Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 37


__ADS_3

“Aku sudah menemukan wanita yang akan bersanding dengan anda Lord.”


Deg


Jantung pria yang memiliki julukan Lord itu langsung berdebar kencang. Hanya mendengar jika wanita itu telah terlahir mampu membuat jantung sang Lord berdebar kencang namun juga merasa senang secara bersamaan.


“Katakan! Apakah wanita itu dari ras iblis, elf, penyihir, dewa dewi, atau ras yang sama seperti kita?” Wanita paruh baya itu terdengar antusias bertanya mengenai wanita yang akan menjadi menantu masa depannya itu.


Hahhhhh


Terlihat Baize yang menarik napas lalu menghembuskan napas berat. Baize menatap ketiga orang pria di depannya itu dengan tatapan yang sulit di artikan. Baize tidak tahu apakah ketiga orang di depannya itu akan mau menerima gadis itu atau tidak.


“Gadis itu bukan dari ras yang kalian sebutkan.” jawab Baize dengan kepala yang tertunduk.


“APA…? ITU ARTINYA….”


“Sisa dari ras yang di sebutkan hanyalah Ras Manusia dan Ras Siluman. Ras apa wanita itu?” Pria paruh baya itu bertanya dengan nada datar dan menahan amarah.


Baize yang mendengarnya hanya bisa menelan ludah kasar. Ini bukan salah mereka ataupun salah ras mereka ini semua juga salah dari kedua Ras itu yang sangat serakah dan keji.


“Sebelum itu aku akan mengatakan apa yang akan aku ketahui tentangnya.”


“Baize..!”


“Setelah aku mengatakan ini Paman, bibi dan anda sang Lord bisa memutuskannya.” terang Baize.


Mendengar itu ketiga orang di depannya itu langsung terdiam kaku dengan pikiran yang entah kemana.


“Katakan!” titah dari sang Lord.


“Dia seorang gadis cantik yang di buang, 14 tahun ia hidup di tempat yang menjadi rumahnya yang memberikan rasa aman dan perlindungan justru sebaliknya. Gadis kecil itu hidup menderita bagaikan di neraka, di buang ayahnya, di kucilkan masyarakat, di hina dan di caci, adalah makanannya sehari-hari. Sampah dan wajah buruk rupa adalah julukannya.”


Baize sengaja menjeda ceritanya sambil memperhatikan ekspresi ketiga orang di depannya itu. Namun, Baize tidak bisa menebak apapun selain ekspresi wanita paruh baya yang terlihat sendu.


“Lalu?” suara pria paruh baya itu menyadarkan Baize untuk melanjutkan ceritanya.


“Satu tahun lalu dia di buang di sebuah hutan lalu kembali lagi dengan seekor Ular putih hewan ilahi dan seekor naga mitologi bersamanya hanya saja mungkin gadis itu tidak mengontrak mereka.”


“Kenapa seperti itu?” tanya wanita paruh baya itu.


Baize yang mendapat pertanyaan seperti itu hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jika dia mengatakan apa yang dia lihat tadi maka akan ada kemungkinan pria muda dengan julukan Lord itu akan mengamuk.


“Begini bibi, tadi aku melihat jika gadis itu memperlakukan mereka seperti teman lebih tepatnya seperti saudara.”

__ADS_1


“Atau mungkin juga gadis itu tidak mengetahuinya jika hewan itu adalah hewan hewan langkah.” sambung pria paruh baya itu dengan tenang.


“Mereka berjenis kelamin apa?”


Glek


Baize yang mendengar itu tentu saja langsung menelan ludah. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya jika mereka berjenis kelamin laki-laki dan gadis itu menggandeng tangan mereka.


“Me…mereka te..tentu saja laki-laki Lord.” jawab Baize dengan gugup.


Wusshhh


Baize langsung menggigil ketakutan saat menyadari jika di dalam ruangan itu telah di selimuti hawa panas.


“Tenangkan dirimu Putraku, walaupun dia ada kemungkinan wanita yang ada di ramalan itu tapi kalian belum tentu bersama mengingat kedua ras itu adalah ras yang di benci oleh ras dan rakyat kita.” Kata pria paruh baya itu.


“Aku tidak peduli.” Balas sang Lord dengan nada datar dan dingin.


Ketiga orang itu juga langsung menoleh ke arah sang Lord yang hanya memasang ekspresi datar seperti tembok. Ketiganya hanya bisa menghela napas dengan menatap sang Lord dengan malas. Jika sang Lord sudah berkata seperti itu maka akan sangat sulit membuat sang Lord menarik kembali ucapannya.


"Dia ras mana?" Tanya sang Lord dengan dingin.


"Manusia!"


