
Li Shang Yue menatap keadaan sekitarnya yang ternyata hampir sama dengan dunia manusia. Hanya saja disini banyak orang yang bekerja dan tidak ada namanya pengemis. Setelah melakukan perjalanan beberapa saat akhirnya mereka sampai di istana yang di maksud oleh Yang Hong dan juga Baize.
''Buka gerbannya...!'' titah Yang Hong pada penjaga yang menjaga gerbang kerajaan.
''Lord,'' kedua penjaga itu langsung berlutut di hadapan Yang Hong.
''Aku tidak suka memerintah untuk kedua kalinya...!'' tekan Yang Hong yang menahan kekesalan karena penjaga itu tidak membuka gerbangnya.
''Maaf Yang Mulia Lord,'' penjaga itu langsung bangun lalu membuka gerbang istana dengan cepat.
''Yuyu, ayo kita masuk,'' ajak Yang Hong dengan suara yang lembut membuat kedua [penjaga itu menelan ludah.
Selama ini mereka sangat tahu dengan junjungan mereka itu yang tidak pernah berkata lembut seperti itu terutama pada wanita. Jangankan berucap lembut bahkan hanya untuk menatap wanita 5 detik saja tidak pernah sama sekali. Lalu apa ini, tak hanya bisa berucap dengan nada lembut dan ramah tapi wajahnya juga memperlihatkan senyuman menawan yang akan membuat semua wanita tergila-gila padanya.
Yang Hong menggenggam tangan kiri Li Shang Yue membawanya masuk ke dalam istananya yang terlihat sangat megah dari luar dan sedikit berbeda dengan istana yang berada di dunia tengah. Li Shang Yue dapat melihat jika istana merekka itu lebih mirip seperti kastil kuno walau bukan modern tapi itu seperti kastil. Gadis itu di apit oleh Yang Hong dan Zhing yang menggenggam tangan Li Shang Yue dengan erat seperti menjaga anak kecil.
Tentu saja, merekka harus menggenggamnya dengan erat karena jika lengah sedikit saja maka gadis itu akan langsung menghilang saja.
Yang Hong mengajak Li Shang Yue masuk ke dalam istana yang langsung di sambut puluhan pelayan dan penjaga yang menyambutnya di depan. Walau mereka bingung dengan siapa kedua gadis yang datang bersama junjungan mereka tapi mereka tetap memberikan penghormatan pada sang jujungan Lord.
''Hong'er...! Kau sudah pulang Nak,''
Mendengar suara itu dengan serentak mereka menoleh ke arah asal suara hingga langsung bisa melihat seorang wanita cantik dewasa dengan seorang wanita di belakangnya. Melihat wanita itu Yang Hong langsung melepaskan genggaman tangannya pada tangan Li Shang Yue lalu memberi penghormatan pada sang wanita dewasa tersebut.
''Salam ibunda,'' ucap Yang Hong yang di ikuti yang menundukkan kepala.
Sedangkan Li Shang Yue hanya bersikap acuh tak acuh pada wanita dewasa di depannya walau pun dia juga ikut menganggukan kepalanya saja sebagai bentuk pernghormatan. Terlihat wanita itu menatap lembut ke arah Yang Hong namun lansgung berubah tajam saat melihat yang lain terutama Li SHnag Yue yang berada di samping sang Putra.
''Siapa mereka?" tanya sang wanita dengan nada dingin dan wajah datar.
''Sahabat mate ku,'' jawab Yang Hong dengan nada tak kalah dingin.
__ADS_1
''Manusia itu?" wanita itu langsung menatap tajam kedua wanita di depannya itu dengan tatapan yang mematikan.
Yuren yang melihat tatapan tajam dari wanita di depannya itu langsung menarik Li Shang Yue menjauh sedikit dari Yang Hong. Yuren tidak ingin karena masalah akan hal itu membuat sang Nona kecilnya berada di dalam masalah sedangkan Li Shang Yue yang merasakan adanya yang menariknya langsgung melihat tangannya yang di tarik oleh Yuren.
''Ikut aku ke ruang Ayahanda mu...!'' ucap sang wanita dewasa dengan wajah datarnya.
''Baik Ibunda,''
''May'er ayo ikut ibunda,'' ucap sang wanita dewasa dengan nada lembut.
Mereka berjalan entah kemana hanya mengikuti langkah kaki dari wanita dewasa di depan mereka itu dengan pasrah. Zhing Young yang merasakan akan adanya bahaya yang menimpa sang kekasih langsung saja mendekat ke arah Li Shang Yue lalu menggenggam tangannya dengan erat.
''Jangan takut. Jika mereka menindasmu maka balaslah aku akan melindungimu dengan nyawa ku,'' bisik Zhing Young yang masih bisa di dengar yang Hong.
Li Shang Yue yang mendnegarnya langsung tersenyum manis sebelum menganggukan kepalanya sembari berkata. ''Tentu saja, aku tidak akan membiarkan orang lain menindasku. Jika itu terjadi maka aku tidak akan tinggal diam,'' balas Li Shang Yue dengan senyum miring yang terlihat mengerikan.
''Good girl, ini baru wanitaku.'' bisik Zhing Young dengan senyum menawan.
