Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
BAB 146


__ADS_3

Dugh


Brukk


“Arggg…” Long berteriak sakit saat badannya menghantam tanah dengan keras.


Dengan rasa kesal yang berada di ubun-ubun Long langsung bangun dan berbalik hendak memarahi Siapa yang sudah berani membuatnya jatuh dari batu pembaringan. Namun saat berbalik melihat wajah Li Shang Yue yang sangat menyeramkan membuat nyali Loong langsung surut seketika.


“ Ada apa Yuyu? Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa aku membuat kesalahan?” tanya Long dengan menatap takut ke arah Li Shang Yue.


“Sudah kita kembali, kediaman ayah,” kata Li Shang Yue dengan ketus.


“Malam ini?Kenapa tidak menunggu hari esok saja?” tanya Long dengan tak percaya.


Sebenarnya Long masih sangat mengantuk namun untuk menolak apa yang dikatakan oleh Li Shang Yue sama saja dengan menyerahkan nyawa.


“Malam ini juga tidak ada hari esok,.” kesal Li Shang Yue yang langsung keluar dari goa.


“Yang benar saja? Aku bahkan sangat mengantuk tapi Nona justru mengajakku untuk pulang ke kediaman Jendral?”


“LONG CEPAT….!”


Terdengar teriakan Li Shang Yue dari arah depan sana membuat Long dengan malas langsung melangkahkan kakinya menuju asal suara.


“Sudahlah terima nasib saja daripada harus kena hukuman,” guman Long.


Malam itu juga Li SHang yue dan Long keluar dari hutan kematian lapisan ke sembilan dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh. Di saat semua orang sedang tertidur berbeda dengan Li Shang Yue yang masih terus terbang untuk menuju ke kediaman Jendral Feng. HIngga setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka sampai di kediaman sang Jendral.


Hap

__ADS_1


Li Shang Yue mendarat sempurna di depan gerbang kediaman Jendral Feng membuat prajurit yang berjaga langsung siaga.


“Siapa kau?” tanya salah satu prajurit yang memiliki badan kekar.


Mereka memang tidak mengenal Li Shang Yue karena Li Shang Yue menggunakan jubah hitam lengkap dengan tudungnya membuat  wajahnya terhalang dan tidak terlihat oleh prajurit itu.


Jika ada yang bertanya darimana Li Shang Yue Mendapatkan jubah itu maka jawabannya cuma satu yaitu Zhing Young. jubah itu adalah milik Zhing Young yang langsung di lepaskan dari tubuhnya lalu di pakaikan kepada Li Shang Yue.


“Nona Shang Yue, maafkan kami,” 


Kedua prajurit itu langsung bersujud dan membenturkan kepala mereka di tanah. Mereka tidak tahu jika sosok itu adalah cahaya kediaman sang Jendral kesayangan Jendral mereka.


“Kalian lupa prinsipku?” tekan li Shang Yue yang menatap mereka dengan tajam.


Kedua prajurit itu langsung menghentikan gerakan mereka dan langsung bangun dari suujud mereka. Mereka lebih baik mendapat hukuman daripada menghadapi kemarahan dari Li Shang Yue. Gadis itu terlihat lembut namun jika sudah marah maka akibatnya akan fatal.


“Hanya musuhku yang boleh bersujud padaku sedangkan orang yang berada di pihakku maka di haramkan untuk bersujud selain pada Tuhan dan pencipta alam ini. Kalian mengerti…!”


“NBuka gerbangnya…!’


Kedua prajurit yang berjaga langsung membuka gerbangnya mempersilahkan gadis itu untuk masuk. Li Shang Yue masuk ke dalam kediaman sang ayah lalu menuju ke kediamannya.


Sampai ke kediamannya tempat dia tinggal Li Shang Yue menatap ke sekelilingnya. Merasakan tak ada apapun Li Shang Yue langsung melambaikan tangan ke arah Long hingga dalam sekejap mata Long langsung menghilang dari pandangan mata. Jelas karena Li Shang Yue sudah memasukan Long ke dalam ruang dimensinya itu.


