Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 128


__ADS_3

“Mati kau sialan…!”


Trang


Jleb


AAAAA


Li Shang Yue menjauh setelah berhasil melukai lengan Putri Wei Rong menggunakan tusukan belatinya. Putri Wei Rong menatap lengannya yang kini sudah keluar darah yang dari berasal dari luka tusukan Li Shang Yue.


“Brengs3k..!” umpat Putri Wei Rong yang langsung berlari menyerang Li Shang Yue.


Putri Wei Rong menyerang Li Shang Yue dengan membabi buta namun sangat muda di tangkis oleh Li Shang Yue. Walau bagi orang serangan Putri Wei Rong sudah terasa cepat dan mematikan tapi bagi Li Shang Yue itu adalah hal mudah. Li Shang Yue  melompat ke belakang melewati sabetan pedang Putri Wei Rong sebelum  memberikan serangan  balasan pada Putri Wei Rong.


Trang


Pedang Li Shang Yue dan juga pedang Li Shang Yue bertemu di pertengahan membuat keduanya saling menatap tajam satu sama lain. Putri Wei Rong yang menatap Li Shang yue penuh dengan kebencian sedangkan Li Shang Yue menatap Putri Wei Rong dengan tatapan penuh akan dendam yang membara.


Wussssh


Li Shang Yue langsung melompat menghindari salah satu pukulan jarak jauh dari anak buah Putri Wei Rong. Melihat itu Putri Wei Rong mundur ke belakang lalu memberikan kode pada anak buahnya untuk menyerang Li Shang Yue.


Orang-orang suruhan Putri Wei Rong langsung maju kembali menyerang Li Shang Yue dengan brutal secara bersama-sama. Li Shang Yue dengan tenang menghadapi mereka semua dengan mengayunkan pedangnya untuk menangkis serangan mereka semua.


Li Shang Yue memainkan pedangnya dengan terus menyerang dan juga menangkis dan menghindar secara bersamaan hingga permainan pedangnya seperti tarian pedang lembut namun mematikan. Sabetan demi sabetan Li Shang Yue layangkan pada mereka hingga satu persatu orang yang menyerangnya mulai tumbang dengan kepala yang terpisah dari badannya.


Slash…


Sebuah kepala menggelinjang di bawah kaki Putri Wei Rong membuat wanita itu bergetar ketakutan oleh perbuatan Li Shang Yue. 


Jleb


Srett


Bruk


Li Shang Yue menghajar semuanya dengan membabi buta hingga darahnya memercik ke pakaian dan wajahnya namun gadis itu tidak peduli sama sekali. Baginya darah seperti air yang akan terus mencuci kadang juga membasahi pakaiannya. Sedangkan Putri Wei Rong yang melihat bagaimana brutalnya Li Shang Yue dalam membunuh hanya bisa menahan mual saja.


Jleb


Dugh

__ADS_1


Dua orang terakhir mati di tangan Li SHang Yue dengan satu tusukan di jantung dan satunya lagi kepalanya langsung jatuh di tanah alias terpisahnya kepala dan juga badannya orang-orang itu.


“Sial, kenapa malah jadi seperti ini? Aku harus kabur, aku tidak mau mati konyol menghadapi iblis ini,” kata Putri Wei Rong dalam hati dengan menatap ngeri ke arah Li Shang Yue.


Putri Wei Rong yang melihat secara langsung bagaimana brutal dan sadisnya Li Shang Yue memutuskan untuk kabur selagi Li Shang Yue masih belum sadar akan dengan dirinya. Tanpa ba-bi-bu Putri Wei Rong langsung berbalik ingin melarikan diri dari Li Shang Yue.


Li Shang Yue yang melihat jika Putri Wei Rong melarikan diri tidak tinggal diam langsung saja terbang menyerang Putri Wei Rong dari belakang.


BRAKKKK


Putri Wei Rong yang tidak siap dengan serangan Li Shang Yue langsung terlempar menghantam pohon.


“Kau…!” Putri Wei Rong berbalik menatap tajam Li Shang Yue yang baru saja mndarat sempurna di atas tanah.


‘Kau fikir setelah menyerangku aku akan membuat kamu pergi begitu saja? Tidak akan. Kau tahu? Aku sudah lama menunggu hari ini jadi terima balas dendamku di mulai dari kau Putri Wei Rong,” desis Li SHang Yue yang menyeringai dingin.


Trang


Trang


Putri Wei Rong tak punya pilihan lain selain bertahan menangkis semua serangan Li Shang Yue yang sangat cepat dan kuat. Berulang kali Putri Wei Rong terdorong dan mendapatkan serangan dari aki mungil Li Shang Yue.


