
Cathleen menatap Gerald dan kedua bayinya yang asyik sekali diajak mengobrol. Padahal pria itu hanya mengoceh tak jelas, tapi Faydor dan Galtero terus tersenyum seraya menggerakkan tangan dan kaki seolah sedang merespon Daddy yang begitu menggoda meskipun mandi hanya satu hari sekali.
“Ku rasa kalau seperti ini terus, aku bisa langsung bekerja. Mereka pasti luluh denganmu, dan kau juga jarang ke perusahaan. Jadi, daripada aku hanya dibutuhkan ketika menyusui, lebih baik ku tinggal ke kantor saja. Bagaimana, boys, kalian setuju?” ucap Cathleen mencoba ikut berbincang dengan ketiga pria yang sangat ia sayang dan cinta.
Gerald langsung membekap mulut Cathleen dengan kecupan supaya tidak berbicara seperti itu lagi. “Sudah ku katakan jangan bekerja sebelum Gretta diamankan. Aku tak ingin mengambil risiko kalau sampai kehilanganmu.”
Bukannya takut karena Gerald nampak marah, Cathleen justru terkikik. Mendaratkan dagu di pundak sang pria dan menatap penuh cinta. “Setelah menjadi Daddy, kau sekarang protektif sekali. Sama seperti mantanku yang dahulu,” ejeknya diiringi menarik hidung mancung Gerald.
“Kau menyamakan aku dengan Edbert?” Gerald mengunci tubuh Cathleen dengan memeluk wanita itu. “Berbeda, dia mengurungmu sampai tak bisa beraktivitas di luar, sedangkan aku—”
Cathleen sudah memotong ketika Gerald belum selesai berbicara. “Kau juga mengurungku di mansion dan tak bisa beraktivitas di luar. Jadi, kalian berdua sama saja.” Ia menjulurkan lidah sebagai ejekan.
__ADS_1
“Aku tidak mau disamakan.” Gerald mendekatkan wajah dengan mata yang tajam. “Boys, Daddy ingin menghukum Mommymu karena mengatakan kalau aku sama seperti Uncle kalian yang namanya sulit ku ingat, apa kalian mengizinkan?” Dia sedang membangun komunikasi di keluarga kecilnya meskipun belum secara resmi tercatat di negara sebagai suami istri.
“Mereka belum bisa menjawab, kau itu ada-ada saja.” Cathleen mencubit perut Gerald yang jaraknya begitu dekat di depannya dan sama-sama sedang duduk di atas ranjang.
“Ku anggap diamnya mereka adalah boleh.” Gerald menyeringai, menempatkan tangan kanan untuk menekan kepala sang wanita supaya tak menghindar ketika ia mendekatkan bibir. “Bibirmu butuh diberi tahu kalau aku dan Edbert berbeda.” Sedetik kemudian, mereka sudah saling menyatu, bukan tubuh, namun hanya sebatas lidah yang beradu.
“Oek ....”
Cathleen justru terkekeh melihat reaksi Gerald yang kesal dengan anak sendiri. “Diamkan dulu anakmu, mana mau mereka denganku kalau sudah menangis seperti itu.” Ia menepuk pundak sang pria supaya meluluhkan Faydor dan Galtero yang tengah melakukan paduan suara. Sementara dirinya merebahkan tubuh di samping anak kedua, sampai bisa melihat wajah Daddy dari anak-anaknya dari bawah.
“Selamat menjadi babysitter, Sayang.” Cathleen mengerlingkan sebelah mata. Mereka memang tak memakai pengasuh karena takut saja kalau bisa lalai dalam menjaga, apa lagi saat ini masih ada ancaman seorang Gretta yang belum menunjukkan batang hidung.
__ADS_1
Gerald menggelengkan kepala melihat dua anaknya dan Cathleen yang sedang berbaring bersama. “Bagaimana kalau Daddy peluk kalian semua? Pasti langsung diam.”
Daripada menggendong dua-duanya, dan sudah pasti tak bisa, Gerald memilih untuk merebahkan tubuh di samping Faydor. Memposisikan diri untuk miring ke arah Cathleen dan mengulurkan tangan yang panjang sampai bisa menyentuh pinggul sang wanita. “Andai setiap hari kita tidur berempat, pasti seru sekali.”
“Apa orang tuaku belum memberikan izin untuk menikah sampai sekarang?” Cathleen memiringkan posisi tubuh dan ikut mengulurkan tangan, tapi hanya sampai ke anak yang di samping Gerald.
“Belum, tapi akan ku cari cara supaya segera memberi izin.”
...*****...
...Info pelakor yang sukses merusak rumah tangga orang dong. Masa iya aku harus berguru sama Camilla dulu nih biar sukses misahin itu pasangan sejoli. Kan dia berhasil merebut King Charles dari Lady Diana...
__ADS_1
...Wey, aku gak marah bestie, di episode sebelumnya tuh aku lagi julid. Masa author julid di julidin, ya julidin balik lah wkwkwk. Canda bestie......