
''A..apa ini? Ka...kau penyihir?" tanya sang penyihir dengan nada tak percaya.
''Ya aku penyihir...!!" ucap Yuren dengan nada tegas tanpa ada kebogongan sedikitpun
.
Li Shang Yue yang berada di belakang saja sampai tertegun di buatnya. Gadis kecil itu menatap Yuren dengan tatapan yang sulit di artikan dan juga menatap Yuren dengan tatapan yang sulit di artikan.
''Yu...Yuren kau...,''
''Aku akan melindungi Nona bahkan jika aku harus menukarnya dengan nyawaku sendiri,'' ucap Yuren yang langsung meleset menyerang sang penyihir.
''Cih hanya anak kecil berani sekali menghinaku he..?" sang penyihir langsung menyerang Yuren.
Wushh
Bugh
Yuren dan sang penyihir mundur ke belakang saat kedua kekuatan mereka slaing bertabrakan satu sama lainnya. Terlihat sekali jika. Tiba-tiba puluhan terbentuk dari es dengan kekuatan sihir yang tidak main-main membuat sang penyihir cukup kaget akan hal itu.
''Anak ini? Bagaimana bisa memiliki sihir tinngkat tinggi? Aku tidak bisa membunuhnya, akan sangat baik jika aku bisa membawanya di sisiku,'' kata sang penyihir yang memiliki pemikiran licik untuk membawa Yuren kembali pada kubunya.
''KEMBALI KESANA SETELAH KALIAN SENDIRI YANG MENGUSIRKU? APA KALIAN PIKIR AKU BODOH BAHKAN JIKA NONA KU INGIN MENGHANCURKAN BANGSA PENYIHIR MAKA AKAN AKU DUKUNG SEPENUHNYA...!'' teriak Yuren yang melemparkan serangannya.
Brakkk
BRUKKK
Uuhuuukk uhukkk
''Yuren...!'' Lou Yi dan Hi An langsung menghampiri Yuren yang terjatuh dengan memuntahkan darah dari mulutnya.
''HANYA MEMILIKI SIHIR TINGKAT TINGGI SEDIKIT SUDAH SANGAT SOMBONG..!'' sarkas sang penyihir namun tak menyadari jika sang Dewi kematian telah mengamuk.
Wusssssh
''Apa ini?' semua orang langsung mendoongak ke atas hingga mereka melihat Li Shang Yue yang terbang melayanag di udara sana dengan sebuah pedang biru yang memancarkan auara yang tidak terkira. Bahkan cahaya birunya menembus languist membuat tempat itu langsung di kelilingi cahaya biru.
''AKAN AKU BUAT KAU MERASAKAN PENDERITAAN YANG TIADA TARA KARENA BERANI MENGUSIK ORANGKU...!'' teriak Li Shang Yue yang murka.
__ADS_1
Semua orang langsung membelalakan mata melihat mata Li Shang Yue berubah total dari hitam menjadi merah darah dengan aura yang semakin meningkat. Hanfunya berkibar indah dengan rambut dan cadarnya yang membuat pemandangan itu begitu memukai mata namun juga terlihat menakutkan.
''Pedang penghancur...!''
Seakan mengerti pedang biru yang ada di tangan Li Shang Yue langsung berubah menjadi sebuah pedang biru panjang yang lebih panjang dan lebih indah di bandingkan tadinya.
''TEBASAN PENHANCUR...!'' Li Shang Yue langsung menebaskan pedangnya dan langsung melepaskannya lalu mendarat sempurna di atas panggung.
''Seribu bintang...!''
''White, Foxy kalian keluar...!'' perintah Li Shang Yue yang langsung mengeluarkan dua makhluk kontraknya.
ROARRRRRR
Kedua binatang itu langsung menyerang penyihir itu dengan membabi buta membuat sang penyihir ituterpojok karena sibuk menghindar dari serangan Li Shang Yue di udara dan sekarang ada dua makhluk kontraknya lagi membuatnya cukup kesulitan menghadapi semuanya. Apalagi Foxy yang memang tipe penyerang agresif membuat binatan itu menyerang sang penyihir dengan cepat dan agresif. Li Shang Yue yang melihat itu tersenyum sinis sebelum melemparkan beberapa jarum emasnya pada sang penyihir.
''Blue Moon,'' panggil Li Shang Yue.
Pedang biru yang sedang menyerang sang penyihir langsung terbang kembali hingga langsung di tangkap Li Shang Yue yang segera meleset menyerang sang penyihir. Amarah yang meluap-luap membuat Li Shang Yue mendapatkan kekuatan lebih. Matanya semakin memerah bersamaan dengan amarahnya yang semakin meningkat.
LI Shang Yue menargetkan serangannya ke arah dada sang penyihir akan tetapi sang penyihir yang mengetahui akan hal itu langsung memukul perut Li Shang Yue dengan keras.
Bugh
Jleb
Lagi-lagi Li Shang Yue terpukul ke belakang karena seranngan sang penyihir walau begitu Li Shang Yue tersenyum tipis karena berhasil melukai dada kanan sang penyihir.
