Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 209


__ADS_3

''Aku merindukanmu sayang,'' bisik Yang Hong di telinga Li Shang Yue.


Li Shang Yue yang mendengar apa yang di bisikan oleh Yang Hong hanya tersenyum lembut membalas pelukan Yang Hong. Entah kenappa saat Yang Hong memeluknya memberikan rasa hangat dan aman yang sangat nyaman bagi Li Shang Yue. Mungkin karena mereka yan sudah di takdirkan makanya bisa saling merasakan nyaman.


'''Kenapa aku merasakan rasa nyaman saat bersama Hong Ge? Aku seperti terasa di lindungin dan aku merasakan rasa yang sama saat aku bersama dengan bersama dengan pria yang aku temui di hutan waktu itu,'' bbatin Li Shang Yue yang membalas pelukan Yang Hong.


''Dimana Tian Ge?' tanya Li Shang Yue yang mencari sosok itu karena memang tidak ada disana.


Sontak saja  saat mmembahas akan hal itu air muka Yang Hong yang tadinya berseri-seri langsung saja berubah dratis dan menatap langit-langit kamar itu mengepalkan tangannya dengan kuat. Li Shang Yue yang melihat akan hal itu langsung mengernyitkan alisnya karena merasakan ada yang tidak di ketahui oleh dirinya sejak selama ini.


''Kalian keluar dulu,'' ucap Li Shang Yue dengan nada datar melirik teman-temannya yang lainnya.


Mereka yang melihat wajah dingin tak bersahabat Li Shang Yue langsung menganggukan kepalanya mereka sebelum semuanya langsung berbalik lalu keluar dari kamar itu. Setelah melihat mereka semua keluar Li Shang Yue langsung memasang array di dalam kamar itu agar apa yang mereka bicarakan tidak sampai terdengar di luar. Bukan tidak percaya namun, Li Shang Yue tidak ingin sesuatu yang dia tidak inginkan mereka dengar. Lagipula tidak ada yang mengetahui jika Tianzhi merupakan calon selirnya karena memang yang memintanya agar Li Shang Yue tidak memberitahukan teman-temannya jika dia akan menjadi selir dari Li Shang Yue.


''Ada apa?" tanya Li Shang Yue dengan menatap wajah Yang Hong dengan intens.


Li Shang Yue tahu jika pasti terjadi sesuatu hal yang salah jika Yang Hong trdiam seperti tadi. Tidak mungkin jika semuanya baik-baik saja Yang Hong akan terdiam hanya karena pertanyaan itu saja. Sedangkan Yang Hong yanng menghadapi pertanyaan seperti itu dari Li Shang Yue langsung menatap dalam wajah wanita yang berhadil mencuri perhatiannya dan hatinya itu.


''Apa kau mencintai Tianzhi Yuyu?" tanya Yang Hong dengan dingin.


Walau wajahnya terkesam cuek dan dingin namun sejujurnya dia sangatlah merasakan perasaan sesak di dalam hatinya. Entah apa yang akan dia lakukan jika sampai tebakannya benar-benar terjadi. Jika Li Shang Yue tidak mencintai Tianzhi maka dia akan mengatakannya dengan lantang.  Namun, jika Li Shnag Yue mengatakan mencintai Tianzhi maka dia akan memilih untuk mengatakannya juga karena pada akhirnya semuanya akan menyakitkan bagi wanita di depannya itu.


Li Shang Yue yang mendengar pertanyaan dari Yang Hong langsung mengerutkan dahinya dengan dalam-dalam. WEntah kenapa hari ini sudah dua kali dia menerima pertanyaan seperti itu yang jelas-jelas dia juga tidak tahu mengapa.

__ADS_1


''Aku tidak tahu. Aku hanya ingin tahu dimana pria itu?" tanya Li Sang Yue dengan wajah datar dan aura dingin di tubuhnya.


''Kau ingin menemui-nya?" tanya balik Yang Hong yang menatap Li Shang Yue dengan intes.


''Yah aku ingin menemui-nya. Apa ada yang salah,'' jawab Li Shang Yue dengan dingin.


Yang Hong yang mendengarnya cukup terkejut dan juga bingung dengan apa yang harus dia katakan sekarang ini. Jika dia mengatakan kebenarannya sekarang ini apakah Li Shang Yue akan percaya padanya. Jika Li Shang Yue percaya maka itu akan bagus namun bagaimana  jika Li Shang Yue tidak percaya padanya. Maka semua itu akan menjadi bumerang untuknya sendiri. Li Shang Yue akan menganggapnya buruk karena sudah berbicara omong kosong. Akan tetapi jika berdiam diri juga maka semuanya akan berantakan seperti yang dia khwatirkan yang akan membuat dirinya merasa sakit juga kedepannya jika sampai apa yang dia tebak benar adanya.


''Ini benar-benar pilihan yang sulit. Semua pilihan yang ada benar-benar ada di batas dan resikonya masing-masing. Namun, jika aku berdiam diri maka akan ada kemungkinan dia akan tersakiti karena itu. Tidak jika dia tersakiti maka akan lebih baik aku yang dia benci,'' kata Yang Hong dalam hati dengan pikirang yang berkecamuk.


