
Gerald hanya kembali ke ruang games untuk mengambil nampan berisi alat makan kotor yang belum dikembalikan oleh Cathleen. Dia turun ke lantai satu untuk meletakkan itu ke dapur supaya dibersihkan oleh palayan. Suasana di mansion Dominique sudah sepi, pastilah semua orang telah istirahat di kamar masing-masing.
Gerald ingin kembali lagi ke kamarnya, tapi teringat kalau hanya ada satu ranjang dan sudah ditempati oleh Cathleen. Di sana juga tak ada sofa. Sehingga kaki pun berhenti di depan kamar kembarannya.
Pria itu tahu kalau Geraldine jarang mengunci pintu ketika tidur, dia pun main menyelonong masuk saja dan mendapati kembarannya sedang menarik selimut seperti hendak tidur.
“Ada apa kau ke sini?” tanya Geraldine dengan wajahnya yang terlihat ketus.
Sedangkan Gerald, dia nampak santai saja saat tubuh segera mengambil posisi rebahan di sisi ranjang yang kosong. “Aku tidur denganmu.”
“What?” pekik Geraldine. Dia membalikkan tubuh dan memelototi kembarannya. “Kau punya kamar sendiri, untuk apa tidur denganku?”
__ADS_1
“Kamarku dipakai Cathleen,” jawab Gerald sangat santai. Dia sudah menyilangkan tangan di balik kepala sebagai bantalan.
Kepala Geraldine sampai bergeleng, kembarannya itu terlalu aneh sekaligus menyebalkan. “Cathleen adalah istrimu, wajar saja kalau kalian berbagi ranjang! Dasar orang aneh, ada wanita cantik dan sabar ada di sisimu, justru kau tinggalkan.” Dia menggerutu, kesal sekali dengan Gerald yang masih belum berubah untuk membuka hati padahal sudah tiga bulan lebih usia pernikahan.
“Kau tahu tidurku banyak gerak, aku tak mau kalau sampai tidak sengaja menyentuhnya ketika tidur.” Gerald masih bisa berbicara walaupun mata sudah terpejam.
Tapi, Geraldine tidak mau memberikan tumpangan tidur pada pria berhati dingin walaupun tak sedingin yang orang pikirkan. “Tidur dengan istrimu! Sudah memiliki kamar sendiri-sendiri masih saja menumpang!” Dia mendorong paksa tubuh kembarannya sampai Gerald terjatuh karena sedang tak siap mendapatkan serangan.
Brug!
“I don’t care! Tidur dengan istrimu sebelum dia kabur dibawa pria lain! Nanti kau menyesal dan merasa kehilangan sudah menyia-nyiakan orang sesabar Cathleen,” omel Geraldine.
__ADS_1
Gerald mengacungkan jari tengah seraya mengayunkan kaki menuju pintu. Dan Geraldine juga melakukan hal sama.
Dengan terpaksa, Gerald pun tidur di kamarnya. Dia tidak mandi terlebih dahulu karena tubuhnya tidak terasa lengket sedikit pun. Bahkan pria itu tidak berganti pakaian terlebih dahulu. Sungguh tidak mencerminkan seorang keturunan keluarga kaya.
Gerald merebahkan tubuh di ranjang paling ujung. Dia tidak tidur di ruang tamu atau sofa yang ada di mansion itu, sebab Gerald tidak suka tidur di luar kamar yang bisa dilihat oleh banyak orang.
Gerald tidak menyelimuti tubuh karena enggan berbagi dengan sang istri. Dia meringkuk saja karena AC sentral mansion Dominique sangatlah dingin.
Seperti apa yang diucapkan Gerald pada Geraldine, pria itu memang banyak gerak saat tidur. Dalam posisi terlelap, Gerald tak sadar kalau tangan menarik selimut supaya hangat. Bahkan dia tak tahu kalau tangan kekar itu telah melingkar di perut Cathleen, begitu juga dengan kaki yang berada di atas paha mulus sang istri.
Walaupun Cathleen dan Gerald tidak sadar karena keduanya asyik menyelami alam mimpi, tapi akhirnya sepasang pengantin baru itu semakin nyenyak tidur dengan posisi saling berpelukan.
__ADS_1
...*****...
...Cieeee pelukan, salju abadi bisa ngerasain dingin juga ternyata...