
“Ayah ada apa dengan Yue’er?” teriak Jendral Xin panik saat melihat jika tubuh LI Shang Yue telah di kelilingi berbagai cahaya tapi paling bersinar adalah cahaya keemasan.
“CELAKA…! XIN QION TUTUP JENDELA SEKARANG JUGA…!~” teriak Jendral Feng kepada Jendral Xin.
Xin Qion yang mendengar apa yang dikatakan sang ayah dengan gerakan cepat menghampiri dan menutup semua jendela di dalam ruangan itu. Jendral Xin juga memasang sebuah gorden di setiap jendela itu.
“Ayah sebenarnya ada apa?” tanya Jendral Xin kepada Jendral Feng.
“Diam Xi Qion…! Jangan ganggu ayah berkonsentrasi..!” ucap Jendral tegas seperti keadaan sekarang itu benar-benar mengkhawatirkan.
Terlihat Jendral Feng yang duduk lotis di lantai dengan lambaian tangan sebuah buku kuno keluar dari tangan Jendral Feng. Buku itu memiliki ukiran judul Dantian Emas. Jendral Feng dengan cepat membuka buku itu lalu mencari sesuatu hal yang memang sedang di butuhkannya. Tak lama itu Jendral Feng berhenti membuka halaman demi halaman sepertinya sudah menemukan apa yang dia cari.
“Yue’er…, ayah tidak tahu apakah kamu gadis dalam ramalan itu atau bukan. Namun satu hal yang ayah ingin kamu tahu, walau kamu bukan putri kandung ayah tapi ayah akan tetap melindungi kamu seperti anak kandung ayah. Xin Qion jika nanti ayah tak bisa bertahan tolong lindungi Yue’er. Takdir dan perjalannya baru saja di mulai kamu harus menjadi perisai untuknya sampai Yue’er menjadi kuat,” kata Jendral Feng dengan tegas.
Jendral Xin yang mendengar apa yang dikatakan oleh sang ayah langsung tertegun. Matanya langsung menatap Jendral Feng yang sedang menatap ke arah Li Shang Yue.
“Ayah ada apa sebenarnya?” tanya Jendral Xin yang seketika itu pula Jendral Xin merasa panik.
Namun sayangnya pertanyaan Jendral Xin tak di jawab oleh Jendral Feng. Terlihat Jendral Feng yang melukai telapak tangannya membuat Jendral Xin kaget dengan apa ayng di lakukan oleh sang ayah.
“Ayah apa yang kau lakukan?” teriak Jendral Xin dengan suara rendah.
“Diamlah Xin Qion keadaan Yue’er sangat bahaya jika orang luar sampai dapat melihat hal ini..!” bentak Jendral Feng yang kembali berkonstrasi.
Terlihat Jendral Feng yang menggambar pola aneh di atas lantai itu menggunakan darahnya. Mulutnya bergerak komat kamit membacakan sebuah mantra. Hingga beberapa saat kemudian terlihat sebuah sinar keemasan keluar dari pola yang di gambar Jendral Feng. Sinar emas itu membentuk sebuah lingkaran melindungi ruang kamar itu hingga sinar terang dari Li Shang Yue bisa di tahan di dalam ruangan itu.
“Apa yang sebenarnya terjadi?” guman Jendral Xin yang terduduk lemah.
Xin Qion tidak tahu apa yang terjadi kepada sang adik Li Shang Yue dan apa yang dilakukan oleh sang ayah. Namun, Jendral Xin tahu jika saat ini ayahnya sedang melakukan pengorbanan.
__ADS_1
Kembali ke sisi Li Shang Yue yang sedang mengalami penyatuan dengan sosok yang sepertinya yang telah dia kalahkan tadi.
Wushhhhhh
Sebuah angin berhembus kencang bersamaan dengan Li Shang Yue yang membuka matanya. Li Shang Yue tak punya waktu untuk bersenang-senang karena saat melihat jika jam pasir sedikit lagi membuatnya langsung berdiri dan keluar dari labirin kaca itu.
“Kau cukup kuat ternyata…,” ucap sosok yang menyerupai Li Shang Yue itu.
Li Shang Yue hanya diam mengabaikan sososk itu yang baginya tidak berarti apa-apa. Gadis itu dengan santai berjalan ke arah labirin kedua. Namun belum sampai ia masuk sosok dirinya sendiri menariknya menjauh dari labirin itu.
“Ada apa? Kmau tahu aku tak punya banyak waktu untuk mengurusi akan hal-hal seperti ini?” tanya Li Shang Yue dengan sinis.
“Kamu ingin membebaskan dia juga?” tanya sosok itu lagi.
