
Di dalam kamar seorang wanita muda tengah membuka cadarnya dengan perasaan jijik dan juga marah. Bagaimana tidak wajah yang dulunya selalu dia banggakan begitu cantik kini berubah menjadi wajah yang sangat menjijikan dengan jerawat besar bernana di wajahnya. Bahkan dia sendiri sampai tidak berani memegang wajahnya yang sudah penuh dengan jerawat itu.
“Kenapa sampai seperti ini? Lihat wajah ini sudah sangat menjijikan dan juga membuatku menjadi jelek. Bahkan kulitku yang putih kini sudah seperti sisik,” geram wanita itu yang tak lain adalah Putri Wei Rong.
Wajah yang selalu dia banggakan kini tak harus lagi dia bisa berbuat apapun. Kini wajahnya bahkan harus ditutupi dengan cadar jika tidak amak semuanya an kacau. Dia akan kehilangan segalanya termasuk kata pujian dan sanjungan dari orang-orang. Orang-orang tidak akan lagi memujanya saat tahu jika wajah cantiknya kini sudah menjadi wajah jelek dan menjijikan.
Putri Wei Rong sampai jijik melihat pantulan wajahnya di cermin. Wajahnya benar-benar buruk rupa yang sangat menjijikan. Tk hanya wajah kini kulit putih Putri Wei Rong juga sudah seperti sisik ular saat bintik-bintik hitam besar satu persatu mulai muncul tiba-tiba hingga kini memenuhi tubuh bagian dalamnya.
“Kenapa seperti ini? Aku tidak bisa menerima semua ini. Harusnya aku tidak seperti ini kenapa penyakit sialan ini datang padaku? Harusnya dia kembali saja kepada Li Shang Yue sialan itu..! Kenapa aku harus mengalami penderitaan seperti ini? Tahta Putri Mahkota sedikit lagi aku bisa capai aku tidak akan diam begini saja. Jika aku tidak bisa menjadi Putri Mahkota karena adanya Li Shang Yue yang masih hidup maka aku harus menyingkirkan anak si4l4n itu,” kata Putri Wei Rong dalam hati dengan menatap cermin dengan tajam.
Putri Wei Rong memutuskan untuk menyingkirkan Li Shang Yue dari dunia ini agar ia tidak bisa menghalangi lagi jalannya untuk menjadi Putri Mahkota.
Senyum misterius Putri Wei Rong terbit saat sadar jika besok akan ada namanya acara berburu. Sudah dapat di pastikan jika pasti Li SHang Yue juga akan ikut berburu di hutan.
“Kesempatan bagus, jika aku tidak bisa menyerangnya di tempat banyak orang. Lalu bagaimana jika aku membunuhnya di dalam hutan? Aku tidak mungkin di curigai bukan?” kata Putri Wei Rong dengan senyum licik dan jahat.
Putri Wei Rong menyusun rencana untuk membunuh Li SHang Yue besok di acara berburu itu.
Sedangkan di tempat lain di kamar yang di tempati Selir Hua Rong terlihat jika sang Selir Hua Rong terus bergerak gelisah dengan terus menggaruk badannya yang sangat gatal. Sang Selir tidak bisa tidur karena rasa gatal itu membuat kulitnya sudah terluka karena terus di garuk.
“Sial4n…! Sebenarnya ada apa dengan tubuhku? Kenapa aku bisa gatal seperti ini? Aku tidak alergi makanan apapun lalu kenapa ini sangat gatal…!” Selir Hua Rong hanya bisa meredam suaranya takut membangunkan orang lain.
Selir Hua Rong hanya bisa guling-guling di kasur dengan terus menggaruk badannya yang begitu gatal hingga sampai tertidur karena sudah sangat mengantuk
Matahari sudah naik ke atas memancarkan sinarnya yang cerah dan hangat di pagi hari membangunkan gadis kecil yang masih asyik dengan mimpi indahnya.
Siapa lagi jika pemeran utama kita Li SHang Yue yang masih enak-enaknya mengelilitkan selimut di badannya tanpa menyadari jika saat ini matahari sudah tinggi dan juga Jendral Feng bersama sang putra Xin Qion sedang menunggunya untuk bangun.
