Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 90


__ADS_3

Setelah berjalan beberapa saat akhirnya Li Shang Yue sampai di ruang maka yang akan mereka gunakan untuk makan. Pelayan di depannya langsung memberi kode kepada penjaga untuk mengumumkan jika Li Shang Yue telah tiba.


“Stop jangan berteriak, buka pintu..!” perintah Li Shang Yue yang menghentikan saat penjaga ingin membuka mulutnya.


“Baik Nona,” penjaga itu dengan segera membuka pintu ruangan itu.


Ceklek


Li Shang Yue dapat melihat jika di depan sana terdapat jendral Feng dan juga Jendral Xin yang sedang menunggunya.


“Yue’er kamu sudah datang, ayo duduk di samping gege,” kata Jendral Xin yang menyadari duluan keberadaan lI Shang Yue.


“Baik gege,” Li Shang Ye dengan patuh berjalan lalu duduk di samping Jendral Xin.


“Mari makan,”


Mereka mulai makan dengan penuh khidmat terlihat Li SHang Yue yang seperti menikmati makanannya hanya saja gadis itu selalu menghindari sayur dan mengambil daging.


Ternyata apa yang di lakukan oleh Li Shang Yue di lihat oleh Jendral Feng dan juga Jendral Xin. Mereka dapat menebak jika Li Shang Yue menyukai daging dan tak menyukai sayuran.


“Yue’er kenapa kamu tidak memakan sayur?” tanya Jendral Xin yang ingin memastikan.


“Tidak, Yue’er tidak menyukai sayuran,” jawab Li Shang Yue dengan acuh tak acuh.


Jendral Xin yang mendengar itu langsung melempar senyum menyebalkan ke arah Jendral Feng.


Kenapa harus di lemparkan kepada sang ayah? Karena Jendral Feng yang menyuruh para pelayan untuk memasak banyak sayuran. Sekarang Jendral Feng menyesali akan itu karena ternyata sang putri tidak menyukai sayuran. Padahal Jendral Feng mendapatkan informasi jika memakan sayuran akan membuat bentuk tubuh stabil dan tetap ramping. Akan tetapi, lihatlah sekarang putri kecilnya itu jangankan menyentuh melirik saja tidak.


“Jika aku tahu Yue’er tidak menyukai sayuran aku tidak mungkin memerintahkan para pelayan memasak makanan yang menjengkelkan ini. Lihat, bahkan putriku sama sekali tidak meliriknya. Semua ini pasti akal-akalan pengawal gadungan itu, awas saja nanti dia…!” geram Jendral Feng di dalam hati.


“Makanlah,” Jendral Xin meletakan sepotong daging di mangkuk Li Shang Yue saat menyadari jika sudah tidak ada daging lagi di atas meja.

__ADS_1


“Terima kasih gege,” ucap Li Shang Yue yang langsung menyantap daging yang di berikan oleh Jendral Xin.


“Cih meimei ku pasti tidak kenyang gara-gara pak tua ini. Harusnya aku mencegahnya untuk berbuat ulah,” kesal Jendral Xin yang menatap kesal sang ayah.


“Hah putriku pasti tidak kenyang,” guman Jendral Feng yang merasa bersalah karena di hari pertama tak membuat sang putri puas.


“Emmm, Yue’er sudah kenyang,” Li Shang Yue langsung membersihkan bibirnya.


“Ayah gege, Yue’er akan ke pasar untuk jalan-jalan,” kata Li Shang Yue dengan menatap kedua pria di depannya itu.


“Hm pergilah, aku akan menyuruh Aron untuk menemanimu,” sahut Jendral Feng.


“Eh…, ini tidak bisa. Aku ingin memastikan keadaan si Selir itu dan juga nenek lampir gimana alau Aron ikut bukannya mempermudah malah menyusahkan,” kata Li Shang Yue dalam hati.


“Tidak perlu ayah, Yue’er bisa menjaga diri sendiri,” kata Li SHang Yue dengan cepat menolak keinginan pria paruh baya itu.


“Tidak Yue’er, ayah tidak akan tenang jika kamu pergi sendiri. Biarkan Aron yang menemanimu,” putus Jendral Feng dengan tegas.