“Jika tidak maka untuk apa ku berada disini? Apa kamu pikir aku akan hanya akan membebaskan satu saja? Aku kan akan membebaskan semuanya karena aku butuh mereka juga,” kata Li Shang Yue dengan panjang kali lebar.
“Kamu tidak ingin istrahat? Setiap dantian memiliki kekuatan yang berbeda-beda asal kau tahu..!” ucap sosok itu dengan kesal.
Li Shang Yue langsung menyentak tangan sosok itu lalu berjalan menuju labirin kedua. Li Shang Yue masuk ke dalam labirin kedua tanpa adanya keraguan sedikitpun akan hal itu.
“Akhirnya kau datang juga setelah sekian lama aku menunggu..!” ucap sosok di depan Li Shang Yue yang tertawa sinis.
“Aku bingung Putri Li Shang Yue bukanlah gadis yang memiliki pikiran kotor. Bahkan Putri Li Shang Yue adalah gadis yang memiliki hati yang begitu murni dan suci. Lalu bagaimana bisa ia memiliki sisi seperti mereka?” Li Shang Yue hanya bisa bertanya-tanya dalam hatio saja dengan apa yang terjadi pada Puteri Li Shang Yue yang asli.
“Apa kamu begitu lama menungguku?” tabnya Li Shang Yue yang justru bertanya balik kepada sosok itu.
“Hm sangat lama, aku tak menyangka Dewa memberikan kekuatan sebesar ini pada gadis keturunan manusia fana sepertimu. Harusnya orang yang memiliki anugrah ini adalah master kultivasi bukan gadis buruk rupa sepertimu,” ucap sosok itu pedas.
Sepertinya sosok itu juga tidak menyukai Li Shang Yue yang menjadi Tuannya atau pemilik darinya.
__ADS_1
“Aku memang manusia, tapi jangan lupa kamu adalah aku yang harus tunduk pada pemilikmu..!” balas Li Shang Yue dengan dingin.
“Sialan…! Kamu bukan pemilikku. Aku tak sudah bila harus dikendalikan orang sepertimu. Namun baguslah kau menjadi lemah seperti ini. Dengan adanya kamu yang lemah maka bukan kamu yang akan merindukanku tapi aku yang akan membuat kamu tunduk pada diriku. Aku akan bebas dan kamu akan aku kurung di dalam ini,” kata sosok itu dengan tertawa jahat.
Bugh
Brakk
Li Shang Yue tanpa ragu segera melayangkan kakinya hingga menendang sosok itu sampai terbang dan menghantam dinding labirin kaca. Sedangkan sosok itu yang tak menyangka dengan serangan Li Shang Yue tentu saja merasa kaget terlebih pukulan Li Shang Yue tidak main-main kerasnya.
“Kau beraninya kau menyerangku dalam diam…!” teriak sosok itu yang berdiri menatap tajam penuh akan aura membunuh pada sosok itu yang di tujuhkan pada Li Shang Yue.
“Aku tak suka banyak bicara…!” balas Li Shang Yue yang langsung memasang kuda-kuda bertahan saat menyadari jika sosok itu akan segera melakukan serangan balik.
Li Shang Yue mengernyitkan alis saat melihat sebuah cahaya keemasan keluar dari tangan sosok itu. Sinar emas itu berubah menjadi sebuah pedang yang sangat panjang dan tajam. Melihat akan hal itu Li Shang Yue sampai tertegun merasa terpesona dengan pedang yang dimiliki sosok itu.
“Jika aku menang, apa pedang itu juga jadi milikku?” tanya Li Shang Yue dengan menatap penuh minat ke arah pedang di tangan sosok itu.
“Tentu saja, tapi bukan pedang ini. Lebih tepatnya pedang ini akan bersatu dengan pedang yang kau gunakan hingga akan semakin kuat,” terang sosok itu dingin.
“Dia sudah cukup dewasa atau hanya anak kecil jika seperti itu. Lihatlah hanya karena melihat pedang ini matanya sampai mengeluarkan bintang,” guman sosok itu yang sebenarnya merasa gemas dengan tingkah Li Shang Yue.
“Baiklah, aku tak akan membuang waktu lagi. Aku pasti akan mendapatkannya kamu tenang saja,” kata Li Shang Yue yang langsung mengangkat tangannya di atas kepalanya.
“Blue Moon..!” teriak Li Shang Yue lantang yang memanggil pedang birunya.
Wushhhhh
Sebuah cahaya biru terang datang mengelilingi hingga berakhir di tangan letik Li Shang Yue. Terlihatlah sebuah pedang biru yang sangat indah dengan sinar biru di sekitarnya.
__ADS_1
“Pedang itu..,”