
“Men…menjauh ja..jangan bu..bunuh aku,” Putri Wei Rong menarik dirinya menjauh dari Li Shang Yue.
‘‘Tenang saja, aku tidak akan membunuhmu dengan secepat ini,” bisik Li SHang Yue di depan wajah Putri Wei Rong.
“Aku tidak membunuhmu hanya merenggut apa yang kau banggakan selama ini,” lanjut Li SHang Yue yang langsung memukul dada kiri Putri Wei Rong tempat meridiannya.
“TIDAK…..!”
Bersamaan dengan teriakan Putri Wei Rong telapak tangan Li Shang yue mendarat sempurna menghantam dada Putri Wei Rong hingga terbang beberapa meter di depan sana.
Brukk
Putri Wei Rong jatuh tak berdaya di atas tanah dengan memuntahkan darah dari mulutnya. kepalanya mendongak menatap ke arah Li Shang Yue di depan sana yang tengah tersenyum puas. Ingin marah tentu saja namun apalah daya kekuatan Putri Wei Rong tidak akan segitu lagi hingga langsung terjatuh tak sadarkan diri.
Li Shang Yue yang melihat itu langsung tersenyum penuh kemenangan. Dengan langkah kaki yang pelan Li Shang Yue mendekati Putri Wei Rong yang sudah tidak sadarkan diri itu.
“Aku tidak akan berlaku kejam andaikan saja kalian tidak mengusikku lebih dulu. Walau bukan aku yang kalian usik tapi aku sudah berjanji akan membalas dendamkan Putri Wei Rong yang asli. Lagipula sebagai saudara kau juga sudah terlalu bahkan dengan tega membunuh fisik dan mental Putri Wei Rong yang asli,” guman Li Shang Yue yang langsung pergi begitu saja.
Li Shang Yue sengaja meninggalkan Putri Wei Rong di dalam hutan sana karena dia yakin jika akan segera di temukan oleh pihak istana. Jika Li Shang Yue pindahklan atau membawanya yang ada maka namanya lagi yang akan di sudutkan. Maka dari itu Li Shang Yue membiarkan Putri Wei Rong yang sudah tidak sadar sendirian disana.
Kenapa tidak membunuh Putri Wei Rong?
__ADS_1
Jawabannya adalah sengaja. Li Shang Yue memang sengaja tidak membunuh Putri Wei Rong karena orang yang sombong dan serakan seperti putri Wei Rong tanpa adanya kekuatan maka itu adalah hukuman berat. Li SHang Yue ingin melihat bagaimana cara Putri Wei Rong menghadapi para orang yang mengguncingkannya dulu. Bagaimana cara Putri Wei Rong bertahan dari banyaknya ceemohan, hinaan, dan pandangan rendah di kalangan masyarakat.
“Satu persatu aku akan membuat kalian membalas semuanya. Setelah ini aku harus mencari alasan Putri Li Shang Yue yang mengatakan jika Kaisar Tua itu bukanlah ayahnya. Jika memang Kaisar Li bukan ayah dari Putri Li Shang Yue yang asli lalu siapa ayahnya?” kata Li Shang Yue yang berpikir dengan terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam hutan bersama kuda putih miliknya yang mengikutinya dari belakang.
Li Shang Yue tidak menyadari jika ia sudah masuk ke dalam hutan yang seharusnya tidak dia masuki. Saat tersadar Li Shang yue langsung menatap keadaan sekitar yang gelap gulita seperti tidak memiliki sinar matahari.
‘‘Long kita berada dimana?” tanya Li Shang Yue dengan menatap sekitar.
“Kita berada di hutan iblis Nona,” ucap Nino yang menjawab pertanyaan Li Shang yue.
“Nino kenapa kamu yang menjawab dimana Long dan Snake?” tanya Li Shang Yue yang panik jika kedua hewan kesayangannya itu terluka.
‘‘Long dan Snake sedang berkultivasi Nona,” jawab Nino dengan tenang.
“Tidak perlu, aku akan mencari jalan keluar,” kata Li Shang Yue yang langsung berbalik mencari jalan keluar.