Semuanya langsung terdiam dengan pikiran masing-masing. Di antara segala ras di dunia ini ras manusia adalah ras yang di anggap paling lemah namun mereka sangat terkenal liciknya. Lalu sekarang bagaimana bisa takdir menghubungkan ras mereka dengan ras manusia.


“Apa kamu mengetahui namanya?”


“Tidak Lord karena aku hanya melihat sekilas masa lalunya saja.” jawab Baize dengan menundukan kepalanya.


“Apa yang akan kamu lakukan putraku? Kamu tidak mungkin meninggalkan istana.” Kata Wanita paruh baya itu.


“Tapi jika dia memang wanita itu, maka akan ada tanda di tubuh….”


AAAAAH


Belum selesai ucapan pria paruh baya itu tiba-tiba sang Lord berteriak kesakitan.


“Lord/Putraku…!” ketiga orang itu langsung berteriak panik saat orang yang mereka panggil Lord itu kesakitan.


Sedangkan di dunia tengah di tempat para manusia berada Li Shang Yue mendengus kesal saat seseorang menyenggolnya hingga terjatuh. Tak hanya itu karena Li Shang Yue yang tidak siap membuat tubuh kecil Li Shang Yue langsung terjatuh dengan keras mengenai sudut meja dan tangannya tak sengaja terluka.


"Yuyu…!" Snake dan Long langsung menghampiri Li Shang Yue membantu gadis itu berdiri.

__ADS_1


"Siapa yang menyenggolmu? Katakan padaku biar aku yang menghajarnya!" Ucap Long dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat.


"Tidak apa-apa Long, mungkin orang itu tidak sengaja." Ujar Li Shang Yue yang menyenangkan Long.


"Baiklah ayo kita ke tempat itu!" Ajak Long yang menarik Li Shang Yu membawanya ke belakang tubuhnya.


Long berjalan di depan seperti seorang kakak yang menjaga adiknya. Sedangkan Snake berjalan di belakang Li Shang Yue hingga posisi mereka saat ini adalah Li Shang Yue berada di tengah-tengan antara Long dan juga Snake.


Di pertengahan jalan Li Shang Yue mengerutkan dahi saat melihat orang-orang berkumpul di suatu tempat hingga berlapis-lapis. Li Shang Yue yang sangat memiliki rasa penasaran yang kuat langsung saja berhenti membuat Long dan juga Snake ikut berhenti.


“Ada apa Yuyu? Tempat yang menjual budak masih berada di depan sana!” tunjuk Snake yang menunjuk di depan sana.


“Aku penasaran dengan apa yang di lakukan disana!” Li Shang Yue menunjuk ke arah tempat berkumpulnya para orang-orang itu.


“Yuyu jangan bilang kalau kamu mau…,”


“Ayo kita kesana!”


Belum selesai Snake menyelesaikan kalimatnya Li Shang Yue langsung menariknya menuju tempat itu. Sedangkan Long pria jelmaan naga itu hanya bisa membuang napas kasar sebelum mengikuti langkah kaki Li Shang Yue dan Snake.


Dengan usaha yang keras akhirnya Li Shang Yue dan Snake sampai di barisan paling depan. Sampai di depan Li Shang Yue langsung mengerutkan alisnya saat melihat jika di depannya itu sebuah ring pertandingan.


“Pertandingan?” beo Li Shang Yue yang mengelus-elus dagunya.


“Paman, pertandingan ini apakah pertandingan hidup dan mati?”


Li Shang Yue memutuskan untuk bertanya kepada salah satu orang yang berada di dekatnya.


“Bukan Tuan muda, pemenang akan menang jika lawan sudah mengangkat tangannya atau mengatakan menyerah.” jawab sang pria paruh baya di depannya itu.


“Taruhannya apa saja, Paman?” tanya Li Shang Yue lagi.


“Itu sekantong koin emas, Tuan muda.”


Mendengar itu Li Shang Yue tersenyum menyeringai dengan menatap 2 koin emas yang berada di tangannya. Snake yang melihat gelagat aneh Li Shang Yue langsung menelan ludah. Entah kenapa Snake merasakan perasaan yang kurang baik akan hal ini.


“Yuyu kamu jangan melakukan hal aneh-aneh, kita kesini hanya ingin membeli budak bukan untuk bertarung.” Bisik Snake di telinga Li Shang Yue.


“Bukankah koin ini akan menjadi berkali lipat jika aku menang. Lagipula aku sudah yakin jika aku akan menang.” Bisik Li Shang Yue dengan cara berbisik pula.


“Tapi..,”


“Tenang saja, aku pasti akan baik-baik saja.” Potong Li Shang Yue yang menepuk bahu Snake.

__ADS_1


Brakkk


__ADS_2