Jika Putri WeI Rong yang hanya bisa menahan dan pasrah maka berbeda dengan Li Shang Yue yang menyerang Putri Wei Rong dengan membabi-buta.


Jleb


Sret


“Dasar anak sialan…! Beraninya kau melukaiku? Kau tahu aku adalah anak kesayangan Kaisar..! Tidak sepertimu yang hanya anak buangan. Aku akan membunuhmu lalu aku akan merebut ayahmu Jendral Feng untuk menjadi ayah angkatku. Semua yang kau miliki akan menjadi milikku. Jendral Feng dan juga Jendral Xin akan memanjakan aku dan melupakan anak buangan seperti mu…!” teriak Putri Wei Rong dengan senyum penuh kelicikan.



Li Shang Yue tak masalah saat dirinya di sebut anak buangan karena itu memang adalah kenyataan walaupun di dalam hatinya ikut tersentil sakit. Namun saat mendengar jika Putri Wei Rong akan merebut ayahnya dan juga Jendral Xin membuat amarah Li Shang Yue langsung muncul di permukaan.


“Merebut ayahku…? Maka kali ini kamu benar-benar harus mati..!” teriak Li SHang Yue dengan amarah yang meluap-luap.


Aura intimidasi keluar dari tubuh li SHang Yue menekan Putri Wei Rong membuat dirinya langsung bergetar ketakutan.


“Li Shang Yue..!” Putri Wei Rong memanggil Li Shang Yue  sayangnya Li SHang Yue tak mendengar itu.


Bayangan Putri Wei Rong yang merebut kasih sayang ayah dan juga gegenya menari-nari di kepalanya membuat amarah Li Shang Yue semakin meledak-ledak. Tanpa di ketahui Li Shang Yue pedang biru di tangannya kini semakin bersinar terang seakan-akan merasakan amarah Li Shang Yue.

__ADS_1


“Hiyaaaa…..!”


Li Shang Yue tanpa ampun langsung menebaskan pedangnya ke arah Putri Wei Rong. Putri Wei Rong yang melihat itu langsung melototkan matanya dengan secepat kilat menghindar dari serangan jarak jauh Li Shang Yue.


“Seribu Pedang bayangan..!’


“Tebasan Penghancur..!”


Tanpa ampun Li SHang Yue langsung menggabungkan dua jurus yang dia pelajari beberapa waktu lalu. Sedangkan Putri Wei Rong yang melihat ratusan pedang yang mengelilinginya langsung membelalakan matanya. Belum cukup rasa terkejutnya langsung di kejutkan kembali dengan ratusan pedang itu menuju ke arahnya dengan kecepatan tinggi.


“Sial,” umpat Putri Wei Rong yang langsung membangun sebuah perisai tanah dari elemen tanahnya.


“Perisai tanah….!”


Putri Wei Rong langsung  memukul tanah hingga sebuah lingkaran dari tanah terbentuk melindungi Putri Wei Rong dari serangan Li Shang Yue. Namun Li Shang yue yang melihat perlindungan Putri Wei Rong langsung menggertakkan giginya menahan amarah. Li Shang Yue memegang erat pedang birunya menggunakan kedua tangannya hingga cahaya birunya semakin cepat.


“Serangan penghancur…!”


“Tebasan Kematian…!’


Li Shang Yue lagi-lagi menggabungkan dua jurus mematikan yang langsung di tujuhkan pada Putri Wei Rong.


DHUARRRR


Uhuuuuk uhukkk


Putri Wei Rong di pukul mundur ke belakang dengan langsung memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Tenaganya habis terkuras sedangkan Li Shang Yue sepertinya tidak merasakan lelah sama sekali.


‘’Kau…!” Putri Wei Rong menunjuk li SHang Yue dengan rasa kesal dan benci namun mau di apa dia tak punya kekuatan untuk bangun.


‘‘Yah aku, Li SHang Yue anak buangan yang kalian singkirkan dari rumahku sendiri,” jawab Li SHang yue yang mendekati Putri Wei Rong yang sudah tak berdaya.


‘‘Kau tahu aku sudah menunggu sejauh ini untuk balas dendam. Sekarang mari kita mulai,” kata Li SHang Yue yang menyeringai dingin.


“Men…menjauh ja..jangan bu..bunuh aku,” Putri Wei Rong menarik dirinya menjauh dari Li Shang Yue.


‘‘Tenang saja, aku tidak akan membunuhmu dengan secepat ini,” bisik Li SHang Yue di depan wajah Putri Wei Rong.


“Aku tidak membunuhmu hanya merenggut apa yang kau banggakan selama ini,” lanjut Li SHang Yue yang langsung memukul dada kiri Putri Wei Rong tempat meridiannya.


“TIDAK…..!”

__ADS_1


__ADS_2