Saat sedang mencari jalan keluar tak ayal Li Shang Yue di kepung oleh binatang buat akan tetapi selalu berhasil dia bunuh. Hanfu yang dia kenakan berwarna biru langsung berubah menjadi warna merah karena terlalu banyak bertarung walau begitu Li Shang Yue merasa senang karena memiliki waktu untuk sedikit berlatih.
Seperti saat ini Li Shang Yue yang sedang istirahat di kagetkan dengan tanah yang bergetar. Merasakan adanya bahaya Li SHang Yue langsung berdiri dengan memegang erat belati kembar di tangannya itu. Matanya menatap kesana kemari mencari asal suara dan asal dari getaran tanah itu. Namun saat melihat tak ada pertaruangan yang terjadi disekitarnya.
Karena rasa penasaran yang tinggi Li Shang yue memutuskan untuk mengikuti instingnya hingga sampai di sebuah tanah luas. Li Shang Yue melihat seekor rubah dan juga harimau putih sedang bertarung. Keduanya sudah sama-sama terluka namun tidak ada yang mau mengalah. Terlihat baik Harimau putih maupun si rubah tetap saling menyerang walau badan mereka sudah penuh akan luka dan darah dimana-mana.
__ADS_1
“Astaga hewan di dunia ini semuanya pada menakutkan. Sejak kapan rubah bisa menandingi kekuatan seekor harimau?” guman Li Shang Yue yang bergidik ngeri melihat pertarungan kedua hewan itu.
“Rubah itu bukan rubah sembarangan Nona, rubah itu rubah ekor sembilan yang sangat terkenal akan kekuatan dan kesombongannya. Sedangkan harimau itu adalah Harimau surgawi jelas saja dia kuat. Namun jika keduanya saling bertarung maka mereka hanya akan mati sia-sia karena kekuatan mereka imbang,” terang Nino terdengar di pikiran Li Shang Yue.
“Apa mereka juga hewan spiritual?” tanya Li Shang Yue dengan dahi yang mengkerut dalam karena merasa penasaran dengan identitas asli kedua binatang itu.
“Benar Nona mereka adalah binatang spiritual tingkat tinggi. Namun jika mereka bisa mendapatkan sumber daya yang bagus mereka bisa mencapai tingkat surgawi,”
‘‘Hm terdengar menarik, bagaimana jika mereka aku jadikan hewan kontrakku?’ tanya Li Shang Yue dengan senyum misterius.
“Tidak Nona….! Jika Nona mengambil keduanya maka mereka pasti akan menjadi petaka untuk Nona. Perlu di ingat mereka memiliki sifat yang keras kepala yang sama. Dengan menjadi hewan kontrak Nona yang ada tiap hari mereka hanya akan ribut karena kesombongan mereka berdua,” kata Nino dengan panik.
Sebagai penjaga ruang dimensi akan sangat merepotkan jika akan ada dua orang seperti Rubah dan Harimau itu. Nino sudah bisa menebak jika setiap hari ruang dimensinya itu akan berantakan dan sebagai penjaga ruang dimensi adalah tugasnya untuk membereskan semuanya. Tentu saja dia tidak mau jika harus mengurus kekacauan itu terus menerus.
“Jika Nona ingin mengontrak maka kontrak saja rubah itu. Itu sangat bagus untuk melatih kekuatan elemen angin Nona karena rubah sangat cepat serangannya,” lanjut Nino memberikan petunjuik pada Li Shang Yue.
‘‘Baiklah kita tunggu mereka lelah terlebih dahulu baru setelah itu baru bisa buat mereka berpisah,” kata Li Shang yue yang langsung mengambil apel di ruang dimensinya dan mulai memakannya dengan nikmat sambil mengawasi pertempuran kedua makhluk di depannya itu.
“Nona bergerak sekarang…!” teriak Nino yang mengagetkan Li Shang Yue.
Li Shang Yue langsung menatap ke depan matanya langsung melotot aat melihat jika kedua hewan itu benar-benar mau bunuh diri. Dengan gerakan cepat Li SHang Yue langsung melompat terbang menuju ke arah mereka.
__ADS_1
“Tebasan Pedang Penghancur…!”