Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 197


__ADS_3

''Kau ingin bermain rupanya,'' sinis Li Shang Yue yang langsung mengeluarkan semua auranya dan menekan wanita di depannya itu.


Wanita itu langsung membulatkan mata saat merasakan aura Li Shang Yue yang sangat jauh dari auranya. Padahal Li Shang Yue masih dalam wujud manusia lalu abgaimana bisa dirinya kalah dengan auara Li Shang Yue. Wanita itu langsung seak merasakan dadanya yang tidak mendapatkan peluang untuk bernapas.


Uhukk uhukk


''Kau...,'' Wanita itu menatap tajam Li Shang Yue yang kini melihatnya dengan tatapan niat membunuh yang kuat.


''Bagaimana bisa dia memiliki aura yang sangat menakutkan seperti ini padahal dia manusia? Dari mana asal kekuatan ini?" kata wanita itu dalam hati yang menahan sesak dan juga sakit secara bersamaan di dadanya.


''Kau aku di kehidupan lalu maka akan seperti itu terus. Jangan coba-coba untuk mengaturku atau aku akan menarimu dari atas sana lalu aku siksa jiwamu. Dasar sialan..!'' umpat  Li Shang Yu eyang langsung meninggalkan wanita itu sendirian.


''Ini juga pintu keluarnya mana. Sepertinya Dewa takdir ingin sekali aku botakii kepalanya saja,'' kesal Li Shang Yue yang bisa di dengar oleh pria paruh baya yang duduk di sebuah ruangan dengan melihat Li SHang Yue dari cermin kehidupan.


''Gadis kecil ini kenapa sangat bar-bar dan juga sangat menyebalkan? Apa aku salah memindahkan jiwa? Tapi itu tidak benar. Lantas kenapa dia sangat bar-bar bahkan ingin membotaki ku. Apa dia pikir aku ini biksu,'' kesal pria itu.


''Sudahlah Dewa Takdir, akan lebih baik kau kembalikan saja dia pada dunia nyata.  Jika tidak aku yakin jika dia akan terus mengumpati dan menyumpahimu,'' sahut satu orang lagi di samping Dewa takdir.


''Hey kau Dewi jodoh, harusnya kau membuat gadis itu bersama dengan Kaisar iblis bukan? Lalu kenapa kau tidak membuat dia tergila-gila dengan Kaisar iblis?" sinis Dewa Takdir yang menatap tajam wanita cantik di depannya itu.


''Aku sudah berusaha akan tetapi, gadis kecil itu pengecualian,'' terang Dewi Josoh yang menghela napas.


''Apa maksudmu?" tanya Dewa Takdir dengan bingung.


''Entahlah, aku bahkan tidak bisa mengikatkan benang merah satupun dengan pria manapun dengan gadis kecil itu. Seakan-akan aku merasakan dia yang akan menentukan jodoh dan pria mana yang dia akan pilih sekarang,'' terang Dewi takdir.


''Bagaimana bisa? Bukannya itu tugasmu lalu kenapa kamu lalai?' sentak Dewa Takdir.


''Apa kau berpikir aku tidak berusaha? Aku sudah berusaha. Aku mengikatkan benang merah itu dengan Lord vampir itu tapi saat jiwa asing itu masuk semua benang yang aku ikatkan padanya semuanya putus hingga entah mengikat siapa. Hanya saja jika Lord vampir itu kembali terhubung akan tetapi aku tidak akan tahu bagaimana kisah gadis kecil itu di masa depan. Dia tidak mau di atur Dewa Takdir, dia memiliki prinsip untuk mebgatur hidupnya sendiri dan akan menantang takdir jika merenggut apa yang dia miliki. Itu sumpahnya,'' terang Dewi Jodoh.


''Celaka...!''


''Apanya?"


''Tidak ada, hanya saja dia mengingatkan aku dengan seseorang yang memiliki sifat keras kepala yang sangat membuat orang pusing tujuh keliling bila menghadapinya,'' terang Dewa takdir.


