Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 222


__ADS_3

''Jangan menyesal meminta pedangku karena aku akan berhenti jika aku sudah puas,'' kata LI Shang Yue dengan senyum miring.


Deg


Entah kenapa Hang May menegang saat melihat senyum miring dari Li Shang Yue yang terlihat mengerikan jika tersenyum miring seperti itu. Apalagi melihat tatapan mata Li Shang Yue yang tidak ada takut-takutnya sama sekali kepadanya membuat nyali Hang May sedikit menciut. Namun, mengingat hanya ini jalan yang bisa dia tempu untuk menjadi Ratu maka mau tidak mau Hang May harus melawan Li Shang Yue.


''Apa yang harus aku sesalkan? Kamu hanya manusia biasa apa yang akan membuatku takut? Senjatamu pasti senjata biasa tidak akan bisa sebanding dengan senjata ku,'' ujar Hang May dengan sombong.


Li Shang Yue hanya tersenyum miring sebelum memanggil pedang Birunya yang selalu menjadi andalannya dalam bertarung.


''Blue Moon,''


Wushhhh


Sebuah cahaya biru melayang-layang di udara lalu terbang meleset ke arah LI Shang Yue hingga sampai di tangan gadis itu. Cahaya biru yang berasal dari pedang itu merambat hingga mengelilingi Li Shang Yue dengan sebuah api kecil di seluruhnnya.


''API SURGAWI...!''


Zhang Mong sampai berdiri dari duduknya melihat api biru yang berada di tubuh gadis manusia itu. Bahkan api itu tidak melukai Li Shang Yue sama sekali membuat Zhang Mong dan Mayleen heran karenanya. Api surgawi adallah api yang paling brutal dan juga mematikan siapa pun yang menyentuhnya apalagi bangsa mereka api adalah kelemahan mereka. Api biasa saja mereka sudah binasa apalagi jika itu api surgawi yang bahkan Dewa Dewi tidak semuanya memeilikinya.


''Apa benar-benar anak manusia itu ..., ini tidak mungkin. Bagaimana bisa anak manusia itu baik-baik saja setelah di bakar oleh api surgawi,'' ucap Mayleen dengan suara pelan namun masih di dengar oleh Zhang Mong sekaligus sang suami.


''Seseorang yang tidak terpengaruh oleh Api surgawi ada dua kemungkinan. Pertama anak manusia itu bisa menaklukannya dan kemungkinan kedua adalah gadis manusia itu memang memiliki api surgawi,'' balas Zhang Mong dengan wajah yang masih syok tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

__ADS_1


Kembali ke pertarungan dimana Hang May yang terkejut-kejut denga apa  yang dia lihat saat ini di depan matanya. Namun, apa Li Shang Yue perduli maka jawabannya sudah jelas tidak akan karena dia hanya ingin menyelesaikan pertarungan dengan cepat lalu mencari makanan.


''Kenapa dia saja kek patung? Sini maju...!'' teriak Li Shang Yue yang berbalik menantang.


''Cih jangan sombong hanya karena kamu memiliki api surgawi karena pada dasarnya kamu hanya manusia biasa tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan aku yang seorang penyihir,'' ketus Hang May yang mengambil ancang-ancang menyerang.


''Aku tidak sombong namun, sepertinya kau lupa jika hanya yang kuat yang akan berkuasa sedangkan yang lemah akan menjadi budak,'' smirk Li Shang Yue dengan menatap tajam Hang May.


Li Shang Yue yang tidak ingin menunggu lagi langsung mengangkat pedangnya berlari menyerang Hang May dengan membabi buta. Jika tadi pertarungan di kuasai Hang May namun sekarang pertarungan di kuasai dan Li Shang Yue terlihat mendominasi daripada Hang May. Bahkan jika di lihat seperti ini justru lebih terlihat jika Li Shang Yue adalah penyihir dan Hang May adalah manusia. Bagaimana tidak Li Shang Yue melayang-layang di udara dengan sebuah pedang dan cahaya biru sebagai penanda jika itu adalah dia. Sedangkan Hang May hanya bisa diam dengan menahan serangan Li Shang Yue tanpa bisa melayangkan serangan karena memang penyihir akan lebih kuat dengan serangan jarak jauh karena mereka memerlukan mantra dan juga waktu untuk mengeluarkan sihir.


