Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 175


__ADS_3

''Fan Gege ini kedai makan kenapa bisa menyajikan makanan manusia?" tanya Li Shang Yue dengan berbisik.


''Karena untuk keturunan campuran iblis dan manusia biasa mereka bisa makan keduanya dan lebih menyukai makanan manusia,'' jawab Fan Hu dengan berbisik pula.


;Li Shang Yue yang mendengarnya langsung terdiam dengan menunggu pesanan mereka hingga beberapa saat kemudian pesanan yang di pesan datang. Li Shang Yue yang memeng sudah sangat lapar langsung memakan makanannya tanpa peduli dengan keadaan sekitarnya.


''Hey makan yang pelan-pelan Yuyu, nanti kamu keselek bagaimana?" kata Lay dengan khawatir.


''Tenang saja, aku pasti akan baik-baik saja,'' kata Li Shang Yue dengan wajah yang mengembung karena full makanan.


Huuuuuh


Lay dan Fan Hu hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan samar melihat bagaimana Li Shang Yue makan. Gadis itu jika sudah menyangkut makanan cepat sekali dia selesai. Lihat bahkan dalam sekejap mata piring pertama sudah dia habiskan.


''Nyam nyam enak juga,'' guman Li Shang Yue yang langsung mengambil mangkuk kedua dengan sumpit di tangannya.


Hi An dan Chan Si yang mendengar gumana Li Shang Yue saling melirik satu sama lain dengan pandangan yang sulit di artikan.


''Sejak kapan makanan itu tidak enak di dalam mulut Yuyu? Bahkan jika itu racun pun aku rasa itu akan enak juga,'' guman Hi An yang masih dapat di dengar oleh semuanya.


''Aku setuju dengan apa yang kau katakan. Emang sejak kapan makanan rasanya tidak enak jika di makan oleh Yuyu. Semua makanan di dalam mulut dia nggak ada yang tidak enak, semuanya enak,'' kata Chan Si dengan memakan makanannya.


Tak


AAAAA


Chan Si dan Hi An berteriak keras saat merasakan kaki mereka di injak sesuatu dengan kuat.


''Masih berani mengejek Nona ku ha..? Apa kalian mau aku memotong mulut kalian yang cerewet itu he..!"" Yuren menatap tajam keduanya membuat keduanya langsung meringis.

__ADS_1


Tanpa di tanya lagi mereka sekarang tahu siapa dalang yang mengiinjak kaki mereka jika bukan lagi Yuren. Kedua pria itu tidak lagi membalas selain hanya diam memakan makanan mereka berdua.


Setelah beberapa saat akhirnya makanan mereka habis tak tersisa dengan Li Shang Yue yang menyelesaikan hidangan terakhirnya. Mata Li Shang Yue mengerjap polos menatap sebuah kendi di depan meja mereka.


''Itu apa?" tanya Li Shang Yue menunjuk kendi itu dengan dagunya.


Semuanya langsung menuju arah apa yang di tunjuk oleh Li Shang Yue. Mereka membulatkan melihat kendi itu yang tak lain adalah kendi anggur alias alkohol.


''Kenapa Yuyu?" tanya Chan Si dengan enteng.


''Aku juga mau minum..!''


Uhukk uhukk


Lagi-lagi mereka harus terbatuk-batuk mendengar jawaban dari Li Shang Yue yang sangatlah polos dan terlihat bodoh. Membuat mereka tersenyum kikuk dengan orang-orang yang menatap mereka dengan tatapan yang beragam.


Li Shang Yue yang mendengarnya hanya bisa menggerutu dalam hati saat di larang. Padahal  dalam hati dia sangat ingin karena dia tahu jika kendi itu adalah alkohol.Li Shang Yue penasaran dengan rasa alkohol di dunia ini.


''Ck padahal aku ingin minum. Apa susahnya memberiku sedikit saja? Aku kan hanya mau coba,'' gerutu Li Shang Yue dalam hati.


''Sudahlah Yuyu, lagi pula kamu masih anak kecil,'' kata Long di dalam pikiran  Li Shang Yue.


''Cih aku itu sudah 25 tahun tahu..!'' kata Li Shang Yue dalam hati menjawab perkataan Long.


