
“Bersabarlah sedikit lagi kita sampai,” ucap Li Shang Yue yang mempercepat langkahnya menuju Paviliun mawar.
“Baik Putri,” Ketiga orang itu hanya mengikuti langkah kaki Li Shang Yue tanpa melakukan protes sedikitpun.
Setelah berjalan beberapa saat Li Shang Yue sampai di kediamannya. Namun, Li Shang Yue mengernyitkan alis saat melihat 2 penjaga yang menjaga di depan gerbangnya.
"Kalian siapa?" Tanya Li Shang Yue dengan datar kepada kedua orang penjaga di depannya.
"Kami penjaga yang di urus Yang Mulia Kaisar untuk menjaga kamu," jawab salah satu prajurit dengan nada sinis.
"Ck pak tua itu," Guman Li Shang Yue di dalam hati.
"Buka gerbangnya! Tundukan pandangan kalian jika tidak ingin aku congkel dengan pedangku ini!" Gertak Li Shang Yue dengan mengeluarkan sedikit auranya.
"Ba…baik Putri," orang yang melototi Li Shang Yue langsung bergetar ketakutan.
Li Shang Yue masuk ke dalam kediamannya yang ternyata telah di isi dengan pelayan yang pasti kiriman dari Kaisar Li. Tapi bukannya senang Li Shang Yue justru mendengus kesal. Pasalnya Li Shang Yue tahu jika pelayan-pelayan ini tidak ikhlas melayaninya. Hal yang paling Li Shang Yue jengkel adalah beberapa pelayan itu adalah pelayan milik Selir Hua Rong dan juga Putri Wei Rong.
"Cih dasar para hama, lihat apa yang aku berikan pada kalian nanti setelah semua urusanku selesai." Guman Li Shang Yue dengan senyum sinis.
"Ayo, masuk." Li Shang Yue mempersilahkan ketiga orang itu untuk masuk ke dalam sebuah ruangan.
Sampai di dalam ruangan Li Shang Yue langsung mereka duduk. Li Shang Yue segera mengangkat tangannya dan mengarahkannya pada mereka bertiga. Dalam sekejap mata luka-luka mereka bertiga langsung sembuh tertutup rapi hingga hanya meninggalkan bekas darah saja.
“Istrahatlah, aku keluar sebentar.” Tanpa menunggu tanggapan dari ketiga pria itu Li Shang Yue langsung berbalik pergi dari hadapan ketiganya.
“Yuyu kamu ingin kemana?” Terdengar suara Snake di pikiran Li Shang Yue.
__ADS_1
Kemana lagi? Tentu saja ke pria tua itu.”
Dengan langkah lebar Li Shang Yue berjalan dengan cepat ke ruangan Kaisar. Setelah berjalan beberapa saat akhirnya Li Shang Yue sampai di depan ruangan Kaisar. Saat akan membuka pintu seorang penjaga menghentikan aksi dari Li Shang Yue.
“Minggir! Aku ingin bertemu dengan Pak tua itu.” Bentak Li Shang Yue menatap tajam Penjaga di depannya itu yang menghalangi niatnya yang ingin bertemu dengan Kaisar Li.
“Tapi Yang Mulia saat ini ada di ruang rapat, Putri.” Kata penjaga itu dengan gugup.
Penjaga itu sangat takut jika Li Shang Yue mengamuk. Penjaga itu adalah saksi saat Li Shang Yue mendobrak pintu ruangan Kaisar Li hingga terlepas dan terbang terbang.
Li Shang Yue yang mendengar itu dengan gerakan cepat berbalik badan mencari ruangan rapat yang di maksud oleh penjaga itu.
"Sial, dimana letak ruangan sialan itu? Ayo Clara berfikir…!" Li Shang Yue menepuk-nepuk kepalanya sambil menggali ingatan Li Shang Yue yang asli.
"Astaga disana!" Seru Li Shang Yue yang langsung kembali berbalik menuju ruangan yang sudah dia ketahui itu berdasarkan ingatan dari Li Shang Yue.
Sedangkan di tempat lain terlihat Kaisar yang sedang mengadakan rapat. Lebih tepatnya itu bukanlah rapat yang genting hanya saja para menteri mendesak Kaisar Li untuk segera mengangkat Putri Wei Rong menjadi Putri Mahkota.