''Yuyu,'' Lay ingin mendekat tapi langsung di cegah oleh Li Shang Yue.
''Berhenti disitu Lay Gege, pertarunganku akan berakhir jiak di salah satu dari kami ada yang mati. Namun, akan aku pastikan jika yang mati bukan aku,'' ucap Li Shang Yue penuh keyakinan.
Akan tetapi sang penyihir yang mendengar apa yang dikatakan oleh Li Shang Yue ternyata tidak menyukainya membuat sang penyihir langsung membalas ucapan Li Shang Yue dengan tak kalah pedasnya.
''Sangat percaya diri, apa kamu kira kamu akan bisa menghadapi aku?" sinis sang penyihir.
''Kamu kira aku tidak memiliki kekuatan untuk itu? Jika aku tidak memillikinya maka aku tidak akan berani bertaruh seperti itu. Karena aku berani bertaruh berarti aku mampu mengalahkanmu,'' terang Li Shang Yue yang kembali berdiri kokoh.
''Dasar keras kepala, kamu hanya manusia biasa ingin melawan seorang penhihir tingkat tinggi sepertiku. Apa kamu bermimpi?" sarkas sang penyihir yang berdiri tegak walau ia mulai merasakan ada yang janggal dengan keadaan tubuhnya.
__ADS_1
''Akan aku buktikan...!'' ucap Li Shang Yue yang melepaskan pedangnya lalu sang pedang melayang di udara.
''White, Foxy mundur,'' kata Li Shang Yue pada kedua makhluk kontraknya.
''Baik Nona,'' kedua hewan itu dengan segera berjalan menjauh dari pertandingan menuju ke arah teman-teman Li Shang Yue.
Li Shang Yue menatap sang penyihir dengan pandangan yang sulit di artikan hingga membuat sang penyihir memiliki firasat buruk akan hal itu.
''Blue seranglah...!'' Seperti memiliki jiwa lain pedang biru itu langsung meleset menyerang sang penyihir dengan kekuatan dasarnya membuat sang penyihir kaget akan hal itu.
''Sial, apa-apaan ini? Bagaimana bisa pedang ini menyerangku dengan sendirinya?' kesal sang penyihir yang langsung menghalau serangan pedang biru milik Li Shang Yue.
Saat sang penyihir sibuk dengan menghalangi serangan dari pedang biru milik dari Li SHang Yue maka di saat irulah Li Shang Yue sibuk mengeluarkan kekuatannya yang berupa api biru yang berada di tangan kanan dan tangan kirinya. Sontak saja semua oranng langsung kaget bukan main saat mellihat api biru milik Li Shang Yue yang sangat mereka kenali yaitu api surgawi.
''API SURGAWI...! ITU API SURGAWI....!'' teriak salah satu warga yang sudah agak tua.
''API SURGAWI...!''
''YA DEWA ITU API SURGAWI...!''
Sang penyihir yang mendengar adanya api surgawi langsung saja menolejh ke arah Li Shang Yue matanya langsung terbelalak saat melihat sebuah api di tangan Li Shang Yue. Sontak saja sang penyihir langsung membulatkan mata saat melihat api surgawi yang berkibar-kibar dengan begitu dashyanya.
''Tidak mungkin,''guman sang penyihir yang langsung menggelengkan kepalanya karena tidak percaya seorang amnusia bisa memiliki api surgawi yang bahkan Dewa saja tidak punya.
Kelengahan itu pula yang membuat sang penyihir langsung tertusuk pedang biru Li Shang yue bersamaan dengan api biru yang terbang ke arahnya.
''AAAAA PANASSSS....!'' teriak sang penyihir yang berteriak kepanasan karena di bakar oleh api biru milik Li Shang Yue.
''TIDAK...! AKU TIDAK MAU MATI, LEPASLKAN AKU...!'' sang penyihirr yang meminta untuk di lepaskan dari api surgawi milik Li Shang Yue namun gadis itu tidak peduli akan hal itu.
''Salahmu sendiri yang sudah membuat orang-morang yang aku sayang dalam bahaya. Ini hanya hukman kecil untukmu. Jika aku mau, aku bisa memberikan pelajaran yang setimpal untukmu yang bahkan lebih kejam dari ini. Sayangnya aku tidak punya banyak waktu hanya untuk emladenimu,'' ungkap Li Shang yue yang langsung menghampiri Fan Hu yang sedang tak sadarkan diri.
Sedangkan di tempat lain di dalam hutan terjadi pertarungan sengit antara Lord vampir yaitu Yang Hong dan pangeran iblis yaitu Pangerang Loung.
''Cih bagaiamana bisa seorang Lord memiliki mate dari kalangan manusia biasa?' sinis sang pangeran Loung.
''Manusia yang kau katakan lemah itu kini telah berhasil membunuh kekasihmu asall kau tahu,'' balas Yang Hong dengan enteng.
''Apa maksudmu?''
__ADS_1