Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 50


__ADS_3

Li Shang Yue bersama dengan teman kelompoknya menelusuri hutan mencari target mereka yang pertama merupakan target dari Li Shang Yue.


“Lebih baik kita cari tempat peristirahatan dulu, hari sebentar lagi gelap.” Kata Bonzhu yang mengingatkan teman-temannya.


“Kamu benar lebih baik kita istirahat.” timpal Lou Yi.


“Akhirnya mereka semua mencari tempat yang sekiranya aman dari serangan binatang buas. Setelah mendapatkannya mereka semua mulai mengumpulkan kayu bakar. Li Shang Yue yang melihat ke empat pria itu sibuk berinisiatif membersihkan hewan buruan mereka di sungai yang tidak jauh dari mereka.


“Yuyu kenapa kamu tidak bilang jika ingin membersihkan daging. Jika kami tahu kami akan membantu kamu,”


“Tidak apa-apa Hi An lagipula kalian tadi lagi sibuk dan tentu lelah.” Balas Li Shang Yue.


Yah sejak mereka masuk hitam Li Shang Yue seperti di anggap orang yang lemah dan selalu menjaganya. Tapi Li Shang Yue tidak tersinggung mereka menganggap Li Shang Yue lemah tapi tidak pernah menghinanya baik dari tatapan sekalipun. Mereka memperlakukan Li Shang Yue seperti adik kecil mereka sendiri.


“Ayo duduk biar aku yang membakarnya,” Hi An langsung mengambil daging di tangan Li Shang Yue lalu membawanya di api unggun.


“Duduklah,”


Li Shang Yue hanya tersenyum lalu duduk di samping pria yang bernama Fan Hu yang merupakan pria yang paling pendiam di antara yang lainnya.


“Yuyu kamu jangan ambil hati dengan sikap Fan Hu dia memang pendiam,” kata Bonzhu.


“Tak apa, aku mengerti kok.”


Li Shang Yue duduk dengan tenang menunggu daging yang di panggang matang. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya daging itu matang.


“Ayo makan,” Bonzhu memberikan daging panggang yang sudah matang itu ke arah Li Shang Yue dan juga Fan Hu dengan satu persatu.


Saat mereka menggigit daging rusa itu mereka langsung melototkan mata saat merasakan rasa daging itu yang begitu enak dan guruh.


“Hi An apa yang kau tambahkan di daging ini?” tanya Bonzhu yang menatap ke arah Hi An.

__ADS_1


“Aku tidak tahu, aku tidak menambahkan apapun hanya saja tadi seperti ada sesuatu yang Yuyu tambahkan di daging itu soalnya pas aku ambil memang kek ada yang aneh.” Balas Hi An.


Sontak mereka langsung menoleh ke arah Li Shang Yue yang masih lahap memakan makanannya tanpa memperdulikan mereka yang sedang menatap ke arahnya.


“Ada apa?” tanya Li Shang Yue dengan polos dan mulut penuh.


“Apa yang kamu tambahkan di daging ini?” tanya Hi An.


“Oh itw hanywa bumbu rempawh.” jawab Li Shang Yue dengan mulut penuh.`


“Bumbu apa kenapa sangat lezat?”


Hi An terlihat tidak puas dengan jawaban Li Shang Yue masih terus bertanya. Jelas dia merasa tidak puas karena di keempat pria itu hanya dia yang suka memasak oleh karena itu Hi An sangat penasaran dengan resep bumbu Li Shang Yue.


“Nanti aku berikan,” ucap Li Shang Yue yang mengetahui keinginan Hi An yang ingin memiliki cita rasa yang sama dengan makanan yang dia buat.


Hi An yang mendengar itu langsung tersenyum tenang lalu mulai makan dengan lahap. Satu ekor rusa yang begitu besar habis di lahao oleh kelima orang itu. Setelah beberapa saat akhirnya mereka semua menyelesaikan acara makan mereka.


