
“Yuyu menurutmu hewan yang lucu itu seperti apa?” tanya Fan Hu dengan santai.
“Hm hewan lucu ya? Intinya hewan yang memiliki ukuran besar dan memiliki taring semua itu lucu contoh seperti harimau singa dan lain-lain.” Jawab Li Shang Yue dengann wajah yang berseri-seri.
Uhukk uhukkk
Fan Hu yang mendengar apa yang dikatakan oleh Li Shang Yue langsung terbatuk-batuk sendiri. Bagaimana tidak syok kenapa semua hewan yang dikatakan dan di anggap Li Shang Yue lucu dan menggemaskan adalah hewan menakutkan semua.
“Fan Gege kenapa?” tanya Li Shang Yue yang datang menghampiri Fan Hu yang masih terbatuk-batuk.
“Tak apa aku hanya batuk saja, tak perlu khawatir.” Elak Fan Hu dengan membuang muka.
“Aku yakin dengan sifatnya yang seperti ini di masa depan jika kami menemukan seekor hewan besar aku yakin dia tidak akan membunuhnya melainkan memeliharanya.” Kata Fan Hu dalam hatinya.
Li Shang Yue dan Fan Hu mendengar langahh kaki yang sepertinya sedang menuju ke arah mereka. keduanya langsung menoleh ke arah asal suara langkah kaki itu. Dari kejauhan sana Fan Hu dan Li Shang Yue bisa melihat Bonzhu dan beberapa warga sedang berjalan ke arah mereka. Saat sudah dekat hal yang tidak di duga terjadi membuat mereka semua kaget.
ROARRRRR
Para warga yang tadinya mengikuti rombongan Bonzhu langsunng mundur seketika saat Serigala Putih menerjang di depan mereka. Lebih tepatnya serigala putih itu berdiri di depan gadis kecil yang tak lain dan tak bukan adalah Li Shang Yue.
ROAAAR
__ADS_1
“Eh White jangan menakuti mereka,” ucap Li Shang Yue dengan suara yang lembut.
Roaar
Seakan mengerti apa yang di katakan oleh Li Shang Yue barusan White sang sergala putih dengan segera kembali berbalik dan mendekati kaki Li Shang Yu.
“Maaf,” Li Shang Yue hanya mengucapkan satu kata itu saja.
“Jadikan katakan anak muda untuk apa kamu membawa kami keluar dari desa kami?” tanya seorang pria paruh baya yang sepertinya orang itu merupakan Kepala desa di desa itu.
“Begini kepala desa kami dari ibu kota datang kemari untuk menjalankan misi memberantas monster air yang sering mengganggu kegiatan para warga. Akan tetapi, adik perempuan saya takut masuk ke dalam desa karena takut nanti kalian tidak mengizinkannya masuk ke dalam desa karena ada hewan peliharaannya,” terang Bonzhu dengan jujur.
Mendengar penjelasan dari anak muda di depan mereka itu kepala desa bersama para warganya segera menatap ke arah gadis kecil di depan mereka itu. Dapat mereka lihat jika apa yang dikatakan anak muda itu tidaklah bohong karena seekor Serigala berada di dekat gadis kecil itu yang tak lain dan tak bukan adalah Li Shang Yue dan White serigala putih.
“ benar bibi, kami semua berasal dari ibukota datang kemari untuk menjalankan misi.” Jawan Lou Yi dengan serius.
“Cih untuk apa kami mempercayakan Desa kami kepada gadis itu? Lihat, seberapa besar Serigala itu. Jika garis itu masuk ke dalam desa bukannya Desa kami akan tentram justru sebaliknya Desa kami akan sengsara. Kami semua akan menjadi mangsa dari serigala itu.” ucap salah satu wanita muda yang berdiri di belakang kepala desa dengan suara lantang.
“Maaf Nona namun saya nonaktifkan jika White tidak akan menyerang kalian jika kalian tidak menyerang lebih dulu.” Balas Li Shang Yue yang menatap tajam gadis yang membicarakannya tadi.