__ADS_1
“Kapan Yue’er akan bangun?” tanya Jendral Feng kepada Pelayan Se se.
‘‘Tidak menentu Tuan, jika Nona sedang ingin tidur maka dia akan bangun pada tengah hari atau jika dia kelaparan dia akan bangun sebentar lagi,” jawab pelayan Se se dengan menundukan kepalanya sedikit.
“Ayah dia manusia ata apa?” bisik Xin Qion.
Tak
Jendral Feng yang mendnegar pertanyaan sang putra langsung menggeplak kepala Xin Qion dengan keras membuat sang empu kepala mengaduh kesakitan.
“Sembarangan…! Jika bukan manusia apalagi?” kesal Jendral Feng yang menatap Xin Qion tajam karena mengolok-olok putri kesayangannya.
“Ayam bakar, nyam nyam nyam..!”
Jendral Feng dan Xin Qion yang sedang berdebat langsung saling pandang sebelum menatap ke arah Li Shang Yue yang mengigau ayam bakar.
“Pelayan Se se…!” panggil Li SHang Yue yang langsung bangun namun mata masih tertutup.
“Ambilkan aku makanan…!” titah LI Shang Yue dengan mata tertutup.
Uhuuk uhukkk
Jendral Feng dan Xin Qion seperti di tampar oleh kenytaan jika sang kesayangan mereka itu sangat menyukai namanya makanan. Tanpa makanan maka gadis itu akan diam diri di tempat tidur pikir Jendral Feng dan Xin Qion bersamaan.
“Ini Nona,” Pelayan Se se memberikan satu potong daging pada Li Shang Yue yang langsung di lahap oleh gadis itu hingga habis.
“Aku mau tidur lagi,” kata Li Shang Yue yang bersiap ingin merebahkan diri lagi tapi langsung di tahan oleh Xin Qion.
__ADS_1
“Eh eh jangan dulu Yue’er…! Hari ini akan ada acara berburu di hutan…!” teriak Xin Qion yang membuat mata Li Shang Yue terbuka sempurna.
“Berburu? Di hutan?” tanya Li SHang Yue dengan suara yang semangat jangan lupakan matanya yang berbinar seperti mengeluarkan bintang-bintang kecil saja.
“Yah berburu di hutan,” jawab Xin Qion dengan senyum manis.
“Pelayan Se se urus semua keperluanku..!” titah Li Shang Yue yang langsung melompat dari ranjangnya lalu berlari masuk ke dalam permandian.
“Anak itu kenapa tidak ada anggun-anggunnya sama sekali? Kenapa dia bisa sampai sembrono itu? Dia sebenarnya seorang gadis atau seorang pria?” batin Jendral Feng yang sepertinya ikut tertekan dengan apa yang menjadi sifat nakal Li Shang Yue.
‘Kamu urus semuanya kami akan menunggu di luar,” kata Jendral Feng memberikan instruksi pada Pelayan Se se selaku pelayan pribadi yang dia tugaskan untuk menjaga Li Shng Yue.
“Baik Tuanku,” jawab Pelayan Se se yang menundukan kepalanya lalu membungkuk sebentar saja.
Sedangkan di dalam permandian Li Shang Yue tak henti-hentinya menyunggingkan senyum manis di bibirnya.
“Aku tidak sabar melihat efek racun buatanku? Walau bahannya tidak lengkap tapi aku yakin akan ada efek yang ganas,” guman Li Shang Yue dengan senyum liciknya.
Selesai mandi Li Shang Yue langsung keluar dari permandian menggunakan hanfu sederhana. Li SHang Yue berjalan keluar dengan senyum manis di bibirnya menyambut sang ayah dan Xin Qion.
“Ayo kita berangkat ayah, Xin gege,”
Li Shang Yue langsung mengapit lengan Jendral Feng dan juga Xin Qion menuju tempat berburu.
Sampai disana Li Shang Yue langsung mencari keberadaan Selir Hua Rong dan juga Putri Wei Rong. Saat melihatnya Li SHang Yue langsung melebarkan senyumnya.
“Sudah mulai bereaksi seperti yang aku duga,” guman Li Shang Yue
__ADS_1