Kembali kepada Li Shang Yue  yang menemukan jalan keluar segera masuk ke dalam sinar lalu membuka matanya langsung menatap Yang Hong yang berada di depannya.

__ADS_1


''Kau sudah bangun Yuyu?" tanya Yang Hong yang langsung membantu Li Shang Yue bangun.


''Hm,''


Li Shang Yue hanya berdehem saja sebagai jawaban kerena jujur saat ini dia sedang kesal dengan apa yang dia temui di mimpinya tadi. Li Shang Yue yakin itu bukan hanya mimpi biasa melainkan sebagai ingatan dirinya yang saat menjadi seorang Ratu iblis di kehidupan masa lalu.


''Nona Yuyu,'' Kaisar iblis datang menghampiri Li Shang Yue yang sepertinya belum sadar jika ada dia di dalam ruangan itu.


Li Shang Yue yang mendengar suara yang asing dan tak di kenalnya langsung menatap ke asal suara sebelum langsung menatap tajam pria di depannya itu dengan tatapan yang sangat menusuk hingga membuat siapapun yang melihatnya akan langsug tertekan begitu pula Kaisar iblis. Kaisar ibllis tidak mengerti kenapa Li Shang Yue menatapnya dengan tatapan tajam seperti ingin menelannya hidup-hidup.


''Apa gadis kecil ini marah padaku karena aku tidak memberikannya buah iblis?" batin Kaisar iblis yang membuang muka untuk menahan dirinya agar tidak menatap ke arah Li Shang Yue yang sangat ini berwajah seram.


''Untuk apa Kaisar iblis kemari? Ah kami akan segera pergi jadi Kaisar tidak perlu mengusir kami,'' ucap Li Shang Yue dengan sinis.


Kaisar iblis yang mendengar akan hal itu, langsung kalang kabut karena ucapan Li Shang Yue yang tidak akan main-main. ''Yuyu au minta maaf. Lihat, aku membawakan kamu ini,'' Kaisar iblis dengan segera membuka tangannya menydorkannya pada Li Shang Yue.


Li Shang Yue yang melihat apa yang di berikan oleh Kaisar iblis hanya menatap dengan acuh tak acuh bahkan tidak peduli menatap ke arah Kaisar iblis yang menatapnya dengan bibir yang merekah.


''Untuk apa?" tanya Li Shang Yue dengan suara dinginnya.


''Bukannya kau menginginkan ini?' Kaisar iblis menatap tak mengerti ke arah Li Shang Yue.


Deg


Kaisar iblis yang mendengar akan hal itu langsung saja tertegun. Apa kesalahannya sangat berakibat fatal hingga Li Shang Yue sangat tidak sudi melihat ke arahnya.


''Yuyu, aku minta maaf. Tadi itu aku hanya sedang bercanda saja tapi aku tidak menduga jika reaksi kamu akan seperti itu. Aku mohon maafkan aku,'' Kaisar iblis memasang wajah memelas ke arah Li SHnag Yue.


Persetan dengan wibawa, sialan seorang Kaisar saat ini dirinya tidak peduli dia siapa dan Li Shang Yue siapa. Kaisar iblis hanya ingin gadis kecil di depannya itu memaafkannya saja itu sudah dari cukup.


Li Shang Yue yang melihat wajah sungguh-sungguh milik sang Kaisar langsung mengambil buah yang berwarna ungu kehitaman itu. Gadis itu menatap buah itu dengan tatapan yang sulit di artikan sebelum kembali menatap ke arah Kaisar iblis dan yang lainnya yang berada di dalam ruangan itu.


''Kalian semua keluarlah....!'' ucap Li Shang Yue yang dengan enteng mengusir mereka terlebih ada seorang Kaisar disana namun Li Shang Yue tetaplah Li Shang Yue yang tidak akan peduli dengan apa yang di pikiran oleh orang lain. Jika dia bilang A maka akan selamanya menjadi A.


''Baiklah,'' Yang Hong segera menarik lengan Kaisar iblis meninggalkan kamar itu di ikuti dengan yang lain.


