
“JANGAN HANYA MENGHINDAR SIALAN…! AYO LAWAN AKU..!” teriak Tuan Boe yang merasa kesal karena di permainkan oleh Li Shang Yue.
“Oh sudah selesai ternyata, sekarang giliranku.” Guman Li Shang Yue yang menyeringai dingin.
Setelah berkata seperti itu langsung saja gadis itu meleset jauh ke depan menyerang Tuan Boe dengan serangan cepat. Tuan Boe yang melihat itu tentu saja merasa kaget hingga langsung siaga.
Bugh
Hanya dalam satu kali pukulan Tuan Boe langsung mundur beberapa langkah bahkan sampai memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Sontak hal itu membuat Tuan Boe yang tadinya begitu percaya diri langsung kaget.
Tak hanya Tuan Boe tapi semua orang yang berada di pihak Tuan Boe tadi langsung kaget. Selama ini belum ada yang bisa membuat Tuan Boe sampai seperti itu. Walaupun Tuan Boe pernah terkena pukulan tapi tidak sampai memuntahkan darah seperti saat ini. Satu hal yang mereka bisa lakukan adala tidak bisa meremehkan Li Shang Yue karena hanya badannya saja yang kecil tapi kekuatannya seperti monster.
Sedangkan Long dan Snake yang melihat itu tentu saja tersenyum penuh kemenangan. Siapa yang menyangka jika di balik tubuh mungil itu tersimpan kekuatan dahsyat. Bahkan Long sendiri mengakui Li Shang Yue bukan main-main. Tidak hanya kuat dengan ilmu Kultivasinya akan tetapi gadis itu juga bahkan kuat secara fisik.
Baik Long ataupun Snake tentu tahu jika pukulan yang di berikan Li Shang Yue barusan kepada Tuan Boe tidak mengandung aliran qi sama sekali. Pukulan itu murni kekuatan fisik Li Shang Yue.
"Bedebah, beraninya kau membuatku malu?" Bentak Tuan Boe yang menatap penuh amarah ke arah Li Shang Yue.
"Jika aku bilang menang maka aku harus menang!"
Trang
Lagi lagi serangan Tuan Boe di tahan oleh Li Shang Yue menggunakan pedang hitam yang berada di tangan kirinya. Untuk sesaat Li Shang Yue juga merasa heran kenapa pedang itu tidak parah atau tergores sama sekali. Justru sebaliknya jika pedangnya itu tidak lecet sedikit pun.
Li Shang Yue yang mengingat jika dirinya masih ada keperluan segera mempercepat serangannya hingga membuat Tuan Boe lagi-lagi jatuh.
“Sialan, kamu akan aku bakar hidup-hidup!” teriak Tuan Boe dengan lantang.
Setelah berteriak seperti itu tiba-tiba saja kapak Tuan Boe di selimuti api yang menyala-nyala. Li Shang Yue yang melihat itu mengerutkan dahi sudah 2 orang yang dia hadapi namun semuanya menggunakan elemen api.
“Apa semua orang yang menggunakan senjata pedang berelemen api?” tanya Li Shang Yue kepada Snake dan ong lewat batin.
“Tidak semua hanya saja memang dari pendekat yang berelemen api akan lebih baik menggunakan senjata pedang atau kapak.” Terang Long lewat pikiran.
__ADS_1
Tak cukup sampai disitu Tuan Boe juga sampai mengeluarkan hewan kontraknya yang berupa Harimau api. Sontak membuat semua orang panik begitu pula dengan Snake dan Long yang ikut panik.
“Yuyu!” seru Long dan Snake yang panik melihatharimau api itu.
Sedangkan orang yag mereka cemaskan kini berdiri tenang di atas arena pertandingan dengan wajah datar tanpa ekspresi membuat orang-orang yang melihatnya tidak bisa menebak apa yang dirasakan oleh Li Shang Yue.
“Sekarang kamu benar-benar akan mampus hahahaha”
Tuan Boe tertawa terbahak-bahak karena merasa yakin dia akan menang dan Li Shang Yue akan kalah.
“Cepat habisi pria itu!” perintah Tuan Boe pada harimau api miliknya.