“Benar Yang Mulia, dengan terangkatnya Putri Wei Rong menjadi Putri Mahkota pasti kita akan sangat mendapatkan keuntungan.”
“Putri Wei Rong memiliki paras yang cantik dan juga di kena dengan jenius Kekaisaran. Dengan Putri Wei Rong yang menjadi Putri Mahkota maka akan banyak para pangeran yang melamarnya dengan begitu kita akan sangat untung.”
Kaisar Li yang mendengar itu tentu merasa pusing dan sakit kepala menghadapi desakan para petinggi kerajaan yang ingin menjadikan Putri Wei Rong menjadi Putri Mahkota.
“Sebelum itu terjadi aku ingin mengingatkan jika Putri ei Rong hanyalah Putriku dengan Selir Hua Rong yang berarti dia hanya anak dari seorang Selir. Untuk mejadi seorang Putri Mahkota maka di perlukan dia adalah Putri dari permaisuri. Kalian jangan lupa jika Putri Li Shang Yue yang merupakan Putri dari Permaisuriku masih ada dan hidup.” Ucap Kaisar Li dengan lantang.
Mendengar penjelasan dari Kaisar Li tentu membuat mereka semua langsung terdiam dengan menahan amarah dan kekesalan mereka masing-masing.
__ADS_1
Tanpa ada yang menyadari jika sedari tadi Jendral Feng diam-diam tersenyum karena orang di dalam ruangan itu semua memojokkan Li Shang Yue dan mendewikan Putri Wei Rong. Mereka semua lupa jika orang yang mereka bela mati-matian adalah Putri dari Permaisuri yang sudah wafat.
Bahkan Kaisar Li sebagai ayah kandung dari Li Shang Yue tak melakukan pembelaan apapun pada Li Shang Yue. Bukannya membela dan melindungi keselamatan Li Shang Yue, Kaisar Li justru membahayakan gadis itu. Kata-katanya barusan seperti kata perintah untuk menyingkirkan Li Shang Yue dari istana kekaisaran atau mungkin juga dari muka bumi ini.
“Dasar bodoh, anda benar-benar bodoh Kaisar. Hanya karena terlalu cinta pada putri selir itu sampai melupakan putrinya yang lain. Tapi tak apa, jika Kaisar bodoh ini tidak bisa menyayangi Li Shang Yue aku bisa memberinya kasih sayang yang tulus walau tidak sepenuhnya." Kata Jendral Feng dalam hati.
Tanpa Jendral Feng sadari ada sepasang mata yang sedang menatapnya dengan tatapan aneh yang sulit di artikan.
"Sebenarnya ada apa dengan Ayah? Kenapa sikapnya sangat berbeda semenjak kejadian tadi?" Guman sosok itu yang hanya bisa menatap Jendral Feng dalam diam.
"Yang Mulia, jika begitu ada baiknya kita mengasingkan Putri Li Shang Yue lalu menyebarkan rumor jika Putri Li Shang Yue telah meninggal. Dengan begitu maka Putri Wei Rong bisa di angkat menjadi Putri Mahkota tanpa adanya hbatan atau takut jika ada orang yang menjelek-jelekan Putri Wei Rong."
"Benar Yang Mulia, saya juga setuju dengan usulan Menteri kiri dengan begitu semuanya akan berjalan dengan semestinya."
"Yah kamu semua juga setuju, Putri Li Shang Yue di asingkan dan Putri Wei Rong di angkat menjadi Putri Mahkota!"
"Setuju..!"
"Setuju..!"
"Asingkan Putri Li Shang Yue dari Kekaisaran Li…!"
Para pejabat yang berada di dalam ruangan itu terus bersorak ramai meminta Li Shang Yue untuk di asingkan dari Benua Li itu.
Terlihat hanya beberapa orang yang diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun salah satunya Jendral Feng. Tanpa di ketahui oleh orang lain jika jendral Feng sudah mengepalkan tangannya dengan erat.
Entah kenapa Jendral Feng ingin sekali menebas kepala orang-orang itu. Baru saja Jendral Feng berdiri tiba-tiba saja pintu ruangan itu melayang di udara.
__ADS_1
BRAKKKK
“Siapa yang berani mengasingkan iriku?”