahak karena lawannya kali ini tidak ada apa-apanya di bandingkan dirinya itu menurut pemikiran Tuan Boe.
“Kenapa aku harus pulang dan bersembunyi di bawah ketiak ibuku? Apa kamu takut aku kalahkan?” sinis Li Shang Yue dengan menatap remeh Tuan Boe.
“Kurang ajar! Terima ini sialan..!”
Tuan Boe langsung menyerang Li Shang Yue dengan kecepatan tinggi mengayunkan kapaknya ke arah kepala Li Shang Yue.
Trang…
Kapak Tuan Boe langsung di tahan dan ditangkis oleh Li Shang Yue menggunakan gagang pedang hitamnya. Melihat jika serangannya bisa di tahan membuat Tuan Boe bertambah emosi. Dengan kecepatan kilat Tuan Boe kembali mengangkat kapaknya menyerang Li Shang Yue dengan membabi buta.
Sudah 30 menit Tuan Boe dan Li Shang Yue bertarung tapi tak ada yang mau mengalah.
Hosh hosh hosh
Terdengar napas Tuan Boe yang tersenggal-senggal karena terus menyerang Li Shang Yue tapi tak bisa mengenainya satu kalipun hingga kini Tuan Boe terlihat lelah.
“JANGAN HANYA MENGHINDAR SIALAN…! AYO LAWAN AKU..!” teriak Tuan Boe yang merasa kesal karena di permainkan oleh Li Shang Yue.
“Oh sudah selesai ternyata, sekarang giliranku.” Guman Li Shang Yue yang menyeringai dingin.
__ADS_1