
“Berikan koin itu kepada Putri Li Shang Yue!” titah Kaisar Li dengan datar dan tanpa ekspresi.
“Baik Yang Mulia.”
“Pergilah,” Kaisar Li segera mengibaskan tangannya mengusir Aron untuk keluar dari ruangannya.
Setelah memastikan Aron telah keluar Kaisar Li langsung berdiri dari kursi kerjanya. Kaisar Li langsung berjalan ke lemari rak-rak tempat buku. Kaisar Li terus mencari hingga beberapa saat kemudian Kaisar Li menemukan buku yang ia cari. Kaisar Li dengan gerakan cepat segera berbalik kembali duduk di kursi kebesarannya dengan membawa sebuah buku yang begitu besar dan tebal.
Lembar per lembar Kaisar Li buka buku itu yang ternyata buku silsilah keluarga kerajaan dari Kaisar pertama sampai anak keturunannya yang menjadi Kaisar. Kaisar Li terus membalik lembar perlembar halaman buku itu hingga di lembar yang entah keberapa Kaisar Li menghentikan tangannya.
“Dia…, tidak salah lagi, dia yang aku cari.” Guman Kaisar Li.
Mata Kaisar menatap lukisan wajah pria gagah dan berani yang berada di buku yang ia pegang. Kaisar Li memusatkan untuk membaca tentang itu.
Kaisar Li Chen Teng adalah Kaisar ke 5 yang memimpin benua Li. Kaisar Cheng adalah Kaisar yang tidak bisa berkultivasi akan tetapi, saat pandai dalam ilmu beladiri dan juga berpedang.
Dari umur 7 tahun Kaisar Chen sudah turun di medan perang. Hingga di umurnya yang ke 15 tahun dia diangkat menjadi Jendral besar dengan anggota pasukan sebanyak 5000 pasukan yang berada di bawah kepemimpinannya.
Walau tak bisa berkultivasi tetapi Kaisar Chen selalu memenangkan peperangan hingga di umur yang ke 20 tahun ia menjadi Kaisar dengan julukan Harimau yang tertidur.
Kaisar Li yang membaca itu sampai tertegun. Bagaimana bisa seorang yang tidak bisa berkultivasi bisa menjadi Kaisar tapi selalu memenangkan peperangan. Namun, di sisi lain Kaisar Li juga merasa senang karena jika Putri dari wanita yang dia cintai bisa menjadi Ratu. Namun, Kaisar Li juga merasa tak rela jika Li Shang Yue naik tahta sedangkan Putri Wei Rong hanya akan terus menjadi Putri biasa dengan kata lain Putri dari seorang selir.
Sedangkan di tempat lain Li Sang Yue terus menggerutu karena tidak mendapatkan satu baju pun yang menurutnya bagus.
“KENAPA AKU SANGAT MISKIN…!” teriak Li Shang Yue yang langsung mengangkat kursi kayu di sampingnya lalu dibuangnya ke segala arah.
Brakkkk
Aaaaah
“Putraku…!” pekiik seseorang karena sang putra yang di hantam kursi milik Li Shang Yue.
“Eh..” Li Shang Yue yang mendengar suara orang asing segera berbalik betapa kagetnya Li Shang Yue saat melihat siapa yang berada di depannya sekarang.
“Jendrajl..,”
“Panggil aku ayah mulai sekarang!” potong Jendral Feng.
“Baik ayah,” balas L Shang Yue dengan patuh.
“Ada apa dengan kepalamu Jendral Xin?”
Li Shang Yue bertanya dengan memasang wajah polos dan juga tanpa dosa membuat Jendral Xin ingin menenggelamkan aja Li Shang Yue.
__ADS_1
“Jangan berpura-pura bodoh meimei!” teka Jendral Xin yang menatap tajam Li Shang Yue.
“Meimei?” guman Li Shang Yue yang memiringkan kepalanya menatap Jendral Xin dan juga Jendral Feng secara bergantian.
“Kemarilah Putriku,” Jendral Feng segera membawa Li Shang Yue mendekati Jendral Xin.
“Mulai saat ini kamu harus memanggilnya gege karena dia putra ayah. Itu artinya kalian saudara sekarang kedua nama Ayah adalah Heng Qi Feng sedangkan gegemu bernama Heng Xin Qion.” Terang Jendral Feng yang memperkenalkan dirinya dan juga putranya secara resmi.
“Apa aku masih mempunyai keluarga yang lain?” tanya Li Shang Yue.