Yang Hong yang mendengar akan hal itu hanya bisa menarik napas dengan dalam-dalam dan membuangnya kasar. Pria itu tahu kemungkinan buruknya adalah hubungan mereka di tentang oleh kedua orang tuanya dengan keras karena Li Shang Yue merupakan seorang manusia biasa.
Tok
Tok
''Suamiku, aku ingin bicara sebentar,'' ucap sang wanita dewasa dengan sedikit keras.
''Masuk,'' sahut dari dalam ruangan itu.
Wanita dewasa itu tersenyum lalu membuka pintu dan mengajak mereka semua masuk ke dalam ruangan sang suami. Ternyata di dalam sana seorang pria yang tidak lagi mudah duduk tenang di atas kursinya dengan menatap satu persatu orang yang masuk ke dalam ruangannya. Melihat putra semata wayangnya masuk membuat pria itu langsung berdiri menghampiri Yang Hong.
''Akhirnya kau kembali setelah sekian lama menghilang. Kau tahu Ayahanda sangat mencemaskan kamu yang sangat gegabah ini,'' gerutu pria dewasa itu dengan membawa sang putra duduk di depannya.
__ADS_1
''Ada apa istriku?" tanya pria itu yang bernama Zhang Mong sedangkan sang ibunda bernama Zhang Mayleen.
Jika saya sudah menyebutkan nama kedua oranng tua Zhang Yang Hong maka di ganti menjadi itu saja karena saya orangnya pelupa dan saya lupa sama mereka berdua.
''Tanyakan saja pada Putramu itu? Lihat dia bahkan membawa mate-nya yang manusia itu kemari.../!'' ucap Zhang Mayleen dengan nada yang tinggi dan marah.
''Ibunda, Hong''er tidak bisa menentukan siapa Mate ku. Lagi pula apa yang salah dengan mate ku?" sahut Yang Hong dengan dingin.
''Tentu saja salah. Kamu lupa jika manusia itu sangatlah serakah dan licik yang tahunya hanya menipu dan menipu saja kerjanya. Dia hanya akan menginginkan tahta dan kekuasaan saja,'' ujar Mayleen dengan nada sinis.
Mendengar akan hal itu Yang Hong langsung terdiam karena percuma meladeni ibundanya yang sedang dalam keadaan marah sekarang ini. Pasti ujung-ujungnya dirinya juga yang akan kena jadi biarkkan saja. Yang Hong menoleh ke arah sang Ayahanda berharap ayahandanya mau memahami dirinya.
Hahhh
''Ayahanda tidak bisa menentukan siapa yang akan menjadi mate mu karena itu memang bukan kuasa Ayahanda. Tak salah jika kami mengkhawatirkan kamu dengan manusia itu karena mereka terkenal akan sifat serakahnya yang tak akan pernah puas dengan apa yang mereka dapatkan. Ayahanda akan membiarkan kamu terus bersama dengan wanita manusia itu asalkan dengan satu syarat,'' ucap Zhang Mong dengan dingin dan wajah datar.
''Apa syaratnya?" tanya Yang Hong dengan binar bahagia berharap syarat dari sang ayah tidaklah mempersulitkannya.
''Ayahanda akan membiarkan kamu bersama dan menikahinya akan tetapi kamu harus menikahi Hang May menjadi Ratu mu dan wanita manusia itu kamu jadikan selir agungmu. Bagaimana?"
Mendengar akan hal itu Yang Hong langsung terduduk lesu dengan wajah muram sekaligus dingin melirik Li Shang Yue yang tetap berdiri tenang di ujung sana.
''Benar. Jika dengan cara itu Ibunda juga akan setuju asalkan kamu menikahi May'er sebagai Ratumu dan gadis manusia itu sebagai Selirmu. Kamu tahu May'er ini adalah seorang penyihir tingkat tinggi kekuatannya sangat setara dengan kamu. Walaupun belum sepenuhnya bisa menandingimu namun Ibunda yakin dia akan mampu menandingimu. Ibunda akan mengajarinya dengan keras agar bisa kuat seperti kamu,'' timpal Mayleen yang menarik gadis cantik di belakangnya tadi kini membawanya di depannya.
Terlihat wajah gadis itu memerah dan sepertinya malu karena Yang Hong menatapnya dengan intens seperti itu. Dia juga berharap apa yang dikatakan oleh wanita yang sering dia panggil Ibunda itu terjadi.
Yang Hong terdiam menatap wanita yang di rekomendasikan sang Ibunda. Cukup di akui jika wanita itu cantik namun tidak lebih cantik dari gadis kecil yang menarik perhatiannya dan mencurii semua hatinya hingga tak ada lagi ruang untuk orang lain.
''My Lord, hamba tidak masalah jika memang My Lord akan mengangkat seorang selir. Hamba akan menerima semua itu dengan ikhlas,'' ucap Hang May dengan senyum malu-malu.
''Kau tidak keberatan tapi saya keberatan terlebih ..., '' Yang Hong menggantung kalimatnya dengan melirik Li Shang Yue yang kini sudah berwajah datar dan dingin.
__ADS_1
Bahkan Yang Hong langsung tertegun dengan apa yang terjadi pada gadis kecil yang selalu terlihat cantik dan polos ini terlihat seperti serigala apar saja.
''Yue'er bagaimana menurutmu?