ROAAAAAR
Wushhhh
Li Shang Yue langsung menghindar dari serangan cakaran harimau api itu. Tuan Boe yang melihat Li Shang Yue yang mendekat ke arahnya langsung menyerang Li Shang Yue dari belakang. Namun, Li Shang Yue yang sudah bisa merasakan pergerakan lawannya langsung berputar 180 derajat memberi tendangan yang kuat di dada Tuan Boe.
Roaaaarrrr
Bugh
Tanpa mereka ketahui jika Li Shang Yue sedang memberi serangan pukulan kepada perut harimau itu.
ROARRRRRR
“Cih hanya harimau seperti ini aku bahkan bisa mengalahkan Long yang Notabennya adalah naga tanpa adanya kekuatan aku yang sekarang. Apalagi ini hanyalah seekor harimau dengan kekuatan yang masih di bawah rata-rata.” Kta Li Shang Yue dalam hati menatap tajam harimau di depannya itu.
Li Shang Yue memegang erat gagang pedang nya walau tidak bisa mencabutnya bukan berarti dia tidak bisa menggunakannya.
Bugh
Trang
__ADS_1
Brak
Setelah beberapa saat Tuan Boe terkapar tak berdaya dengan tubuh yang penuh luka begitu juga Harimau api miliknya yang terkapar tak bisa bangun lagi karena Li Shang Yue melakukan Kakinya. Li Shang Yue yang melihat lawannya telah terkapar hanya berdiri tenang dengan senyum sinis.
“Sekarang bagaimana paman wasit? Haruskah aku membunuh Tuan ini baru anda akan mengumumkan pemenangnya?”
Li Shang Yue menoleh ke arah sang wasit. Tak lupa memberikan tatapan dan juga menusuk kepada pria yang menjadi wasit pertandingan itu. Sontak hal itu membuat sang wasit kaget dan tersadar lalu menoleh ke arah Li Shang Yue dengan tatapan takut-takut.
“Pemenangnya adalah pemuda ini…!” ucap sang wasit dengan lantang.
Semua orang langsung berbisik-bisik satu sama lain namun, Li Shang Ye tidak peduli akan hal itu. Li Shang Yue turun dari arena dengan memberi kode kepada Snake dan Long untuk mengambil hadiah taruhan mereka.
“Sekarang kita ke tempat yang menjual budak.” Kata Li Shang Yue yang setelh keluar dari kerumunan orang-orang itu.
Ketiganya langsung menuju ke tempat bangunan yang menjadi tempat penjualan para budak. Hingga setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka sampai di bangunan yang berlantai 4 dengan dinding kayu.
“Selamat datang Tuan-Tuan, ada yang bisa saya bantu?”
Baru saja Li Shang Yue masuk langsung di sambut dengan seorang pelayan pria di depan pintu.
“Aku ingin membeli budak sekitar 100 orang.” Jawab Li Shang Yue dengan datar.
“Mari ikut saya Tuan yang terhormat!”
Pelayan pria itu segera membawa Li Shang Yue dan kedua pria di belakangnya di sebuah ruangan yang jika di lihat mungkin adalah ruangan tunggu.
“Tuan-Tuan yang terhormat bisa menunggu disini terlebih dahulu. Aku akan memanggilkan Tuan saya dulu untuk melayani Tuan-Tuan semua karena hany Tuan saya yang akan mengerti budak seperti apa yang anda inginkan.” Terang Pelayang Pria itu kepada Li Shang Yue dan juga Long serta Snake.
“Pergilah!”
Pelayan pria itu langsung membungkukkan badannya lalu berbalik pergi meninggalkan Li Shang Yue. Hingga beberapa saat kemudian pintu di ruangan itu terbuka tergesa-gesa dari luar.
“Maaf Tuan-Tuan semua karena telah membuat anda semua menunggu.” Ucap seorang pria yang memiliki perut buncit.
__ADS_1
Li Shang Yue hanya mendengus kesal dan menatap jijik pria tua di depannya itu. Li Shang Yue tahu jika pria paruh baya itu baru saja melakukan hubungan badan. Bahkan Li Shang Ye dengan jelas melihat tanda merah di leher dan dada pria berperut buncit itu.
“Menjijikkan,” guman Li Shang Yue.