“Akan tetapi nona, apa yang dikatakan oleh putri saya itu benar adanya. Hewan yang anda bawa saat ini adalah hewan buas yang bisa Kapan saja menyerang kami, kami tidak mungkin memasukkan sebuah bahaya dengan sengaja ke dalam Desa kami sendiri.” ucap sang kepala desa yang sepertinya membela apa yang dikatakan oleh gadis di belakangnya itu yang ternyata merupakan putrinya.
__ADS_1
“Begini kepala desa, walaupun saat ini serigala itu terlihat buas akan tetapi dia sudah digunakan oleh saudara perempuan kami. Kami kemari hanya untuk menjalankan misi dan membebaskan kalian dari monster itu. Jika kalian tidak menerima kehadiran saudara perempuan kami maka lebih baik Kami pergi saja. Namun satu hal yang harus kepala desa dan kalian semua ketahui jika setelah kepergian Kami tidak akan ada pendekar lagi yang akan turun langsung ke desa ini.” kata Bonzhu dengan suara lantang.
“Apa maksud anda anak muda?” kaget kepala desa menatap tajam Bonzhu.
“Tanpa saya jelaskan kalian semua pasti mengetahuinya dengan jelas. Bahkan Desa ini merupakan salah satu desa yang dekat dengan perbatasan antar wilayah kekaisaran Li dan kekaisaran Ming.” ucap Hi An dengan suara datar dan dinginnya.
“Jadi pikirkan apa kalian membiarkan saudara perempuan kami masuk atau kami semua akan pergi,” kata Lou Yi.
Sontak saja saat mendengar apa yang dikatakan oleh Lou Yi mereka semua mulai cemas. Tadinya kepala desa dan putrinya berpikir untuk tidak pernah mengizinkan Li Shang Yue masuk ke dalam desa. Kedua pasang ayah anak itu Bukan Tanpa Alasan tidak mengizinkan Li Shang Yue masuk ke dalam desa. Kepala desa sengaja tidak ingin memasukkan Li Shang Yue ke dalam desa karena takut ada yang menyaingi kecantikan putrinya.
Sedangkan di sisi Fan HU pria itu dengan mati-matian menahan amarahnya agar tidak meledak dan menyerang para warga. Fan Hu tahu jika kedua orang di depannya itu sengaja menolak Li Shang Yue Karena rasa iri. Dalam sekali lihat pun Fan Hu tentu saja langsung tahu jika wanita muda yang berada di belakang pria paruh baya itu merasa iri dengan Li Shang Yue.
“Jika kalian terus bersikeras menolak kehadiran saudara perempuan kami maka akan lebih baik Kami pergi dari tempat ini. Akan tetapi jangan menyesal jika kemudian hari Desa kalian semakin di pora-porandakan oleh monster itu.”
Fan Hu menatap tajam sekumpulan orang-orang itu yang masih belum bergeming dari tempatnya. Melihat jika mereka sepertinya tetap kekeh mengikuti keputusan Kepala Desa. Fan Hu yang merasa kesal karena orang-orang itu mudah sekali dibohongi langsung menarik pergelangan Li Shang Yue dengan lembut.
“Ayo kita pergi, bukankah masih ada 2 misi lagi yang harus kita kerjakan? Jangan terus berdiam diri di sini karena kita berada di sini hanya membuang-buang waktu kita. Lagi pula dengan menghilangkan satu misi itu sudah cukup untuk kita tak perlu memperbanyaknya lagi apalagi harus menyaksikan orang-orang licik ini.”
Fan Hu menarik Li Shang Yue berbalik untuk bersiap meninggalkan Desa itu. Bonzhu dan teman lainnya yang melihat kepergian sahabat mereka segera bergegas untuk mengikuti langkah Fan Hu dan Li Shang Yue.
“TUNGGU JANGAN PERGI!”
__ADS_1
Fan Hu dan Li Shang Yue yang mendengar teriakan itu segera menghentikan langkah kaki mereka. Keduanya membalikkan badan mereka dengan pelan dan patah-patah mengapa datar seorang wanita paruh baya yang maju di depan kepala desa dengan berani.