Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
babb 226


__ADS_3

Sudah satu minggu sejak kejadian itu, Yang Hong berlatih dengan keras karena tahu kedua orang tuanya tidak akan diam saja setelah dia berani melawan kehendak mereka. Yang Hong siang dan malam akan berlatih di halaman belakang tanpa sepengtahuan Li Shang Yue.


Seperti malam ini, saat semua orang sudah terlelap maka Yang Hong sedang mengendap-ngendap keluar dari kamarnya lalu menuju ke halaman belakang yang sunyi dan pas untuk latihannya. Sampai disana Yang Hong langsung menghela napas lega dengan memandang sekitar. Sinar bulan yang terang adalah teman Yang Hong setiap malam terakhir minggu ini.


Hahh


Terdengar Yang Hong menghela napas berat menatap bulan dengan tatapan sendu. Sangat sulit untuk melawan kedua orang tuanya namun dia juga tidak bisa melepaskan Li Shang Yua. Li Shang Yue adalah Matenya, pasangannya yang sudah di takdirkan bahkan sejak belum lahir di dunia ini. Lalu bagaimana bisa kedua orang tuanya ingin memisahkan mereka berdua.  Ada pepatah mengatakan jika kebahagiaan anak adalah kebahagiaan orang tuanya. Lalu mengapa dirinya tidak, sedari kecil dirinya di didik dengan keras dan akan selalu tunduk pada perintah ayahnya namun saat mengetahui matenya adalah manusia sang ayah sering kali mengirimkan pembunuh pada Li Shang Yue namun selalu di gagalkan oleh Yang Hong tanpa sepengetahuan sang ayah.


''Aku harus kuat, agar aku bisa berdiri sempurna disisi Yue'er nantinya,'' guman Yang Hong yang mulai mengayunkan pedangnya.


Gerakan lambatnya terlihat lembut namun mematikan, gerakannya terlihat lembut hingga semakin lama semakin cepat dan akurat. Gerakan yang sangat indah namun juga mematikan sekali kena maka akan lansgung terluka cukup parah. Yang Hong dengan serius mengayunkan pedangnya hingga telinganya berdenying saat mendengar suara tebasan pedang di belakangnya. Yang Hong langsung berbalik lalu menghalangi pedang itu hingga pedang keduanya bertabrakan di udara.


Ting


Yang Hong membulatkan matanya saat melihat jika yang menyerangnya adalah Li Shang Yue wanita yang dia cintai. Bellum sempat ia mengeluarkan suara Li Shang Yue sudah melayangkan tendangan telak di dada Yang Hong membuat pria itu langsung mundur seketika.


''Yue'er apa yang kau lakukan? Kenapa kamu menyerang ku?" tanya Yang Hong menatap Li Shang Yue yang memegang pedang biruu andalannya.


''Kenapa? Ayo bertarung,'' Li Shang Yue mengangkat pedangnya namun, Yang Hong justru menurunkan pedangya seperti tidak ingin bertarung membuat Li Shang Yue mengerutkan dahi.


''Ada apa? kenapa berekspresi seperti itu? Apa kamu berfikir jika aku ini lemah begitu?" tuding  Li Shang Yue dengan perasaan dongkol.

__ADS_1


''Bukan seperti itu yue'er, aku hanya tidak ingin melawanmu itu saja,'' kata Yang Hong yang meletakan pedangnya.


''Angkat pedangmu dan lawan aku! Aku sudah cukup muak dengan tingkah mu selama 1 minggu ini yang terus mendiami ku dan menghindari ku. Jika memang kau tidak ingin bersamaku maka pergi saja. Aku tidak pernah memaksa mu atau siapapun itu untuk terus berada di dekatku. Aku tidak menyuruh mu untuk melawan kedua orang tuamu, kamu tahu akan hal itu. Jika kau terus menyalahkanku lenih baik kau kembali ke sisi kedua orang tuamu dan kita akan bertemu di medang perang.!''


