
Pipi Cathleen bersemu merah saat digoda oleh Gerald. Walaupun pria itu terkesan sedikit kaku saat berbicara, tapi tetap saja tatapan Gerald yang sangat tegas mampu memporak porandakan dirinya.
“Aku mau tidur dulu.” Cathleen segera turun dari pangkuan sang suami, sebelum jantungan di usia muda kalau memiliki suami yang begitu mempesona.
“Nanti aku susul jika sudah selesai.” Gerald membiarkan Cathleen kembali ke kamar sebelah.
Sejak memutuskan untuk menerima Cathleen sebagai istri sungguhan, Gerald tak lagi tidur terpisah. Bagaimana bisa tumbuh rasa kalau masih memberikan jarak. Tak ada jarak saja belum membuat bunga bermekar indah dalam hatinya.
Selepas kepergian Cathleen, Gerald langsung fokus ke monitor. Telinga sudah ditutup menggunakan headphone.
Sebelum membuka game, Gerald melakukan sebuah diskusi melalui aplikasi yang tidak beredar di kalangan masyarakat. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengakses.
Gerald nampak menelepon seseorang dari aplikasi tersebut. “Kau sudah mengirimkan uang padanya?” Suara pertanyaan yang terlontar dari bibir itu terdengar tegas dan menunjukkan sedang serius.
“Belum, Tuan.” Begitulah yang didengar telinga Gerald dari seseorang.
“Tolong segera kau kirim uang bulanan untuk Cathleen! Ini sudah waktunya!” titah Gerald.
“Baik, setelah ini langsung saya transfer ke nomor rekening Nona Evanthe Cathleen Pattinson.”
“Good. Setelah ini kau kerjakan lagi tugasmu.” Gerald langsung memutuskan panggilan tersebut secara sepihak.
Pria itu nampak fokus melakukan diskusi melalui chat di aplikasi yang sangat misterius karena hanya segelintir orang yang tahu dan bisa mengakses.
Sejak awal menikah, Gerald memang selalu memberikan uang bulanan pada Cathleen. Namun, dia tidak menggunakan rekening sendiri, melainkan meminta bantuan pada orang lain.
Gerald tahu kewajiban sebagai seorang suami, memberikan nafkah. Walaupun tak ada cinta, tapi dia tetap bertanggung jawab atas kebutuhan Cathleen.
Gerald tidak peduli kalau orang lain menganggapnya pengangguran, beban keluarga, ataupun penilaian buruk lain. Setidaknya, dia tidak melupakan untuk memenuhi kebutuhan istri.
Bahkan, nominal yang dikirimkan oleh Gerald setiap bulan adalah lima puluh persen dari pendapatannya setiap bulan.
Sampai pukul satu dini hari, Gerald baru selesai memainkan game yang baru diluncurkan tadi pagi. Apa pun jenis permainannya, dia selalu bisa memainkan tanpa bantuan atau instruksi dari orang lain. Terlihat sekali kalau sudah profesional gamers.
__ADS_1
Semenjak berniat membuka hati untuk Cathleen, Gerald sedikit demi sedikit merubah jam tidur. Kalau biasanya bisa sampai pukul lima atau bahkan tak tidur sama sekali hanya demi bermain game, kini ia menargetkan maksimal pukul dua dini hari sudah menyusul ke kamar sebelah.
Setelah mematikan komputer, Gerald segera meninggalkan ruang game. Dia langsung masuk ke dalam kamar.
Seperti biasa, pemandangan yang pertama kali dilihat adalah sang istri tengah terlelap.
Karena tak ingin mengganggu tidur Cathleen, Gerald pelan-pelan merebahkan tubuh di samping sang istri.
“Engh ....” Cathleen merasa ada seseorang yang bergabung di ranjangnya. Ia memutar tubuh hingga menghadap ke arah Gerald. “Sudah bermain gamenya?”
“Hm, katamu jangan terlalu lama bermain.” Gerald memposisikan tangan supaya bisa digunakan untuk bantalan Cathleen.
Kalau pelukan pertama mereka dilakukan secara tak sadar, kali ini memang sudah sengaja dan setiap hari dilakukan.
“Lanjut saja tidurnya, maaf mengganggu.” Gerald melabuhkan sebuah kecupan di kening Cathleen. Barulah ia ikut terlelap.
Begitulah kegiatan pengantin yang sedang berusaha mendekatkan diri satu sama lain. Jangan diharapkan ada malam pertama. Sebab, Gerald ingin menumbuhkan cinta terlebih dahulu.
Tidur dengan saling memeluk selalu membuat dua manusia itu bangun lebih siang karena terlalu nyaman. Kalau Gerald tak masalah bangun pukul berapa saja, lain hal dengan Cathleen yang harus bersiap ke kantor.
Kegiatan pertama yang dilakukan oleh Cathleen setelah bangun tidur adalah mengecek ponsel. Dia selalu memastikan apakah ada notifikasi, pesan, ataupun panggilan penting yang terlewat.
Dan mata Cathleen memicing saat membaca notifikasi dari bank tempatnya menyimpan uang. “Ada yang mengirim uang lagi?”
...*****...
...Oalah Gege, aneh amat jadi manusia. Orang mah dimana-mana pengen keliatan baik di mata orang lain sampe ada yang bermuka dua. Lah kamu kok malah bodo amat dinilai jelek sama orang. Aneh lu! Dah ketularan sama si Keket maroket....
...*****...
...Guys, aku mau promosi salah satu web series yang diadaptasi dari novel aku berjudul Hidden Rich Man. Tayang di aplikasi genflix. Udah tamat kok, jadi bisa langsung maraton...
__ADS_1
...Simak dan baca gambar di bawah ini ya bestie buat cara nontonnya. Selama 2 tahun bisa kalian tonton terus di genflix kok....
__ADS_1
Mudah dan murah kan buat nonton web seriesnya? Udah paham sama caranya? Yuk bantu dukung web series Hidden Rich Man dengan cara nonton melalui aplikasi genflix. Makasih semua yang udah mau selalu dukung aku.
Jangan lupa di unreg ya kalau mau berhenti langganan, biar gak kepotong terus pulsanya. Cara unreg bisa cari di google dengan kata kunci “cara unreg langganan genflix pada kartu ......” disesuaiin profider kalian apa.