
''Hei kau ..., ''
''Aku peringatkan padamu yah jangan coba-coba mendekati adikku atau kamu akan aku lelehkan dengan kekuatan api ku?''
''Dewa Matahari...!''
Deg
Lay yang mendengar apa yang dikatakan pria asing di depannya langsung saja membulatkabn matanya dengan menatap tajam pria itu. Dia tidak menduga kenapa pria itu menyebutnya dengan nama Dewa Matahari yang sangat agung itu.
''Kau ..., ''
''Jangan mencemaskanku. Aku tidak akan pernah menyakitinya,'' kata Zhing Young dengan nada dingin.
''Pria ini bukan pria sembarangan. Aku merasa dia sangat misterius dan auranya sedikit familar, aku harus berhati-hati dan mencari tahu siapa dia. Selain itu, aku juga harus extra menjaga Yuyu dari pria ini. Pria ini tidak tahu berada di pihak mana di Kaisar iblis bajingan itu atau berada di pihak kami,'' kata Lay dalam hati dengan melirik tajam Zhing Young.
''Sudahlah kenapa kalian yang cekcok seperti anak kecil. Saat ini keadaan Hong Ge dalam bahaya karena luka dalam yang cukup parah,'' kesal Li Shang Yue yang langsung yang menatap tajam kedua pria di depannya itu.
Sontak saja Zhing Young dan Lay langsung menganggukkan kepala saja dengan membuang muka agar tidak menatap tatapan tajam Li Shnag Yue seperti mata pedang yang akan menebas mereka berdua. Mereka bisa saja bertarung dengan siapa saja asalkan jangan membuat Li Shang Yue sebagai musuh karena jika itu terjadi maka habislah mereka di tangan Li Shang Yue.
''Lebih baik diam deh. Aku nggak mau kena semprot Yue'er di tambah dengan kekuatannya yang sekarang bisa-bisa dia membuat aku berada di kolong kuburan sekarang juga,'' kata Zhing Young dalam hati yang bergidik ngeri.
''Hussst tatapan Yue'er sudah seperti mata tajam yang ingin mengesekusi musuhnya saja. Lebih baik aku diam saja biarkan pria ini mengoceh sendirian aku tidak peduli nyawa ku masih jauh lebih berharga daripada meladeninya,'' kata Lay dalam hati dengan melirik takut ke arah Li Shang Yue yang terdiam.
''Ck jika sudah begini baru diam kek anak kucing nggak di kasih makan ikan asin. Tadi ributnya minta ampun...! Sekali lagi kalian ribut akan aku lempar kalian di luar,'' ancam Li Shang Yue membuat mereka semua kaget.
''Tidak lagi Yue'er/Yuyu,'' ucap mereka berdua dengan serentak saja.
Melihat akan hal itu Baize langsung tersenyum kecil. Wanita yang di cintainya oleh junjungannya ternyata sangat istimewa karena bisa menaklukan kedua pria itu. Baize bisa menebak jika pria yang menggunakan tudung itu adalah pria yang tak bisa di singgung begitu saja.
''Baize kapan kita akan berangkat?" tanya Li Shang Yue dengan tak sabaran.
__ADS_1
Li Shang Yue tidak ingin semuanya semakin kacau dan berantakan hingga membuat mereka harus tertunda saja. Oleh karena itu, Li Shang Yue ingin mereka melanjutkan perjalanan dengan secepat mungkin agar bisa sampai dengan cepat.
''Nona tidak perlu khawatir kita bisa menggunakan ilmu teleportasi. Saya akan membantu Nona dan kedua Tuan untuk sampai disana,'' terang Baize dengan mantap.
''Syukurlah jika begitu,'' kata Li Shang Yue yang bernapas lega karena mereka bisa menuju tempat yang di tujuh dengan cepat.
''Nona...!'' Yuren datang dengan perlengkapan yang akan di perlukan nonanya dengan segera menuju mendekati Li Shang Yue.
''Bagus jika begitu kita bisa pergi sekarang juga,'' kata Li Shang Yue dengan cepat.
''Baik Nona. Cepat kalian pegang tangan saya lalu kalian saling menggenggam saya akan membawa kalian kesana. Hanya saja untuk sementara saat ini mungkin aku tidak akan bisa langsung berteloportasi langsung ke istana karena kekuatan saya tidak akan cukup akan hal itu,'' terang Baize dengan menundukan kepalanya.
Jika hanya dengan berdua saja mungkin Baize pasti akan langsung bisa namun kali ini mereka lumayan banyak pasti dirinya akan kelelahan hingga tidak akan bisa langsung tembus istana. Berteleportasi dengan banyak orang juga menggunakan kekuatan spiritual dan juga energi tenaga dalamnya.
''Tak apa. Kita akan berjalan bersama menuju ke istana,''' sahut Li Shang Yue dengan tegas.
Mendengar akan hal itu Baize langsung saja memegang tangan Yang Hong lalu menutup mata mereka hingga langsung saja menghilang dari tempat itu. Saat membuka mata mereka langsung membulatkan mata saat mereka berada di hutan dan juga salju yang lebat membuat mereka langsung kedinginan.