“Tidak, Ayah tidak memiliki saudara yang lain begitu pula ibundamu yang tak memiliki saudara yang lain karena kami semua sama-sama anak tunggal.”
Li Shang Yu yang mendengar itu hanya mengangguk-anggukan kepalanya dengan menatap Jendral Xin yang masih menatapnya tajam.
“Ayah lihat, tatapan gege Xin seperti harimau.” Li Shang Yue langsung bersembunyi di belakang Jendral Feng.
Jendral Feng yang mendengar aduan dari Putri kecilnya langsung menoleh ke arah putranya itu.
“Kenapa kamu menakut-nakuti meimei mu seperti itu?” Jendral Feng melototi Jendral Xin.
“Cih aku hanya menakut-nakutinya saja, aku hanya ingin mempunyai meimei yang kuat.”
Brakk
“PUTRAKU..!”
“Siapa yang melemparku?” Jendral Xin bertanya dengan wajah linglung.
“Ayah tidak mungkin melakukan itu.” Jawab Jendral Feng dengan cepat menggelengkan kepalanya.
“Tapi siapa..? Di dalam ruangan ini kita hanya bertiga, aku Ayah dan…,”
Kedua pria itu segera menoleh ke arah Li Shang Yue yang tengah menatap mereka dengan wajah polosnya.
“Katakan kamu sudah bisa berkultivasi Putriku?”
“Ayah lupa jika aku baru saja menyerang orang di aula pertemuan tadi?” Li Shang Yue justru bertanya balik dengan sebuah senyum manis di bibirnya.
“Lalu kenapa kamu menyerangku?”
“Karena aku sangat tidak menyukai ada orang yang menghinaku,”
“Tapi aku hanya…,”
__ADS_1
“Walau hanya candaan aku tetap akan membungkam mulutnya,” potong Li Shang Yue.
“Gege lupa jika hidupku selama 14 tahun hanya menerima penghinaan? Kali ini tidak lagi.” Lanjut Li Shang Yue dengan pandangan yang tajam.
Jendral Xin yang mendengar pengakuan dari Li Shang Yue merasa tertegun. Pria itu lupa dengan apa yang di alami oleh adik kecilnya itu.
“Maafkan aku meimei, aku sadar ucapanku melukaimu.” Jendral Xin segera meminta maaf tak ingin membuat gadis yang baru saja menjadi adik kecilnya itu menangis.
“Lalu kenapa kamarmu seperti gudang, Putriku?” tanya Jendral Feng yang sedari tadi melihat kamar sang putri angkat yang sangat berantakan.
“Aku ingin ke pasar tapi, lihatlah! Semua baju itu bahkan lebih baik pakaian pelayan.” Gerutu Li Shang Yue yang menunjuk tumpukan pakaian yang telah dia keluarkan dari lemari.
Deg
Jendral Xin yang melihat pakaian lesu sang adik tertunduk sedih. Adiknya itu tidak hanya menerima penghinaan tapi bahkan untuk pakaian saja, pakaian yang di kenakan pelayan masih lebih baik di banding pakaian yang milikinya.
“Gege pinjami aku baju mu.”
Uhukkk uhukkk
Jendral Xin yang mendengar apa yang di katakan oleh Li Shang Yue langsung kaget. Apa Li Shang Yue ingin memakai pakaian laki-laki pikit Jendral Xin menatap aneh Li Shang Yue.
“Putriku untuk apa kamu meminjam pakaian Gege mu?” Jendral Feng bertanya dengan dahi yang mengkerut.
“Jika kamu ingin membeli pakaian katakan saja, akan Ayah belikan yang baru.” lanjut Jendral Feng.
“Tidak, aku ingin pakaian Gege. Aku tidak mau memakai pakaian berat itu jadi, aku akan memakai pakaian laki-laki saja.”
“APA…?”
“Lagipula aku pasti lebih keren memakai pakaian laki-laki di bandingkan memakai pakaian yang berlapis-lapis itu.”
“Putriku memang unik”
“Adikku memang unik.”
Jendral Feng dan Jendral Xin membatinkan hal yang sama setelah menyadari jika Li Shang Yue sangatlah unik.
“Baiklah jika itu yang meimei maka akan Gegeg berikan.”
Sring
Tiba-tiba di tangan Jendral Xin sudah ada sepasang pakaian yang memiliki warna biru gelap.
__ADS_1
“Eh, Gege ambil dimana? Kok bisa tiba-tiba ada?”
“Astaga aku lupa menjelaskan hal ini kepada Yuyu.” Long yang sedari tadi diam langsung mengeluarkan suaranya.