''Itu umur jiwamu Yuyu, saat ini kamu berada di raga gadis kecil yang berumur 15 tahun,'' sahut Snake di dalam opikiran Li Shang Yue membuat gadis itu semakin kesal dan wajahnya semakin masam saja.


''Cih benar-benar menyebalkan. Lihat saja nanti aku akan mencuri kendi seperti tiu,'' kata Li Shang Yue dalam hati dengan senyum miring di bibir tipisnya itu.


 Jika saja Fan Hu atau yang lainnya mendengar apa yang di rencanakan gadis kecil itu maka mereka akan menjadi menepuk jidat mereka saja. Mereka membayar pesanan mereka sebelum kembali keluar dari kedai makan itu.

__ADS_1


''Sekarang kita kemana dulu Nona?" tanya Lay kepada Li Shang Yue.


Lay memanggil Li Shang Yue dengan panggilan yang berbeda-beda setiap saat. Kadang memanggilnya Yuyu, kadang pula memanggilnya sebagai Nona membuat Li Shang yue merasa bingung namun juga tidak membantah hanya karena perkara nama saja.


''Kita cari dulu penginapan Yuyu, sebentar lagi pasti malam. Lihat di atas semuanya sudah mulai gelap,'' kata Fab Hu yang menyuruh mereka untuk mendongak ke atas. Mereka menatap jika di atas sana memang sudah mulai gelap gulita. Walau bingung mereka tetap menuruti perkataan Fan Hu karena hanya Fan Hu yang pernah kemari pasti pria itu tahu banyak hal. Oleh karena itu, mereka mengikuti sapa yang dikatakan oleh Fan Hu.


Li Shang Yue dan yang lainnya segera mencari tempat penginapan untuk mereka tidur sebentar malam. Sedangkan di tempat lainb di sebuah ruangan mewah terbuka hingga menampilkan seorang pria yang memiliki penampilan yang begitu rupawan. Mata yang tajam layaknya mata pedang, alis yang tegak, bola nata berwarna merah semerah darah, rahang yang indah, bibir yang seksi dan hidung yang mancung membuat siapa saja yang memandangnya akn langsung terpesona di buatnya.


''Yang Mulia akhirnya anda keluar juga,'' ucap sesosok pria yang langsung berlutut di hadapan pria itu.


''Ada apa? Kenapa kau terlihat sedang panik seperti itu?'' sosok itu bertanya dengan nafda yang dingin.


''Benar Yang Mulia, pria keparat itu ternyata sudah menjadikan manusia untuk tumbalnya agar bisa mencapai apa yang dia inginkan. Dia bahkan pernah membuat beberapa orang yang berada di pihak kita berpindah padanya,'' terang sang bawahan itu.


Pria yang baru saja keluar dari ruang pelatihan itu langsung mengepalkan tangannya dengan kencang hingga memutih saat mendengar penjelasan dari anak buahnya. Tanpa bertanya lagi pria itu tahu siapa yang di maksud bawahannya itu.


''Jadi dia sudah mulai bermain terang-terangan?" desis pria itu dengan seringaian kejam.


''Tak hanya itu Yang Mulia, pria itu jauga sudah menyebarkan jika Yang Mulia Ratu sudah terlahir kembali. Dari yang kabar aku dengan katanya besok dia akan membawanya di istana ini,''


''APAAAA?" sosok itu berteriak kaget dengan amarah yang meledak-ledak.


Berani sekali orang itu berniat membawa wanita lain masuk ke dalam istananya yang selama ini tak pernah di injakan perempuan karena dia hanya menunggu satu wanita yairu Ratunya. Lalu sekarangan bagaimana bisa orang itu ingin memasukan orang yang bahkan tak pernah di izinkan ooleh pria itu masuk ke dalam istana.


''Beraninya dia ingin mengaturku he..? Tak akan aku biarkan..!'' geram sosok itu.


''Kabar ini sudah di ketahui oleh rakyat kita Yang Mulia,'' kata sosok itu dengan ragu-ragu dan takut-takut.


BRANGKKK

__ADS_1


__ADS_2