
“Salam Jendral,” seorang penjaga gerbang mengberi hormat kepada Jendral Feng.
“Ada apa?” tanya Jendral Feng dengan datar.
“Di luar gerbang ada Tuan Aron pengawal bayangan Kaisar ingin bertemu dengan Nona muda,”
“APA….,? UNTUK APA PENGAWAL KAISAR DATANG KEMARI?”`
Terlihat sekali jika Jendral Feng tidak senang dengan kedatangan pengawal sang Kaisar begitu pula Jendral Xin. Kedua orang itu sepertinya sangat tidak menyukai kedatangan Aaron.
“Untuk apa pengawal Kaisar datang kemari? Apa dia ingin menyakiti Yue’er? Lihat saja apa yang akan aku lakukan pada cecunguk itu,” batin Jendral Feng yang sepertinya sedang merencanakan sesuatu untuk pengawal Kaisar Li.
“Jangan-jangan pak tua itu ingin mengambil Yuyu dari kami kembali? Enak saja, tak akan aku biarkan meimei ku di ambil lagi,” kata Jendral Xin dalam hati.
Sedangkan Li Shang Yue hanya bisa melihat kedua pria di depnnya itu yang telah berwajah masam dan tak bisa di lihat saking buruknya ekspresi wajah mereka.
“Ada apa dengan Ayah dan gege? Kenapa mereka terlihat seperti orang yang sedang menahan sesuatu?” Li Shang YUe menatap kedua pria di depannya itu dengan intens.
“Ayah, gege, apa yang sedang kalian lakukan? Kalian terlihat sangat jelek,” kata Li Shang Yue dengan jujur.
Sontak saja Jendral Feng dan Jendral Xin yang mendengar jika mereka jelek langsung melototkan mata. Sebenarnya Jendral Feng tidak menyukai jika ada orang yang mengatainya jelek. Namun, melihat jika yang mengatainya adalah sang putri tercinta Jendral Feng hanya bisa menarik napas dalam-dalam.
“Yue’er kamu tunggu disini tak perlu keluar jika kamu ingin ke perpustakan kamu bisa menanyakannya atau meminta di antarkan pada pelayan,” Jendral Feng mengelus kepala Li Shang Yue dengan sayang.
“Tapi ayah orang itukan ingin bertemu dengan Yue’er?” ucap Li Shang Yue.
“Yue’er menurutlah, ayah tak ingin anak ayah terluka sedikitpun. Kami akan menyelesaikannya dengan cepat kamu duduk disini saja,” kata Jendral Feng yang membujuk Li Shang Yue untuk duduk di gazebo.
“Apa yang dikatakan oleh ayah benar Yue’er kamu cukup disini saja. Gege tak ingin ada orang yang mnyakiti kamu, gege dan ayah akan berusaha sekuat tenaga melindungimu YUe’er. Jadi kamu diam saja disini,” kata Jendral Xin dengan wajah datar namun nada suaranya terdengar lembut.
__ADS_1
Li Shang Yue yang mendengarnya langsung terdiam kaku dengan menatap piring-piring cemilan di depannya.
“Lebih baik aku diam disini dengan begitu aku bisa menghabiskan semua hidangan ini hihihi,” Li Shang Yue dengan tetawa senang di dalam hati.
“Baiklah Yue’er akan tetap disini tapi jangan sakahkan Yue’er kalau makanan ini semuanya habis,” kata Li Shang Yue dengan senyum aneh di wajahnya.
“Tak apa lakukan sesuka mu,” sahut Jendral Feng dengan wajah riang.
Jendral Feng menatap ke arah Jendral Xin sebelum memberinya sebuah kode untuk segera mendatangi pengawal Kaisar Li. Jendral Feng dengan langkah pasti berjalan di depan di belakang di ikuti penjaga gerbang.
“Bawa pengawal Kaisar Li ke ruang kerjaku,” titah Jendral Feng dengan wajah datar dan aura dingin.
“Baik Tuan,” penjaga itu segera berjalan ke arah gerbang dengan Jendral Feng dan juga Jendral Xin segera lurus menuju ruang kerja Jendral Feng.
