
Baiklah jika itu yang meimei maka akan Gegeg berikan.”
Sring
Tiba-tiba di tangan Jendral Xin sudah ada sepasang pakaian yang memiliki warna biru gelap.
“Eh, Gege ambil dimana? Kok bisa tiba-tiba ada?”
“Astaga aku lupa menjelaskan hal ini kepada Yuyu.” Long yang sedari tadi diam langsung mengeluarkan suaranya.
“Gege punya ini, ini namanya cincing ruang jadi Meimei bisa menyimpan apa saja di dalamnya kecuali makhluk hidup.” Jelas Jendral Xin.
“Oh..” Li Shang Yue hanya mengangguk-anggukan kepala lalu menerima pakaian yang di sodorkan oleh jendral Xin padanya.
“Terima kasih gege,”
“Apa kamu tidak memiliki cincin ruang, Putriku?” tanya Jendral Feng.
“Tidak ayah,” jawab Li Shang Yue dengan jujur.
“Nanti ayah akan mencarikannya tapi saat ini kamu bersabar dulu ya? Karena untuk mencari cincin ruang dengan kualitas yang baik biasanya ada di pelelangan yang biasa di lakukan 1 kali 1 bulan.” Jendral Feng mengelus kepala Li Shang Yue.
“Aku akan bersabar ayah,” balas Li Shang Yue dengan senyum manis yang tulus.
“Mulai saat ini Gege dan Ayah bisa memanggilku dengan sebutan Yuyu.” Lanjut Li Shang Yue.
“Baiklah Yuyu.” Jawab Jendral Feng dan Jendral Xin secara bersamaan.
“Baiklah Ayah dan Gege keluar dulu, nanti jika ada waktu mampirlah ke kediaman ayah.”
“Baik Ayah, Yuyu pasti akan datang.”
Jendral Feng dan Jendral Xin segera keluar dari kamar Li Shang Yue. Mereka harus segera pulang karena pekerjaan di rumah pasti sangat menumpuk. Bukan masalah dapur tapi masalah berkas yang ditinggalkan selama 2 hari ini pasti sekarang semakin menumpuk.
Sekarang Li Shang Yu langsung masuk ke dalam bilik pemandian untuk mengganti pakaiannya saat ini dengan pakaian yang di berikan oleh Jendral Xin.
Beberapa saat kemudian Li Shang Yue keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang rapi yang merupakan pakaian milik Jendral Xin.
“Baiklah mari kita berangkat!” Li Shang Yue dengan riang ingin melangkahkan kakinya menuju pintu.
“Yuyu, bawah pedang hitam itu bersamamu, aku merasakan akan ada seseorang yang datang dengan niat tidak baik nanti.”
Li Shang Yue yang mendengar suara Long tanpa bertanya langsung berbalik berjalan cepat ke arah ranjang. Li Shang Yue segera berjongkok lalu meraih sebuah bungkusan yang berada di bawah ranjang. Bungkusan itu tak lain adalah bungkusan dari pedang hitam yang Li Shang Yue bungkus dengan kain.
__ADS_1
“Lalu aku harus menyimpannya dimana, Long?” Li Shang Yue bertanya dengan panik.
“Disini tidak ada tempat yang aman Yuyu, lebih baik kamu bawah pedang itu bersamamu.”
“Tapi bukankah ini mencolok? Aku takut ada yang mengenalnya.”
“Aku rasa akan ada sedikit kemungkinan ada orang yang mengenal pedang itu. Lagipula pedang itu adalah pedang lama yang berusia ratusan tahun jika ada yang mengetahuinya aku yakin mereka adalah orang-orang yang hidup atau bisa juga keturunannya. Walaupun begitu tidak satu kali lihat mereka akan langsung mengenalinya.” Kata Snake dengan panjang kali lebar.
“Benar juga, tidak mungkin mereka langsung mengenalinya. Tumben kamu berbicara hal yang benar Snake? Apa otakmu sekarang sudah pintar?”
Diam….
Snake tidak lagi mengeluarkan suaranya karena ular itu tahu jika ia mengeluarkan lagi suaranya da berdebat dengan Li Shang Yue maka Snake yakin bukan hanya ini yang dia terima.
“Sudahlah lebih baik kita berangkat saja.” Li Shang Yue langsung melepaskan bungkusan kain pada pedang hitam itu.
Li Shang Yue keluar dari kamarnya dengan langkah ringan. Samar-samar Li Shang Yue mendengar suara seperti perdebatan.
“Siapa lagi yang datang, merusak mood bahagiaku saja.” Gerutu Li Shang Yue.
