
“Lebih baik aku memasukan Snake di ruang dimensi disana ada Nino yang akan merawat Snake. Bertahan disini juga akan sia-sia bahkan aku tidak menjamin jika Snake bisa bangun lagi keadaannya benar-benar terluka parah.” guman Li Shang Yue yang mengibaskan tangannya dalam sekejap mata Snake yang berada di atas ranjang langsung menghilang.
‘Nino..! Nino apa kamu mendengarku?’ Li Shang Yue mencoba berkomunikasi dengan Nino lewat pikiran.
“Saya mendengarnya Nona,’ jawab Nino yang terdengar dalam pikiran Li SHang Yue.
‘Nino aku meminta tolong padamu untuk merawat pria yang aku masukan ke dalam ruang Dimensi. Keadaannya sekarat tolong kamu baringkan di dalam air kehidupan,’ kata Li Shang Yue.
“Tapi Nona disini tidak ada pria yang baru masuk hanya seekor ular putih yang sangat besar namun sepertinya terluka parah,’ kata Nino.
Li Shang Yue yang mendengar penjelasan Nino langsung terdiam. Li Shang Yue tidak tahu kenapa wujud Snake bisa ke bentuk aslinya padahal dirinya memasukkannya ke dalam ruang dimensi dengan bentuk manusia.
“Kenapa bisa Snake berubah ke bentuk aslinya saat aku masukan ke dalam ruang dimensi padahal tadi aku memasukkannya dalam bentuk manusia.?” guman Li Shang Yue yang mengetuk-ngetuk dahinya.
“Keadaan itu terjadi jika saat itu kondisi kami para makhluk spiritual benar-benar sekarat atau terluka parah maka kami akan berubah ke bentuk awal kami sebagai penanda jika kami antara dua pilihan mati atau hidup,” jawab Long yang tiba-tiba ada di depan Li Shang Yue.
Deg
Mendengar penjelasan yang diberikan oleh Long membuat Li Shang Yue semakin takut. Gadis itu meremas kedua tangannya dengan wajah gusar perasaan bersalah semakin besar Mengingat Dia meninggalkan Snake bersama yang lain hingga membuat mereka terluka seperti ini.
Li Shang Yue jadi berpikir jika waktu itu dia tidak pergi Apakah semua akan baik-baik saja? Li Shang Yue sangat menyesal meninggalkan mereka semua di kediaman itu jika saja Li Shang Yue tahu akan terjadi tragedi itu maka Li Shang Yue akan memilih untuk tidak menjalankan misi. Namun mau apa dikata semuanya hanya khayalan dan sebatas angan saja semua sudah terjadi dan tidak akan bisa diubah lagi.
Long yang melihat jika Li Shang Yue merasa sedih membuat Long juga ikut sedih. Long tentu tahu jika saat ini Li Shang Yue sedang menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang terjadi. Long berubah menjadi naga kecil lalu masuk di kerah baju Li Shang Yue bagian leher.
“Yuyu Jangan bersedih, Ini semua bukan kesalahanmu ini sudah takdir untuk semuanya. Saat ini lebih baik memikirkan balas dendam yang setimpal untuk orang-orang itu. Mereka sudah membuat orang-orang kita terluka maka kita juga harus membalas mereka berkali lipat Bukankah gigi dibalas gigi? Jika seperti itu maka nyawa harus dibalas nyawa.” ucap Long yang berada di kerah pakaian Li Shang Yue.
__ADS_1
Mendengar ucapan itu dalam seketika Li Shang Yue mengepalkan tangannya dengan kuat emosinya meluap-luap terhadap kelompok yang sudah menyerang kediamannya. Li Shang Yue menganggukkan kepalanya samar-samar membenarkan apa yang dikatakan oleh Long.
Orang yang harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini atas tewasnya para anggotanya dan atas sekaratnya Snake hanya Putri Wei Rong dan juga kelompok pembunuh bayaran itu.
‘Aku akan memastikan sendiri jika kalian tidak akan pernah lepas dari genggaman tanganku. Kalian yang memulai Maka jangan pernah menyesal’ Li Shang Yue yang tersenyum licik.
“Yuyu Apa hanya ini bahan yang akan kamu bawa?” tanya Jenderal Xin yang bertanya kepada Li Shang Yue.