''Apa yang kau lakukan? Kenapa kamu membawa ku kemari?" kesal Kaisar iblis yang menatap tajam Yang Hong.

__ADS_1


''Nanti kamu dan kalian semua akan tahu. Sekarang lebih baik kita duduk disini menunggu hal apa yang akan di lakukan oleh Li Shang Yue,''


Yang Hong dan Kaisar iblis lagi-lagi berdebat akan dengan hal yang sebenarnya tidak penting. Namun, entah kenapa Kaisar iblis selalu mencari permasalahan membuat keduanya sering kali berdebat. Sedangkan teman-teman Li SHnag Yue mereka tidak berani menengahi karena aura kedua orang itu sangatlah menakutkan.


Di sisi lain Li Shang Yue di bawah bimbingan Nino akhirnya berusaha menyerap energi spiritual buah iblis itu dengan duduk lotus dan juga buah itu ada di depannya. Saat mulai menyerap awalnya terasa sejuk dan nyaman namun, lama-kelamaan seluruh tubuhnya seperti di cabik-cabik saat merasakan aliran energi spiritual milik buah iblis itu menerobos secara besar-besaran pada meridian nya.


''Nona jaga kesadaran anda, anda harus memutuskan rantai terakhir. Sekarang...!'' teriak Nino yang panik karena melihat Li Shang Yue yang menutup matanya.


Li Shang Yue masuk ke dalam alam bawah sadarnya langsung di bawah di sebuah ruangan yang sangat gelap dan mencekam. Di depannta berdiri sosok yang sama sepertinya hanya saja di depannya itu terliat lebih dominan dan arogan di bandingkan dengan dirinya. Walau mereka kekuatan wanita itu kuat Li Shang Yue tidak akan mundur karena baginya semua hanya bentuk latihan saja.


''Akhirnya kau datang setelah sekian lama aku menunggu mu,'' ucap sosok itu yang tersenyum miring.


''Maaf aku terlambat mengunjungi mu karena terlalu banyak alasan,'' jawab Li Shang Yue dengan enteng.


''Siap bertarung denganku? Atau kamu menyerah saja. Biarkan aku yang mengambil alih tubuhmu? Aku janji akan menjadikan mu sebagai penguasa di seluruh benua,'' ucap sosok itu yang membuka negosiasi kepada Li Shang Yue.


''Tidak tertarik. Tanpa adanya kamu juga aku akan menjadi yang terkuat sayangnya aku bukan orang serakah sepertimu,'' sarkasme Li Shang yue yang membuat sosok itu menggeram marah.


''Tidak perlu munafik. Semua orang menginginkan kekuasaan...!'' teriak sosok itu dengan suara yang menggelegar.


''Yah dan itu mereka bukan aku,'' balas Li Shang Yue dengan datar.


''Ciih dasar sombong, lihat saja aku akan membuatmu menggantikan aku berada di dalam ruangan gelap ini. Aku akan keluar dan kami akan terkurung disini,'' sinis sosok itu dengan tersenyum dingin pada Li ShangYue.


''Kita lihat saja, sayangnya aku bukan orang yang menerima kekalahan,'' balas yang tiba-tiba saja sudah ada keuda pdang di tangannya.


Sontak hal itu membuat sosok itu tertegun karena bagaimana Li Shang Yue yang memiliki kedua pedang itu tanpa membawa apa-apa saat dia kemari. Saat sosok itu terdiam Li Shang Yue dengan brutal menyerangnya.


Trang


Sring


Pertarunagn sengit terjadi keduanya dengan Li Shang Yue menggunakan kedua pedangnya yaitu pedang kematian dan pedang biru miliknya. Cahaya biru dan hitam keunguan menghiasi pedang kematian milik Li Shang Yue yang semakin lama semakin pekat membuat sosok di depannya mulai kewalahan.


''Itu dia,''


Dengan secepat kilat Li Shang Yue terbang memberikan tendangan telak pada dada sosok itu saat sosok itu lengah dan mulai terpojok karena serangan Li Shang Yue yang bertubi-tubi tiada hentinya.

__ADS_1


BRUKKK


__ADS_2