''Jika kau ingin menemuinya maka pegang tanganku,'' ucap Yang Hong yang terdengar seperti bukan permintaan tapi perintah.


Li Shang Yue hanya diam namun tak urung dia mengulurkan tangannya lalu menerima uluran tangan dari Yang Hong hingga kini tangan keduanya saling menggenggam. Lebbih tepatnya Yang Hong yang menggenggam tangan Li Shang Yue sedangkan Li Shang Yue hanya biasa saja bahkan menempelkan saja tangannya.


''Tutup matamu,'' isik Yang Hong yang menarik Li Shang Yue semakin dekat dengannya.


''Kita akan berteleportasi langsung ke istana Tianzhi Yuyu. Jika kamu tidak menutup mata maka dapat di pastikan kamu akan langsung muntah sampai disana,'' terang Yang Hong dengan nada rendah penuh penekanan.


Li Shang Yue yang mendengar akan hal itu langsung saja menurut memegang tangan Yang Hong dan erat sebelum menutup matanya rapat-rapat. Sedangkan Yang Hong yang melihat akan hal itu hanya bisa tersenyum tipis menatap wajah Li Shang Yue sebelum matanya langsung terpaku pada bibir tipis dan merah alami Li Shang Yue membuatnya ingin sekali mencicipinya. Sayangnya Yang Hong tidak berani melakukannya karena itu akan menimbulkan dirinya di benci oleh Li Shang Yue wanita yang dia cintai.


''Sabar, aku harus bersabar menunggu semuanya indah pada waktunya. Aku yakin jika suatu saat nanti Yuyu akan mengizinkanku untuk menciumnya,'' kata Yang Hong dalam hati sebelum menutup mata bersiap melakukan teleportasi.


Ceklek

__ADS_1


''Yang Mulia apa kau tidak merindukan aku?"


Seorang wanita berjalan masuk ke dalam ruangan yang penuh dengan warna hitam itu. Sedangkan seorang pria yang sedang duduk di kursi kerjanya langsung saja mendongak menatap siapa yang datang menemuinya. BBibbirnya terangkat ke atas saat melihat jika wanita yang menemuinya adalah wanitanya.


Wanita yang mengenakan pakaian ungu dengan sedikit terbuka itu langsung saja duduk di atas pangkuan pria yang merupakan suaminya itu. Sang pria yang melihat itu langsung saja merengguh pinggang sang wanita tak lupa menyerang bibir sang wanita dengan ganas.


''Yang Mulia, apa kau tidak merindukan aku hemm,'' wanita itu mulai mencium leher sang pria dengan tangannya yang bermain di sekitar dada bidang pria itu.


''Henntikan aku masih banyak pekerjaan,'' ucap sang pria yang menangkap tangan nakal dari wanita itu.


''Ayolah yang mulia, apa kau tidak merindukan aku?'' bisik sang wanita dengan nada menggoda.


''Aku sangat merindukan mu namun tidak untuk sekarang sayang. Kau lihat pekerjaanku banyak belum lagi kita tidak bia mengekspos kedekatan kita secara terang-terangan seperti ini,'' ucap sang pria dengan nada lembut.


''Kenapa Yang Mulia?'  tanya sang wanita dengan mata yang berkaca-kaca.


''Karena aku sudah mengumumkan jika Ratu iblis telah tiba,'' ucap sosok itu.


Sosok pria itu tak lain dan tak bukan adalah Tianzhi sang Kaisar iblis yanng merupakan pria yang mengklaim Li Shang Yue sebagai ratunya.


''Mengertilah. Kamu hanya selirku disini aku belum bisa mengeksposmu terlalu jauh sebellum aku berhasil menikahi Ratu iblis,'' kata Tianzhi dengan menatap wanita di pangkuannya dnegan tatapan yang lembut.


''KENAPA YANG MULIA TERUS MEMIKIRKAN WANITA ITU. SELAMA INI AKU YANG BERADA DI SISI YANG MULIA..! SELAMA 1 TAHUN AKU MENEMANI YANG MULIA DENGAN SUKA RELA DAN IKHLAS BAHKAN HARUS RELA MENJADI PELAYAN PRIBADI ANDA PADAHAL AKU ADALAH SELIR YANG MULIA.  APA YANG ISTIMEWA DARI WANITA ITU YANG MULIA BAHKAN DIA JUGA MENJADIKAN YANG MULIA SEBAGAI SELIRNYA...!'' teriak wanita itu yang berdiri dari pangkuan Tianzhi.

__ADS_1


''TENTU SAJA PENTING...! AKU MEMBUTUHKAN KEKUATANNYA UNTUK MENGHIDUPKAN RATU IBLIS YANG SUDAH AKU SEGEL DI DALAM DIRI KAMU. HANYA DENGAN MENYERAP KEKUATAN DAN MENGORBANKAN JIWANYA MAKA KAMU DAN AKU BISA BERSAMA HUANG MEI...!''


Deg


__ADS_2