Li Shang Yue membuka pintu kamarnya lalu masuk ke dalam kamarnya. Namun Li Shang Yue tertegun saat melihat kedua orang yang sangat ia sayangi tertidur di atar ranjangnya dengan memeluk guling dan bantal yang biasa dia pakai dan gunakan untuk tidur. 


Kedua pria itu ltu tak lain dan tak bukan adalah Jendral Feng dan juga Xin Qion. Keduanya berbaring di atas ranjang Li Shang Yue tanpa peduli jika kaki mereka tidak muat seutuhnya.


“Apa mereka merindukanku?” guman Li Shang Yue mendekat ke arah keduanya.

__ADS_1


“Nona, mereka pasti sangat merindukan Nona. Lihat, pria tua itu bahkan memeluk bantalmu seperti memelukmu penuh ke hati-hatian,” kata Nino yang bergema dalam pikirannya.


“Kau benar Nino, mereka pasti merindukanku. Tak di sangka kehidupanku di dunia modern dan juga kehidupanku sebagai Putri Li Shang Yue sama. Sama-sama dia buang lalu di pungut oleh orang yang sama. Aku senang pahlawanku di kehidupan dulu ada disini. Walaupun aku tahu dia tidak mengingatku tapi aku akan terus mengingatnya Paman Alex,” kata Li Shang Yue dalam hatinya dengan menahan air mata di wajahnya.


Ya, pria yang menolong Clara juga sama memiliki wajah seperti Jendral Feng. Bedanya jika Jendral Feng mendidiknya dengan penuh kelembutan maka berbeda dengan pria yang menolongnya di kehidupannya di dunia modern. Disana dia di didik dengan sangat keras oleh pria itu.


Sampai dia beranjak dewasa pun Clara tidak tahu nama sang penyelamatnya hingga hari itu pria itu menghilang. Menghilang secara misterius hanya meninggalkan satu kata yaitu Alex. Dari situ Clara tahu jika pria yang sering dia panggil paman itu bernama Alex.


Li Shang Yue menghapus setetes air matanya yang jatuh di pipinya sebelum kembali merapikan selimut Jendral Feng dan juga Xin Qio sampai leher agar kedua pria itu tidak kedinginan nantinya.


Dengan langka pelan Li Shang Yue langsung saja berjalan ke arah kursi rotan di ujung runagan. Merebahkan dirinya di atas kursi itu lalu menutup matanya dengan jubah panjang itu sebagai selimutnya.


Wusshh


Asap hitam tiba-tiba ada di depan Li Shang Yue lalu menghilang menunjukan sosok pria dengan wajah yang sangat tampan dan juga rambutnya yang hitam lebat. Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Zhing Young. Sedari awal Zhing Young tidak meninggalkan Li Shang Yue melainkan membuat dirinya tak terlihat pada gadis penolongnya itu.


Zhing Young menunduk lalu berjongkok memperhatikan wajah cantik dan manis Li Shang Yue yang sedang tertidur.


“Yue’er ternyata kamu begitu di cintai dan di sayangi disini. Dengan seperti ini aku tidak takut pergi meninggalkanmu. Aku tidak akan lama, aku hanya perlu memperkuat diriku agar bisa membebaskan dendamku ribuan tahun lalu. Jika memang kau akan memiliki takdir dengan suami banyak tak apa, cinta sejati memang tak bisa di bagi tapi cinta sejati juga bisa berkorban,” bisik Zhing Young yang menunduk mendekati leher jenjang Li Shang Yue.


Kedua taring muncul di gigi Zhing Young bersamaan dengan itu kedua taringnya menancap sempurna di leher Li Shang Yue. Mata Zhing Young langsung berubah menjadi emas dengan sebuah tanda api muncul di kening Zhing Young.


Shhhh


Zhing Young meringis saat merasakan panas di antara kedua alisnya namun dia abai dengan menghisap darah Li Shang Yue sedikit.


Setelah selesai Zhing Young langsung menggigit tangannya lalu meneteskan darahnya di dalam mulut Li Shang Yue.


“Maaf aku mengikatmu dengan cara seperti ini. Aku hanya takut saat aklu kembali kamu tidak menerimaku,” ucap Zhing Young dengan lirih.

__ADS_1


Langit kembali gelap dengan bulan yang dikelilingi warna merah menyala.


“CELAKA…!”


__ADS_2