“Ayah apa ayah tidak curiga jika Aron hanya mata-mata Kaisar atau lebih parahnya lagi mata-mata si medusa itu,” kata Li SHang Yue yang menghasut sang ayah.


Jendral Feng yang mendengarnya tertegun menatap Li Shang Yue yang begitu serius dengan ucapannya.


“Benar juga, walaupun Aron sudah bilang jika dia bukan lagi bawahan Kaisar tapi siapa yang bisa menjamin akan hal itu? Lebih baik aku beri penjaga lain untuk Yue’er,” kata Jendral Feng dengan memutuskan untuk mengganti Aron dengan pengawal yang lain.


“Baiklah kamu tidak akan pergi bersama Aron tapi tetap kamu akan ditemani pengawal,” kata Jendral Feng.


“Shit, tapi tak apa dengan begitu aku bisa dengan mudah membereskannya nanti,” kata Li Shang Yue yang memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan nanti.


“Jika begitu Yue’er kembali ke kediaman Yue’er dulu ayah. Yue’er harus mengganti pakaian sebelum berangkat ke pasar,” ujar Li Shang Yue yang langsung berdiri.


“Pergilah,” balas Jendral Feng yang membiarkan Li SHang Yue untuk keluar.

__ADS_1


“Yue’er tunggu..!” seru Jendral Xin yang menghentikan langkah kaki dari Li Shang Yue.


Li Shang Yue segera berbalik menghadap pria muda yang telah menjadi kakaknya itu.


“Ada apa gege?” tanya Li Shang Yue dengan tenang.


“Kemarilah,”


Li Shang Yue menurut lalu mendekat ke arah Jendral Xin yang masih berada di dekat meja. Jendral Xin yang melihat jika sang adik sudah dekat dengannya dengan segera mengeluarkan sesuatu di balik bajunya.


“Ambillah, beli apapun yang kamu mau. AKu tidak seperti pak tua itu yang sangat pelit,” sindir Jendral Xin melirik sang ayah.


“Sialan, kenapa aku melupakan hal itu? Sekarang lihat, si anak nakal itu sangat merasa puas karena bisa memberi apa yang Li Shang Yue butuhkan. Ini tidak bisa di biarkan,” batin Jendral Feng yang berdecak kesal.


Sedangkan Li Shang Yue yang memang sangat mata duitan tentu saja merasa senang karena bisa mendapatkan uang cuma-cuma. Dengan wajah yang berseri-seri LI SHang Yue menerima kantong koin yang di berikan oleh Jendral Xin.


“Terima kasih gege,” riang Li Shang Yue yang memeluk senang kantong itu.


“Aku pergi dulu,” Li Shang Yue segera berbalik lalu berjalan cepat keluar dari ruangan itu.


“Karena aku ada uang em bukan uang tapi koin yah koin maka aku tidak jadi ke istana. Aku akan ke pasar aku akan mencari sesuatu,” guman Li Shang Yue yang tersenyum-senyum sendiri menuju kediamannya.


Sampai di kediamannya Li Shang Yue tidak langsung menuju kamarnya melainkan pergi ke bagian belakang bangunan itu. Sampai disana Li Shang Yue langsung di sambut ketiga orang yang tak lain adalah Lay, Chan Si dan juga Yun.


“Selamat datang Nona,” ucap ketiganya dengan serentak.


“Bagaimana kabar kalian?” tanya Li Shang Yue yang menatap mereka bertiga dengan pandangan yang sulit di artikan.


“Kami sudah sehat kembali Nona, hanya teman kami yang lain masih ada beberapa yang beraktivitas dengan baik,” ungkap Chan Si.


“Baguslah jika seperti itu ingat kalian harus saling melindungi satu sama lain. Saat ini kalian semua adalah keluarga yang saling menghormati, melindungi, dan menghargai satu sama lain,” terang Li Shang Yue yang langsung di balas anggukan kepala oleh mereka bertiga.

__ADS_1


“Sepertinya kehidupannya lebih baik disini di bandingkan istana? Baguslah dengan begitu aku bisa membalaskan dendam Yue’er dengan cepat,”


__ADS_2