Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 148


__ADS_3

Hari terus berlalu kini tak terasa Li Shang Yue sudah 3 bulan melatih prajurit milik sang Jendral dan juga anak buahnya sendiri. Kini mereka sudah kuat baik fisik maupun juga kultivasi. Selain melatih kekuatan para pengawal dan juga prajurit lainnya Li Shang Yue memberikan mereka juga pil pelancar kultivasi yang sudah di campur dengan air kehidupan membuat mereka memiliki kultivasi yang hampir sama.


Kini Li Shang Yue mengumpulkan anak buahnya yang sisa 50 orang saja juga kepada sang ayah dan Xin Qion untuk berkumpul di kediamannya. Li Shang Yue merasa sudah waktunya untuk pergi mencari jati dirinya yang sesungguhnya toh juga Selir hua Rong dan Putri Wei Rong kini sudah menjadi seperti dirinya di masa lalu yaitu tidak bisa berkultivasi.


“Yue’er…!” Li Shang Yue yang sedang melamun menatap danau buatan yang di buatkan untuknya langsung tersentak kaget saat mendengar seseorang memanggilnya.


“Ayah,”


Li Shang Yue langsung berbalik lalu berjalan menghampiri sang ayah. Memeluknya dengan erat sebelum melepaskannya dan juga memeluk sang kakak yaitu Xin Qion yang berada di samping sang ayah.


“Ada apa Nak? Kenapa kamu memanggil kami untuk kesini? Lalu kenapa juga anak buahmu ada disini sedangkan prajurit lain tidak ada?” tanya sang Jendral kepada sang Putri.


“Yue’er sengaja mengumpulkan kalian semua kesini karena ada hal penting yang harus Yue’er katakan kepada kalian semua,” kata Li Shang Yue dengan lembut menuntun sang ayah untuk duduk di gazebo.


“Ada apa?” tanya sang Jendral lagi pada Li Shang Yue.


“Ayah, Gege, Yue’er mengumpulkan kalian kemari karena Yue’er ingin berpamitan kepada kalian berdua,” kata Li Shang Yue dengan suara tegas.


Deg


Jendral Feng dan juga Jendral Xin langsung saja mematung saat mendengar apa yang dikatakan oleh gadis kecil kesayangan mereka.


“Apa maksudmu Yue’er? Kau pergi?  kau pergi kemana? Kenapa kau pergi, apa kau mendapatkan perlakuan kasar dari prajurit dan juga pelayan di kediaman ini? Katakan pada gege akan gege urus mereka,” kata Xin Qion dengan suara bergetar.


“Bukan itu Gege, Yue’er memang pergi karena Yue’er harus mencari sesuatu. Selain itu, aku memang dari awal ingin menjadi pendekar yang mengembara Ge,” terang Li Shang Yue dengan suara lembutnya.


Mendengar akan hal itu Xin Qion langsung menggelengkan kepalanya dengan keras. Dia tidak terima akan hal itu bagaimana bisa adik kecilnya mau meninggalkannya.

__ADS_1


Sedangkan Jendral Feng hanya menatap Li Shang Yue dengan pandangan sendu. Jendral Feng tahu jika waktu ini akan datang karena memang Li SHang Yue sudah memberitahunya sejak awal jika dia ingin mengembara.


“Kapan kau akan berangkat?” 


Walau dengan berat hati tapi Jendral akan tetap meneurut dan mengikhlaskan Li Shang Yue mengejarkan apa yang dia inginkan.


“Setelah ini?” jawab Li Shang Yue tegas dan mantap.


Hahhh


Jendral Feng yang mendengar apa yang di jawabkan oleh Li Shang Yue hanya bisa menghembuskan napas secara kasar.


“Apa kau tidak bisa menundanya nak?”


“Maaf tidak bisa ayah, sebenarnya aku ingin pergi dari seminggu yang lalu. Akan tetapi, karena ayah dan gege yang sedang melakukan pelatihan tertutup Yue’er tunda keberangkatan Yue’er. Namun hari ini Yue’er harus berangkat karena Yue’er benar-benar harus melakukan sesuatu,” kata Li Shang Yue panjang kali lebar.