Deg


Yang Hong yang mendengar akan apa yang dikatakan oleh Li Shang Yue langsung tertegun di tempat. Sedangkan Li Shang Yue yang tak melihat pergerakan dari pria itu langsung berbalik ingin pergi hingga baru beberapa langkah di kagetkan dengan sebuah tangan yang melingkar di perut Li Shang Yue.


''Jangan pergi, aku hanya punya kamu sekarang. Jika kamu pergi aku harus kemana? Aku tidak akan kembali pada mereka karena rumah dan tempatku pulang yang sebenarnya adalah kamu,'' bisik Yang Hong yang terdengar sendu memeluk Li Shang Yue.


Li Shang Yue yang mendengarnya hanya bisa menghela napas saja, dirinya juga merasa bimbang akan dengan keadaan Yang Hong sekarang. Jauh di lubuk hatinya dia tak ingin pria itu melawan kedua orang tuanya namun mau bagaimana juga cinta adalah sebuah perasaan yang tak bisa di paksakan dan di tentukan pada siapa dia akan terpaut. Seperti apa yang dikatakan oleh Yang Hong saat ini dia juga tidak akan mudah melepaskan pria itu karena mereka sudah menikah secara sah.


Li Shang Yue berbalik hingga kini bisa dengan langsung melihat wajah tampan Yang Hong dengan tatapan teduyh dan sendunya.


''Sangat, lebih darii yang kau tahu,'' jawab Yang Hong dengan tegas.


Mendengar akan hal itu Li Shang Yue tersenyum tipis dengan menatap pria tampan di depannya itu. ''Maafkan aku yang tak bisa memberikan hatiku hanya untukmu,'' ucap Li Shang Yue menatap sendu pria itu.


''Tidak apa, menjadi salah satu priamu sudah hal yang baik untukku,'' Yang Hong memeluk Li Shang Yue dengan erat.


Awalnya memang sulit menerima jika harus membiarkan wanita ayng dia cintai bersama pria lainnya namun apa boleh buat semuanya takdir. Wanita di depannya itu tidak hanya memiliki satu identitas tapui ada identitas yang lebih agung di bandingkan dengan yang sekarang.

__ADS_1


''Walau tak menjadi satu-satunya aku yakin kamu mampu mencintai kami seadil-adilnya walau aku tahu di antara kami nanti akan ada satu pria yang sangat kau cintai namun aku yakin kamu tidak akan membedakan kami atau membuang kami,'' lanjut Yang Hong.


''Aku memang menapik jika aku akan mencintai salah satu dari kalian lebih besar tapi aku akan berusaha untuk membuat kalian semua adil. Aku tidak tahu takdir apa yang membuatku seperti ini hingga harus serumit ini,'' kata Li Shang Yue dalam hati.


Tanpa mereka ketahui ada satu sosok yang menatap mereka dalam kegelapan. Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Zhing Young. Pria itu menatap wanita yang dia cintai sedang berpelukan dengan pria lain, ingin marah tapi mau bagaimana lagi semuanya adalah jalan takdir dari wanitanya dia hanya akan setia mendampinginya.


''Aku senang karena dia lebih dewasa dari yang aku kira. Aku bahagia wanitaku mendapatkan pria seperti itu,'' guman Zhing Young yang keluar dari persembunyiannya menghampiri keduanya.


''Kalian tidak ingin mengajakku berpelukan bersama begitu?" kata Zhing Young dengan dingin.


Li Shang Yue dan Yang Hong yang sedang berpelukan langsunng melepaskan pelukan mereka masing-masing dnegan menoleh ke arah asal suara.


''Zhing...!''


''Kau tak ingin memelukku baby?" Zhing Young tanpa dosa mendekati Li Shang Yue lalu memeluk erat kedua orang itu hingga kini mereka saling berpelukan bertiga.


'Iya tawa sesama suami Li Shang Yue saling akur ya hehehe


Maaf ya reades selama sebulan othor hilang soalnya lagi nyari rumah baru. Tapi bulan ini Othor bakalan up lagi nih Novel biar kelar.


Jangan lupa mampir di Novel Fantasi baruku di Apk sebelah yah🤭 kisahnya nggk kalah seru kok

__ADS_1


judul The Story Of Fang Yin



__ADS_2