Li Shang Yue langsung menganggukan kepalanya membenarkan apa yang di katakan oleh Jendral Xin.
“Jika begitu mari kita…, Tunggu.! dimana pria di atas meja tadi?” tanya Jendral Feng yang baru menyadari jika pria di atas ranjang tadi tidak ada di tempatnya.
“Dia sudah aku pindahkan di tempat aman ayah jadi, tidak perlu khawatir. Dia akan baik-baik saja,” kata Li Shang YUe dengan senyum kecil di bibirnya.
“Baiklah mari kita berangkat,” Jendral Feng segera mengangkat barang bawaan LI Shang Yue.
“Kalian sudah siap?” Li Shang YUe menatap mereka semua dengan tatapan sedih karena dia mereka harus terluka.
“Kami sudah siap Putri..!” ucap mereka serentak.
“Jangan memanggilku lagi dengan sebutan Putri mulai saat ini aku bukan lagi seorang putri jadi kalian cukup memanggilku dengan Nona saja,” terang Li Shang Yue.
“Baik Nona,”
“KIta berangkat,”
__ADS_1
Li Shang YUe dan rombongannya segera berjalan meninggalkan kediaman itu. Sampai di luar kediaman Li SHang Yue langsung berbalik menghadap kembali ke dalam kediaman.
“Yuyu jika kamu meninggalkan kediaman ini maka Putri Wei Rong akan menempati kediaman ini. Kamu sudah siap akan hal itu?” Jendral Feng bertanya kepada Li SHang YUe karena jika Li Shang Yue mengatakan maka akan dia berikan pelindung untuk kediaman itu agar tidak bisa di masuki.
“Aku tak akan membiarkan milikku menjadi milik orang lain ayah,” jawab Li Shang Yue yang menatap Jendral Feng dengan senyum miring.
“Lalu apa yang akan kamu lakukan Yu’er?”
“Membuat sesuatu hingga tak ada yang bisa memasuki kediaman ini tanpa izinku bahkan jika Kaisar sekalipun.” Kata Li Shang Yue yang langsung mengayunkan tangannya hingga sebuah pelindung kasat mata langsung melindungi bangunan itu.
Sebenarnya itu bukan Li Shang YUe yang membuat pelindung melainkan Long yang berada di tangan Li Shang YUe yang membuatkan pelindung untuk kediaman itu.
“Ayah tunggu..!” seru Li Shang Yue saat melihat jika Jendral Feng ingin menyentuh pelindung yang di buat oleh LOng.
“Ada apa Yuyu, ayah ingin merasakan…,”
“Pelindung yang Yuyu buat bisa melempar orang yang memegang pelindungnya.” kata Li SHang Yue dengan menggaruk-garuk kepalanya.
Jendral Feng yang mendengar penuturan dari Li Shang YUe tak punya pilihan lain selain mengikuti apa yang dikatakan oleh Li Shang Yue.. Jendral Feng jelas tahu jika saat ini apa yang di jelaskan oleh putri angkatnya itu memang adalah kenyataan.
“Lebih baik kita segera pergi kediaman ini juga sudah aman dari orang-orang yang ingin mengambilnya.” kata Jendral Xin yang mengajak mereka untuk pergi.
Jendral Xin dan Jendral Feng membawa rombongan Li SHang Yue keluar dari istana melalui gerbang utama istana. Walau banyak prajurit yangheran dan bertanya-tanya namun juga tak berani menegur. Li Shang Yue yang mereka lihat sekarang menurut mereka sangat menakutkan.
Tidak hanya ada Li Shang YUe yang mereka takutkan tapi ada juga Jendral Feng dan Jendral Xin yang sangat brutal dan sadis jika menghadapi musuh. Tak ada yang menghalangi mereka keluar dari istana itu termasuk Kaisar.
__ADS_1
Sampai di luar gerbang lagi lagi Li Shang YUe berbalik melihat istana megah di depannya itu. Tangannya terkepal kuat dengan tatapan mata yang tajam menatap istana itu.
“Aku pergi bukan untuk tidak kembali, aku pergi untuk kembali mulai saat ini bangunan megah ini tidak akan pernah tentram.” Guman Li Shang Yue yang menatap penuh kebencian istana kekaisaran Li.