Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 57


__ADS_3

Uhukkk uhuk


"Lord…!" Baize yang melihat sang junjungan memuntahkan darah segera menghampirinya.


"Kita harus kembali ke istana sekarang juga Lord,"


Baize segera membuka portal lalu masuk ke dalam portal menuju istana yang di maksud Baize. Sampai disana Baize memanah tubuh Zhou Yang yang sudah lemas dan keringat dingin membasahi tubuhnya.


"Putraku…!" 


Seorang wanita paruh baya berlari menghampiri Baize yang baru saja masuk ke dalam istana itu lewat pintu belakang.


“Ada apa dengan Putraku?” tanya seorang pria paruh baya itu kepada Baize.


“Saya tidak tahu Paduka, tiba-tiba saja Yang Mulia Lord memuntahkan darah dari mulutnya.” Terang Baize.


Mendengar hal itu pria paruh baya itu segera membantu Baize membawa sang Putra semata wayangnya ke dalam kamarnya. Sampai di kamar Baize dan juga pria paruh baya itu merebahkan sang Lord di atas ranjang empuk itu.


“Panggilkan tabib cepat!” teriak sang wanita paruh baya itu dengan panik.


“Tidak perlu, aku baik-baik saja.” Ucap sang Lord dengan suara yang tenang.


Baize yang tadinya ingin memanggilkan tabib langsung berhenti dan duduk di samping sang Lord.


“Putraku hewan apa yang kamu peluk?” tanya sang wanita paruh baya itu dengan rasa penasaran yang tinggi.


“Ini kelinci ibunda,” sang Lord langsung melepaskan pelukannya dari kedua hewan itu. 


Sontak pasangan paruh baya itu langsung kaget melihat sang putra membawa seekor hewan yang biasa mereka makan itu di dalam istana terlebih sang Putra yang memegang kedua hewan gemuk itu.


“Wahhh sangat gemuk apa itu untuk ibunda?” tanya sang wanita itu yang bergerak ingin meraih kelinci itu.


“Hentikan Ibunda! Ini bukan untuk ibunda ataupun untuk siapapun bahkan tidak untuk aku sendiri.” Ucap sang Lord dengan tegas menatap tajam sang Ibunda yang sudah memunculkan taringnya.


“Tapi kenapa Putraku? Bukankah itu memang hal biasa karena mereka makanan kita?” kata sang pria paruh baya yang bingung melihat sifat sang putra yang sepertinya begitu menyayangi kedua kelinci itu.


“Tidak, silahkan keluar dari kamarku!” usir sang Lord terhadap pasangan paruh baya itu.

__ADS_1


Sang Lord tahu jika pasangan itu masih berada di dalam kamar itu maka kedua kelincinya itu tidak akan selamat dari mereka berdua.


Pasangan paruh baya itu hanya bisa mendengus kesal keluar dari kamar sang putra semata wayang mereka itu dengan Baize yang juga ikut mereka.


“Mau kemana kamu Baize?” pria paruh baya itu segera menghentikan langkah kaki Baize yang ingin pergi menjauh dari mereka.


“Kamu ikut kami,” kata sang Wanita paruh baya itu yang buka seperti permintaan tapi sebuah perintah.


Huhhhh


Baize hanya bisa menghembuskan napasnya dengan panjang. Jika seperti ini mau gimana lagi dirinya tidak akan bisa menghindari namanya introgasi sang pasangan tua di depannya itu.


Brakikk


Baize hanya bisa menutup mata saat mendengar pintu yang di tutup kasar oleh pria paruh baya itu menggunakan kekuatannya.


“Duduk!” perintah pria paruh baya itu ang menyuruh Baize duduk di depan pasangan itu.


Baize tak punya pilihan selain menurut dengan segera duduk di depan kedua orang yang membesarkannya itu. 


"Kami ke alam tengah Paman, kami mencari gadis yang akan menjadi Permaisuri untuk Zhou Yang,"


"Lalu?"


"Sampai disana kami mendarat di hutan, karena penasaran dengan rasa hewan di sana kami memutuskan untuk berburu. Saat sedang memakan tiba-tiba…," Baize menjelaskan ceritanya menatap ekspresi pasangan paruh baya di depannya itu yang masih terlihat datar dan tenang.