''Kita berada di hutan dingin. Hutan dingin ini adalah hutan yang paling dekat dengan istana namun aku tidak menduga jika kita akan langsung mendarat disini. Sekarang kita harus bergerak cepat karena takutnya badai salju turun,'' terang Baize yang langsung memapah Yang Hong yang masih dalam keadaan lemah.
''Nona pakai ini,'' Yuren langsung sigap memakaikan sebuah jaket yang tebal dan berbulu pada Li Shang Yue.
''Lalu kau apa?" Li Shang Yue menatap Yuren yang hanya menggunakan pakaian biasa.
''Saya tak apa Nona. Saya adalah seorang penyihir dengan elemen es bawaan membuat saya tidak terganggu dengan hawa dingin,'' ucap Yuren dengan tersenyu namun bibirnya sudah mulai memucat.
Walau pun Yuren adalah seorang penyihir namun jika di hadapkan dengan suasana yang dingin tetap akan kedinginan. Li Shang Yue menatap ke arah Lay yang berada di sampingnya sebelu berkata.
''Lay Ge alirkan energi panasmu pada Yuren karena kamu pengguna elemen api,'' terang Li Shang Yue yang memberikan peritah pada Lay untuk emmberikan sedikit energi hangatnya pada Yuren.
Lay hanya mengangguk sebelum meraih tangan Yuren lalu sebuah cahaya masuk ke dalam telapak tangan Yuren untuk membantu gadis itu agar tidak kedinginan. Sedangkan Li Shang Yue langsung melepaskan jubah yang di pasangkan oleh Yuren lalu memakaikannya pada Yang Hong yang lemah tak berdaya. Bersamaan dengan itu pula Yang Hong membuka matanya hingga pemandangan pertama yang dia lihat adalah Li Shang Yue yang sedang memakaikannya jubah.
__ADS_1
''Yue'er,''
''Sudah jangan bergerak dulu. Kamu diam saja kami akan memapahmu menuju istana,'' kata Li Shang Yue yang memperbaiki jubah Yang Hong.
''Terima kasih,'' Yang Hong mencoba tersenyum pada Li Shang Yue walau pun lemah namun senyumnya masih terlihat sangatlah tulus dan juga tampan.
''Baize berikan tanganmu biar aku yang mengalirkan energi apiku padamu agar tetap hangat,'' kata Li Shang Yue yang langsung mengulurkan tangannya.
''Tidak perlu Yue'er....!'' cegah Zhing Young yang langsung memeluk erat pinggang Li Shang Yue.
Yang Hong yang melihat akan hal itu hanya tersenyum kecut saja. Melihat bagaimana Li Shang Yue menuruti apa yang dia inginkan sudah membuat Yang Hong sadar jika Li Shang Yue sudah menerima pria itu dalam hidupnya. Namun apa yang dikatakan oleh pria itu selanjutnya membuat Yang Hong tertegun.
''Kamu cukup untuk mengalirkan energimu pada pria ini,'' kata Zhing Young yang menunjuk Yang Hong yang menatapnya dengan lemah.
''Baiklah,''
Li Shang Yue langsung meraih tangan Yang Hong lalu memberikan sedikit energinya pada Yang Hong yang masih lemah. Yang Hong dan Baize berusaha mencegah namun terlambat karena Li Shang Yue sudah memasukan energi itu lewat telapak tanag Yang Hong.
''Yue'er kamu ..., ARRRRRGH...!''
Yang Hong langsung berteriak kesakitan saat merasakan rasa panas di dalam dirinya degan terbentuknya sebuah tanda pedang dan seekor burung Phoenix di leher Yang Hong. Pria itu berguling-guling merasakan rasa panas yang menyerang dirinya membuat semua orang panik terutama Li Shang Yue yang langsung berjongkak untuk membantu Yang Hong namun tidak bisa.
''A...apa yang ter...jadi a..aku tidak ingin menyakitinya. A..aku hanya memberikan sedikit energi..ku,'' guman Li Shang Yue dengan wajah sendunya dan menatap Zhing Young dengan mata berkaca-kaca.
''Nona, apa Nona tidak tahu jika memberi atau membagi energi itu sama saja dengan anda menandai Lord kami sebagai suami anda,''
Deg
Li Shang Yue menegang mendengar penjelasan dari Baize yang tak pernah dia sangka. Dirinya memang tahu jika Yang Hong adalah vampir yang mengklaim dirinya sebagai matenya. Namun, Li Shang Yue tidak tahu jika apa yang dia lakukan dengan membagi energinya adalah sesuatu yang sakral bagi bangsa mereka.
''Walau pun ikatan itu bisa di musnahkan namun saya yakin Lord tidak akan mau melepaskan ikatan itu. Pembagian energi memang masih tahap menunjukan jika dia milik Nona tidak sama seperti pernikahan darah yanng sakral dan juga sumpah mati setia. Akan tetapi, saat ini juga Lord sudah menjadi salah satu suami anda walau pun itu belum di akui oleh orang dan juga oleh bangsa kami. Pembagian energi hanya akan di lihat oleh sang pemilik tapi juga bisa membagi rasa sakit dan senang sang pemberi,''
__ADS_1
''A..apa maksudnya?" tanya Li Shang Yue tidak mengerti.