Sedangkan Li Shang Yue gadis iru segera berbaring lalu masuk ke dalam cincin ruang dimensinya. Terlihat saat sampai disana ia langsung di sambut White dan Nino sang penjaga ruang dimensi.
“Dimana Long dan Snake?” tanya Li Shang Yue yang menatap ke sekitar.
Mereka berada di kolam air kehidupan Nona,” jawab Nino.
Mendengar itu Li Shang Yue langsung pergi menuju ke tempat yang di maksud oleh Nino. Sampai disana Li Shang Yue dapat melihat Long yang sedang menemani SNake berendam.
“Long,” Li Shang Yue memanggil Long dengan mendekati hewan kontraknya itu.
“Yuyu, kau kemari?” Long segera berdiri menyambut kedatangan LI Shang YUe.
“Bagaimana keadaannya?” tanya i Shang Yue yang melirik Snake yang sudah berubah wujut menjadi seekor ular putih yang sangat besar.
“Dia semakin membaik hanya saja mungkin butuh beberapa hari membuatnya terbangun dari tidurnya. Walaupun air ini bagus tapi untuk hewan yang sekarat seperti Snake yang bahkan sudah bisa di katakan mati membutuhkan juga jangka waktu untuk menyembuhka,” terang Long.
__ADS_1
Li Shang YUe yang mendengarnya lagi lagi hanya bisa terdiam dengan dengan menundukan kepala. Rasa bersalah itu muncul lagi dalam benak Li Shang YUe walaupun Li Shang Yue tahu jika Long maupun Snake tidak akan menyalahkannya. Akan tetapi, Li Shang Yue masih merasa jika itu semua memang karena dirinya.
Long yang melihat jika sang junjungan merasa sedih hanya bisa menarik napas dalam-dalam. Ini bukan salah Nonanya Long tahu jika Li Shang Yue tahu sesuatu akan terjadi seperti ini Li SHang Yue tidak akan pernah meninggalkan Snake dan yang lainnya.
“Yuyu berhenti bersedih dan menyalahkan diri sendiri, ini semua bukan salahmu atau salah mereka. Jika ada yang ingin di salahkan maka salahkan saja Selir dan juga anaknya yang busuk itu. Kau seharusnya tak bersedih seperti ini seharusnya kamu menyusun rencana membuat mereka merasakan apa yang mereka lakukan padamu,” terang Long dengan panjang kali lebar.
“Hm kamu benar semua ini memang bukan salahku tapi aku tetap merasa bersalah karena meninggalkan mereka di istana. Andaikan aku tahu jika akan seperti ini aku tidak akan pernah pergi berburu. Semua ini memang salah kedua manusia ulat bulu itu aku pasti akan datang membalas. Pembalasan dendamku baru saja di mulai mereka yang tadinya di puji-puji kini mereka hanya akan menerima hinaan dan cemoohan,”
Li hang Yue menyeringai dingi saat mengingat apa yang telah dia berikan kepada Selir Hua Rong dan juga Putri Wei Rong.
“Aku tak sabar menantikan kalian akan datang memohon-mohon padaku,” batin Li Shang YUe.
Long yang mendengar apa yang di batinkan oleh Li Shang Yue hanyabisa mengangkat alisnya satu.
“Apa yang direncanakan Yuyu?” batin Long yang bertanya-tanya.
“Nanti juga akan kamu tahu sekarang aku pergi dulu, aku harus mencari Nino. Ada urusan penting yang sangat aku butuhkan dan aku memerlukan dia,” teriak Li Shang Yue dari kejauhan.
Li Shang Yue mencari Nino di bawah pohon yang di gunakan Nino untuk tidur. Sampai disana juga ternyata ada White sang serigala putih.
“Nino…!”
Nino yang sedang bersantai dengan berbaring di atas rumput halus langsung bangun saat mendengar suara Li Shang Yue begitu pula White yang langhsung bangun dan berlari menenjang Li Shnag Yue.
Bugh
“Hahaha kamu sudah mulai bertambah besar ya?” Li Shang Yue memeluk White yang sedang memeluknya juga.
“Nino ayo antar aku ke perpustakan, aku ingin mencari sesuatu,” kata Li SHang Yue dengan mengangkat White ke punggungnya.
__ADS_1