Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 138


__ADS_3

Baru saja keluar dari kediaman Selir Hua Rong tiba-tiba saja seorang tabib datang menghadap pada Kaisar Li. Kaisar Li yang melihat tabib itu langsung mengenalnya karena tabib itu adalah tabib yang di tugaskan olehnya untuk memberi perawatan pada Putri Wei Rong.


“Salam Yang Mulia Kaisar,”  tabib itu langsung membungkukkan badannya saat berhadapan dengan Kaisar Li.


‘‘Ada apa? Apa terjadi sesuatu pada Putri Wei Rong?” tanya Kaisar Li.


“Menjawab Yang Mulia, sebaiknya kita bisa bicarakan hal ini di dalam ruangan Putri sendiri,” kata sang tabib.


“Baiklah,”


Kaisar Li langsung pergi menuju ke kediaman Putri Wei Rong masuk ke dalam kamar sang putri. Sampai disana ternyata Putri Wei Riong sudah berada di atas ranjang bersama dengan pelayannya.


‘‘Salam Ayahanda,” Putri Wei Rong langsung membungkukkan badannya saat Kaisar Li masuk ke dalam ruangannya.


“Bagaimana keadaanmu Putriku?” tanya Kaisar Li yang mendekati pembaringan Putri Wei Rong.


“Aku baik-baik saja Ayahanda, hanya saja aku merasa lemah,” balas Putri Wei Rong.


Memang saat dirinya tersadar dari pingsannya Putri Wei Rong merasakan keadaan tubuhnya lemah.  Lebih menakutkan lgi adalah dia tidak bisa merasakan aliran qi sama sekali dalam dirinya. Namun Putri Wei Rong masih juga berpikir positif.


“Keadaan lemah? Apa kamu sakit?”


“Entahlah ayahanda, aku merasakan lemah,”


‘‘Tabib periksa Putri Wei Rong…!” titah Kaisar Li.


“Baik Yang Mulia,”


Sang Tabib langsung mendekati Putri Wei Rong langsung memeriksanya. Sebenarnya sang tabib sudah tahu apa yang terjadi pada Putri Wei Rong tapi untuk membuktikannya sang tabib memutuskan untuk mengeceknya ulang. Setelah beberapa saat akhirnya sang tabib menjauh dari Putri Wei Rong dengan wajah yang sudah berwajah pucat pasi.


“Ada apa?” tanya Kaisar Li dengan wajah datarnya.


‘‘Mohon maaf Yang Mulia kabar ini adalah kabar buruk yang akan sangat mengguncang,” kata sang tabib dengan suara yang terdengar gugup./


“Katakan saja…!”


“Yang Mulia mohon maaf saat ini kultivasi Putri Wei Rong menurun hingga berada di tahap Pemula tingkat awal. berita buruknya lagi adalah saat ini meridian Putri Wei Rong rusak hingga dia hanya akan bertahan sampai di tahap itu saja,”


JEDARRRRR


Ucapan yang baru keluar dari mulut sang tabib bagaikan anak panah dan juga langit yang sedang menekan Putri Wei Rong. Matanya melotot hampir keluar dari tempatnya menatap tak percaya pada apa yang di jelaskan oleh tabib itu begitu juga Kaisar Li yang tak percaya akan penjelasan sang tabib. 

__ADS_1


“Jangan  bercanda dengan Zhen tabib..! Zhen adalah Kaisar di benua ini. Jika Zhen mau hari ini detik ini juga kamu sudah akan mati tabib,” kata Kaisar Li dengan suara yang penuh penekanan.


“Saya mengatakan yang sebenarnya Yang Mulia, jika tidak percaya maka silahkan panggil tabib lain,” kata tabib itu dengan yakin.


Bukan karena ingin melawan Kaisar tapi dia juga secara pribadi tidak percaya dengan apa yang dia cek sendiri. Namun sang tabib juga yakin tidak mungkin salah memeriksa. Selama bertahun-tahun menjadi tabib hal seperti itu mustahil untuk tidak mengetahuinya.


Kaisar Li yang murka langsung memerintahkan prajuritnya untuk membawakan tabib hebat hari ini juga.


Beberapa saat kemudian terlihat 10 orang tabib yang di bawah oleh prajurit. Para tabib itu sangat takut ada gerangan apa sehingga Kaisar Li membawa mereka ke istana dengan keadaan paksa.


“Salam Yang Mulia,” ucap mereka semua serentak dengan membungkukan badannya menghadap Kaisar Li.


“Kalian semua cepat periksa Putri Wei Rong…!” titah Kaisar Li dengan nada penuh penekanan.


Kesepuluh orang tabib itu dengan segera mereka mengantri dan lalu memeriksa keadaan Putri Wei Rong hingga semuanya selesai bagian mereka masing-masing. Terlihat Kaisar Li yang memandangi mereka satu persatu.


‘’Bagaimana? Apa kalian menemukan sebuah penyakit aneh pada Putri Wei Rong?” tanya Kaisar Li dengan tak sabaran.


“Maaf Yang Mulia, saat ini Putri Wei Rong tidak sakit apapun hanya saja mengalami penurunan kultivasi hingga sampai dasar saja. Selain itu mungkin seumur hidup Putri Wei Rong akan hidup seperti itu terus. Berada di tingkat dasar kultivasi karena jika dia memaksakan diri untuk naik level selanjutnya maka bisa-bisa tubuh Putri Wei Rong meledak nantinya,” terang salah satu tabib yang paling muda tapi di kenal dengan tabib yang sangat handal.