“Minumlah,” Fan Hu yang duduk di sebelah Li Shang Yue memberikan botol tekonya kepada gadis itu.


“Tak apa Yuyu, Fan HU bisa minum denganku.” Ucap Bonzhu yang seakan mengerti apa yang di pikirkan oleh Li Shang Yue.


“Baiklah,” Li Shang Yue langsung mengambil teko itu lalu mulai minum.


“Kalian tidurlah aku akan berjaga,” kata Bonzhu yang menyuruh mereka untuk tidur karena memang hari sudah berganti malam.


“Aku akan ikut berjaga,” timpal Li Shang Yue.


“Tidak, kamu tidurlah karena nanti kita akan bergantian.” Kata Lou Yi.


“Tidak aku akan berkultivasi jadi, aku hatrus terjaga.”

__ADS_1


“Baiklah, kamu bisa melakukannya disini aku akan menjaga kalian.” Kata Bonzhu dengan tenang.


Akhirnya Lou Yi, Hi An, dan Fan HU segera berbaring di tanah itu dengan hanya mengandalkan selimut yang tipis. Sedangkan Li Shang Yue gadis itu segera duduk lotus di bawah pohon yang tidak jauh dari Bonzhu. Namun yang sebenarnya terjadi adalah Li Shang Yue masuk ke dalam ruang dimensinya untuk melakukan kultivasi di dalam ruang dimensi masih lebih baik.


“Nona…! Kau datang?” seru Nino yang merasa bahagia karena sang Nona kembali ke ruangan Dimensi.


“Hm, Nino kamu tolong carikan aku buku tentang ilmu pedang.” Kata Li Shang Yue.


“Baik Nona, akan Nino kerjakan.”


Nino segera berbalik lalu berlari dengan menggunakan tubuhnya yang kecil hingga terlihat seperti bola yang berlari kesana kemari. Tak ingin membuang waktu Li Shang Yue langsung menuju mata air kehidupan lalu mulai masuk ke dalam kolam itu dan melakukan kultivasi.


Lima hari berlalu begitu saja Li Shang Yue membuka matanya dengan perasaan kecewa. Gadis itu telah berjuang keras untuk menerobos tapi ia tidak melakukan terobosan sama sekali.


“Nona..,” Nino segera mendekati Li Shang Yue namun saat melihat wajah cemberut Li Shang Yue yang membuat Nino langsung terdiam menunggu sang junjungan naik ke dari air.


“Ada apa Nona? Kenapa wajahmu terlihat sedih seperti itu?” tanya Nino dengan lembut.


“Aku sudah berusaha cukup keras agar bisa menerobos ke tahap Penguasa Alam Bumi Tingkat Akhir tapi aku tidak melakukan terobosan sama sekali.” Jawab Li Shang Yue yang cemberut duduk di pinggir danau mata air kehidupan itu.


“BUkankah itu hal yang sedikit mustahil untuk manusia bisa menembus tahap itu? Nona tidak perlu khawatir Nino akan mencari caranya agar Nona bisa menembus tahap itu.” hibur Nino yang tak mendapat respon dari Li Shang Yue.


Melihat sang junjungan merasa sedih Nino hanya bisa menundukan kepalanya. Jika dia dengan cepat menemukan nonanya ini maka ingatannya pasti masih utuh dan mengingat semuanya. Namun, dia terbangun setelah ratusan tahun dan ingatannya hanya tersisa sebagian saja.


“Nino aku sudah berapa lama disini?”


“5 Hari Nona,”


“APA…? MEREKA PASTI KHAWATIR,”


“Nona tidak perlu cemas waktu disini 1 hari di dunia luar hanya satu jam,” terang Nino yang membuat Li Shang Yue tidak terlalu panik.

__ADS_1


“Nona ini buka yang anda minta.” Nino menyerahkan dua buku yang memiliki sampul gambar Pedang.


"Pedang ini…


__ADS_2