"Tiba-tiba apa?" Tanya sang wanita paruh baya yang sudah tidak sabaran.


"Tiba-tiba  seorang wanita muncul mengacuhkan acara makan kami.  Dia menginginkan kucing besar yang akan Zhou Yang makan…,"


"`DASAR ANAK NAKAL KENAPA KALIAN MEMINUM DARAH KUCING!” murka sang wanita paruh baya itu yang menatap nyalang Baize.


Selama hidup beratus-ratus tahun tak pernah sekalipun sang wanita menyaksikan atau mendengar bangsanya meminum darah kucing sebagai makanan mereka. Namun, bagaimana Putra semata wayangnya itu meminum darah kucing pikir wanita paruh baya itu dengan frutasi.


“Itu bukan kucing beneran Ibunda,” kata Baize yang mencoba meluruskan kesalahpahaman ini.


“Apanya yang bukan? Jelas-jelas kamu mengatakan jika itu kucing,” sinis sang pia paruh baya itu dengan menatap kesal Baize.

__ADS_1


“Itu bukan Kucing Paman, Bibi, tapi serigala namun wanita itu tetap mengatakan jika itu kucing besar dan menginginkannya. Bahkan wanita itu merebut serigala itu dengan cepat dari tangan Zhou Yang,” terang Baize dengan suara yang sedikit tinggi.


“Eh…,” wanita paruh baya itu terdiam kaku begiitu pula sang pria paruh baya di sampingnya yang terlihat aneh.


“Apa itu benar-benar serigala?” tanya sang pria paruh baya meminta kepastian kepada Baize.


“Itu benar-benar serigala Paman, aku bahkan membunuh dan meminum darah mereka begitu juga dengan Zhou Yang tapi wanita itu memanggilkan dengan Kucing. Bahkan tanpa takut wanita itu merebut serigala itu di tangan Zhou Yang.” Kata Baize dengan nada yang menggebu-gebu.


“Apa Zhou Yang membunuhnya?” tanya Sang wanita paruh baya itu.


“Tidak.”


“KENAPA?” teriak pasangan paruh baya itu.


Tentu saja mereka merasa heran karena sang putra yang tidak membunuh orang yang mengusiknya di tambah sosok itu adalah dari ras manusia ras yang di benci oleh bangsa mereka.


“Sepertinya wanita itu merupakan mate dari Zhou Yang,” ucap Baize dengan suara pelan namun masih dapat didengar dengan jelas.


“Kamu yakin?” 


“Sangat yakin Paman, karena Zhou Yang sepertinya begitu mabuk menghirup aromanya hingga tak membuatnya bergerak.”


“Jika begitu kenapa kalian tidak minta darahnya saja biar sedikit dengan begitu Zhou Yang tidak akan tersiksa menahan sakit dan panas di tubuhnya,” kata sang wanita paruh baya itu.


“Zhou Yang tidak meminta, Zhou Yang hanya meminta ganti rugi serigala itu kepada wanita itu tapi…, wanita itu justru memberikan 2 ekor kelinci sebagai ganti rugi serigala itu.”


“APA DUA EKOR KELINCI?” 


“Iya Paman, iya bibi, kelinci yang di peluk Zhou Yang tadi adalah kelinci pemberian wanita itu sebagai ganti rugi karena dia mengambil serigala itu.”


Pasangan paruh baya itu saling melirik satu sama lain entah harus berekspresi seperti apa. Bagaimana bisa seekor serigala yang besar itu di ganti rugikan dengan hanya dua ekor kelinci saja. 


 ***


Zhou Yang seorang Pangeran kegelapan di dunia immortal dengan identitas Vampir.  Sudah beratus-ratus tahun Zhou Yang menunggu kelahiran kembali wanita yang di takdirkan untuknya hingga kini mereka di pertemukan sayangnya wanita itu tidak mengetahui jika dirinya adalah pasangannya.


Rakyat immortal semuanya adalah Vampir yang tinggal di dunia paling  bawah atau alam bawah. 

__ADS_1


__ADS_2