“Saya juga merasakan hal seperti itu Yang Mulia, saat ini Putri Wei Rong mengalami penurunan kultivasi bisa di katakan tidak bisa berkultivasi lagi,”


“Itu benar saya juga merasakan hal itu,”


“Benar saya juga Yang Mulia,’


Kaisar     Li yang mendengarnya hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan berat sungguh dia tidak percaya akan hal itu. Bagaimana bisa Putrinya yang terkenal akan jenius bisa seperti itu malah menjadi cacat sekarang.


Cacat?


Itu benar-benar sudah catat dengan pondasi kultivasi seperti itu apa yang akan di banggakan bahkan seumur hidup hanya bisa sampai disana.


Sedangkan Putri Wei Rong sedari tadi hanya diam dengan tatapan mata yang kosong. Bagaimana bisa dirinya mengalami penurunan kultivasi dan tidak bisa berkultivasi lagi benar-benar mustahil.


“Apa yang menyebabkan dia seperti itu?” tanya Kaisar Li setelah bisa mengatasi kemarahan dalam hatinya.


“Itu karena pukulan keras di dadanya yang membuat meridiannya rusak sehingga terjadi penurunan kultivasi dratis,” terang tabib muda itu lagi.


“Bagaimana bisa?” guman Kaisar Li yang menggelengkan kepalanya kuat. Namun matanya kembali terbelalak saat mendengar apa yang di katakan oleh sang tabib itu lagi selanjutnya.


“Selain itu karena pukulannya yang keras di tambah juga tusukan di perutnya membuat Putri Wei Rong akan kesusahan memiliki keturunan,”

__ADS_1



“TIDAK….! ITU TIDAK BENAR…! AKU TIDAK CACAT.. AKU MASIH JENIUS AKU MASIH BISA PUNYA ANAK AAAAAA,” 


Semua tabib langsung ketar ketir saat mendengar suara teriakan dan amukan Putri Wei Rong. Kaisar Li yang sedang melamun sampai terperanjat kaget karena ulah dari teriakan Putri Wei Rong.


‘’Apa yang kalian lihat cepat hentikan Putri Wei Rong…!” teriak Kaisar Li pada pelayan dan prajurit yang berjaga disana.


Jika di istana Kaisar Li sedangkan di pusingkan dengan dua permasalah sekaligus maka berbeda dengan Li Shang Yue yang berada di kediaman Jendral. Dengan riangnya Li Shang yue berjalan ke arah kandang kuda. Li Shang Yue ingin memberi kudanya makan hanya saja sampai di sana melihat banyaknya kuda yang terkurung di dalam kandang membuat Li SHang Yue mengerutkan dahi.


Entah apa yang di pikirkan oleh otak kecilnya itu hingga sebuah senyum manis muncul di bibirnya. Dengan langkah riang Li Shang Yue berjalan mendekat ke arah kuda-kuda itu. 


Jika ada yang tanya dimana pelayan Se se dan juga Aron yang sebagai pengawal pribadi Li Shang Yue maka jawabannya adalah  nanti kalian akan tahu sendiri.


“Hay putih,” Li Shang Yue menyapa kuda putihnya pemberian dari Putra Mahkota Ju yang di gunakan saat perburuan di kekaisaran Ming kemarin.


“Kau pasti lapar ini aku punya makanan untukmu,” Li Shang Yue mengeluarkan satu ikat rumput hijau di depan si putih yang langsung memakannya. Melihat rumput hijau membuat kuda-kuda yang lainnya mulai bergerak ingin memakannya juga.


Sedangkan di tempat lain Pelayan Se se dengan napas ngos-ngosan mengelilingi kediaman Li Shang Yue.


“Ya Dewa dimana lagi Nona ku, dia sudah beranjak dewasa tapi kelakuannya sudah seperti anak kecil. Harusnya tadi aku tidak meninggalkannnya,” guman Pelayan Se se yang menatap ke adaan sekitar hingga ia melihat sesuatu yang menarik.


“Pengawal Aron siapa yang mengikatmu di pohon itu?” tanya Pelayan Se se yang mendekati sosok yang menarik perhatiannya ayng tak lain adalah Aron yang di ikat di pohon besar dengan mulutnya juga yang di sumbal.


“Hmmm hmmm hmm,”


Pelayan Se se membuka kain di mulut pengawal Aron.


“Siapa yang mengikat anda Tuan Aron?” tanya Pelayan Se se yang melepaskan ikatan Aron.


“Siapa lagi? Di kediaman Jendral ini siapa yang paling jahil dan usilnya minta ampun,” kesal Aron.


Mendengar akan hal itu Pelayan Se se tidak bicara lagi karena dia sudah tahu siapa dalangnya. Siapa lagi jika bukan Li Shang Yue.


“Anak itu dulu dia tidak seperti itu tapi sekarang kenapa dia sangat nakal,” gerutu pengawal Aron yang keluar dari ikatan.


“Mungkin karena Jendral Feng dan Tuan muda Xin Qion menyayanginya membuat sisi anak-anaknya muncul. Bagaimanapun juga Nona muda dulunya hanya anak buangan yang tak pernah merasakan kasih sayang,” ucap Pelayan Se se.


“Mungkin juga tapi kenapa dia sangat nakal? Aku seperti menjaga anak 5 tahun,” kata Aron yang mengadah ke langit.


“Pelayan Se se dimana Nona muda?” tanya Jendral Feng yang tiba-tiba muncul.

__ADS_1


“Itu…,”


“Gadis kecil itu menghilang lagi, aku bahkan sampai di ikat di pohon itu,” gerutu Aron.


__ADS_2