“Tidak bisa ayah, mulai saat ini Paman Aron mempunyai tugas dariku yaitu untuk melindungi kalian sampai aku kembali nanti,” balas Li Shang Yue yang menolak tegas keinginan dari sang ayah.


“Tapi Yue’er jika Aron disini lalu kamu bersama siapa? Ayah tidak tenang melepaskan kamu di luar sana jika tidak ada yang menjaga kamu Nak,” kata Jendral Feng dengan suara cemas.


“Mengenai akan hal itu ayah tidak perlu khawatir tentang keselamatan aku. Aku akan pergi bersama mereka semua,” kata Li Shang Yue yang menunjuk barisan anak buahnya.


Jendral Feng menoleh ke arah yang di tunjuk Li Shang Yue disana memang berdiri 50 lebih untuk menemani perjalanan Li Shang Yue putri tercintanya.


“Yue’er bolehkah gege ikut?” ucap Xin Qion tiba-tiba membuat Li Shang Yue dan juga Jendral Feng kaget.


“Gege, gege itu mempunyai tanggung jawab yang besar di kekaisaran ini dan juga kerajaan. Gege itu seorang Jendral Muda, tugas Gege menjaga dan melindungi keamanan rakyat dan kerajaan. Gege tidak boleh ikut dengan Yue’er,” terang Li Shang Yue.

__ADS_1


Xin Qion yang mendengar balasan dari Li Shang Yue langsung menunduk sedih. Xin Qion tidak ingin berpisah pada Li Shang Yue namun juga apa yang dikatakan oleh Li Shang Yue juga benar. Dirinya mempunyai tanggung jawab yang besar untuk kerajaan.


“Baiklah, kamu pergi sendiri saja. Tapi kamu harus berjanji akan kembali dengan selamat,” kata Jendral Xin dengan mengelus kepala Li Shang Yue.


Geg, ayah, ambilah ini,” Li Shang Yue melambaikan tangannya hingga dalam sekejab mata puluhan botol kecil berada di atas gazebo.


“Botol merah adalah pil regenerasi, botol putih adalah pil pelancar kultivasi, botol hijau adalah pil penawar racun. Untuk ketiga pil ini Yue’er berpesan jangan pernah memberikan kepada orang dengan sembarangan. Jika Gege dan ayah memang percaya pada orang itu maka berikan saja. Akan tetapi di tempat sepi dimana hanya ada dia dan kalian saja,” terang Li Shang Yue dengan menatap kedua pria kesayangannya.


Sedangkan Jendral Feng dang juga Xin Qion tidak tahu harus berkata apa. Mereka selama ni hanya mengetahui jika Li Shang Yue suka berkultivasi tidak tahunya gadis kecil itu juga ternyata belajar tentang obat-obatan.


“Ayah gege Yue’er harus segera pergi karena Yue’er tidak punya waktu,” kata Li Shang Yue yang mengagetkan Jendral Feng dan juga Xin Qion.


“Baiklah, kamu hati-hati di jalan,” ucap Jendral Feng.


Sebelum pergi Li Shang Yue sempat memeluk Jendral Feng dan juga Xin Qion. Tanpa mereka sadari jika Li Shang Yue menempelkan sebuah mantra pada mereka berdua. Sehingga jika dalam bahaya maka Li Shang Yue bisa merasakannya.


“Dengan begini  aku tidak terlalu cemas meninggalkan kalian. Selama aku hidup tidak akan aku biarkan seseorang menyakiti kalian,” kata Li Shang Yue  dalam tai. 


Selesai memeluk Jendral Feng dan juga Xin Qion. Li Shang Yue Langsung beralih kepada anak buahnya.


“Kalian siap?” tanya Li Shang Yue lantang pada anak buahnya.


“Kami siap Nona..!” jawab mereka serentak.


Li Shang Yue tersenyum sebelum melambaikan tangannya hingga mereka semua menghilang hanya dalam sekejab mata.


“Paman Aron, Yue’er minta jagalah Ayah dan Gege dengan baik. Jika suatu hari Paman merasa terancam maka lakukan apa yang aku berikan pada Paman,” kata Li Shang Yue pada Aron.

__ADS_1


“Ayoh, Yue pergi dulu…!” ucap Li Shang Yue yang langsung terbang menjauh.


__ADS_2