Dengan langkah lebar Li Shang Yue menuju gerbang Paviliunnya. Sampai disana Li Shang Yue mengernyitkan alis saat melihat seseorang yang memakai pakaian serba hitam berdiri di depan Yun, Chan Si dan juga Lay. Keempat orang itu terlibat perdebatan yang dapat Li Shang Yue tangkap jika pria yang berpakaian serba hitam itu ingin masuk ke dalam kediamannya namun ketiga pria itu menghalanginya.
“Ada apa ini?”
“Yuyu!”
“Salam Putri,” orang yang berpakain hitam itu segera membungkukkan badannya kepada Li Shang Yue.
Pria itu tak lain adalah Aron pengawal bayangan dari Kaisar Li. Namun, Aron merasa heran bagaimana bisa seorang prajurit biasa memanggil seorang Putri Mahkota dengan nama khusus terlebih sepertinya begitu akrab.
“Ada apa? Kenapa kamu mengacau di kediamanku?” Li Shang Yue bertanya dengan nada datar dan tak suka karena ada orang asing yang datang di tempatnya.
“Saya Aron, orang yang di tugas Yang Mulia untuk menemui anda Putri.” Jawab Aron dengan tegas.
“Untuk apa?”
“Yang Mulia memberikan ini untuk Putri.”
Aron segera menyodorkan dua kantong Koin emas kepada Li Shang Yue. Li Shang Yue yang melihat itu tentu saja tidak langsung menerimanya begitu saja.
“Itu apa?”
“Ini koin emas Putri agar ada bisa berbelanja semua kebutuhan anda,”
__ADS_1
Mendengar kata Koin Li Shang Yue langsung menerima begitu saja. “ Kalian bertiga jaga kediamanku, jangan biarkan siapapun masuk ke dalam.” Pesan Li Shang Yue kepada ketiga orang di belakangnya.
“Baik Putri,” Jawab mereka bertiga serentak.
Li Shang Ye langsung pergi begitu saja tanpa memperdulikan keberadaan Aron disana. ahkan gadis itu sama sekali tidak mengucapkan kata terima kasih sekalipun.
“Saatnya bereaksi.” Guman Li Shang Yue yang langsung terbang menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Setelah beberapa saat akhirnya Li Shang Yue sampai di suatu tempat yang dikatakan Long. Tempat itu memiliki nama yaitu Pasar gelap Yaitu di tempat itu terjadi perjual budakkan.
Sebelum masuk ke gerbang Li Shang Yue mencari tempat yang sepi karena Long akan berubah menjadi manusia begitu juga Snake. Jadi Li Shang Yue tak punya pilihan lain selain mencari tempat sepi.
“Aku rasa ini tempat aman, cepatlah berubah.” Perintah Li Shang Yue yang sudah tidak sadar.
Wusssh
Tiba-tiba berdiri dua orang pria di samping kanan kiri Li Shang Yue yang tak lain adalah Snake dan Long.
“Ayo kita masuk,” Snake seperti biasa dia langsung menarik tangan Li Shang Yue menuju gerbang pasar gelap.
Namun tinggal beberapa langkah lagi sampai Li Shang Yue menghentikan langkahnya saat melihat seorang Kakek tua sedang menjual barang di depan pasar gelap.
Li Shang Yue segera berjalan menghampiri kakek tua itu.
“Silahkan di lihat Nona, Tuan-Tuan.” Ucap Kakek tua itu dengan suara seraknya karena dia sudah tua.
Mata Li Shang Yue langsung tertuju pada sebuah cincin yang memiliki bentuk dan warna yang gelap. Cincin itu memiliki ukiran aneh dan juga warnanya yang merah kehitaman namun entah kenapa di mata Li Shang Yue itu sangat indah.
“Kek Cincin ini berapa?” Li Shang Yue langsung mengambil cincin itu memakainya di jari telunjuknya yang sangat pas.
“Itu hanya 10 perak saja Nona,” jawab sang Kakek dengan mata yang berbinar cerah.
“Ambillah kek,” Li Shang Yue langsung memberikan 5 tael koin emas kepada sang Kakek.
“Ini kelebihan Nona,”
“Tak apa, aku ikhlas kok.”
“Long, Snake ayo prgi..” Li Shang Yue segera berlari masuk ke dalam pasar gelap.
Tanpa diketahui Li Shang Yue kakek tua itu tersenyum ke arah Li Shang Yue yang menghilang d depan sana.
“Setelah ratusan tahun aku berkeliling ke dunia atas, dunia bawah dan dunia tengah akhirnya aku menemukannya. Lord permaisurimu sudah terlahir.” Guman sosok kakek tua itu yang langsung menghilang seperti tertiup angin.
__ADS_1