Serangan Li Shang Yue yang akurat dan cepat membuat orang yang memiliki kekuatan rendah tidak bisa melihat tubuh Li Shang Yue selain hanya cahaya biru itu sebagai penanda jika itu dia. Sedangkan orang yang berkekuatan tinggi seperti Zhang Mong, Mayleen, Yang Hong, Zhing Young, dan Lay masih bisa melihat sileut tubuh Li Shang Yu eyang bergerak kesana kemari.


Trang


Bugh


''Manusia sialan...! Berani sekali kamu membuat aku di permalukan seperti ini. Jangan salahkan aku jika hari ini adalah hari kematianmu,'' geram Hang May dalam hati.


Dengan jarak yang lumayan jauh membuat Hang May tersenyum jahat karena hal itu membuatnya berada di situasi yang menguntungkan dirinya yang sebagai penyihir karena serangan jarak jauh lebih kuat di bandingkan serangan jarak dekat dengan musuh.  Terlihat Hang May yang membaca sesuatu hingga mulutnya komat kamt karena membaca mantra.


Sedangkan Li Shang Yue yang melihat itu hanya tersenyum miring dengan seringaian dingin di bibirnya karena tanpa Hang May sadari jika dia sengaja menjauh untuk menjebak Hang May. Hal yang seperti di inginkan Li Shang Yue terjadi memang nyatanya Hang May terjebak dengan trik yang dia lakukan.


''Dasar bodoh,'' ejek Li Shang Yue yang tentu saja Hang May bisa melihat dan membaca gerakan bibir Li Shang Yue.

__ADS_1


Dalam kemarahannya itu Hang May langsung mengeluarkan sebuah badai salju yang sangat besar hingga membentuk topan yang mengarah pada Li Shang Yue.


BRAKKKK


''Rasakan itu gadis manusia sialan...!'; teriak Hang May yang tertawa terbahak-bahak merasa senang dan menang dari Li Shang Yue.


''Akhirnya aku bisa menjadi Ratu dan menyingkirkan wanita manusia itu,'' ucap Hang May dengan senyum lebar di wajahnya.


Namun, senyum lebar itu memudar saat melihat Li Shang Yue yang terlihat baik-baik saja bahkan pakaiannya saja tidak ada yang bergeser sama sekali.


''BAGAIMANA BISA?'' pekik Hang May yang tak menyangka serangannya dengan mudah di tahan oleh Li Shang Yue yang notabenenya adalah manusia biasa.


''Tentu saja bisa. Kau  pikir semua manusia itu lemah,'' balas LI Shang Yue dengan ejekan yang membuat Hang May semakin marah.


''Kau ..., ''


Hang May yang merasa di permainkan langsung saja meleset menyerang Li Shang Yue menggunakan pedang esnya. Bahkan tak tanggung-tanggung Hang May mengeluarkan sihirnya juga hingga serangannya bisa saja membunuh Li Shang Yue. Gadis itu tidak panik namun matanya melirik ke arah Mayleen dan Zhang Mong berharap menghentikan serangan Hang May. Akan tetapi, apa yang dia lihat membuat darah Li Shang Yue mendidih saat melihat jika kedua orang itu hanya tersenyum sinis.


''Rupanya mereka ingin membunuhku he...,'' geram Li Shang Yue yanng tidak menyangka jika kedua orang itu ingin membunuhnya lewat Hang May.


Trang


Prang

__ADS_1


Slasssh


''Hang May....!''


__ADS_2