Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 49


__ADS_3

“Kalau memang Chloe telah tiada dan jasadnya dimakan oleh ikan, setidaknya aku menemukan kerangka atau pakaiannya di dasar laut,” balas Gerald. Dia berbeda dari Tuan Eleanor yang sudah pasrah akan takdir dari Tuhan. Gerald masih saja berdiri tegak di atas keyakinan hatinya sendiri.


Tuan Eleanor hanya bisa mengulas senyum. Ia menepuk pundak Gerald dan memberikan nasihat. “Jangan membuang Waktumu, Gerald. Kau masih muda, carilah wanita lain yang bisa menggantikan sosok Chloe di hatimu. Ini sudah tiga tahun, jangan mengharapkan orang yang hilang di atas laut bisa kembali hidup setelah kurun waktu selama itu.”


Mimik Gerald saat itu juga langsung berubah tidak senang. “Aku permisi pulang, dan sebisa mungkin akan ku cari pertanda kalau Chloe sudah meninggal, saat itulah aku akan mencari wanita lain. Selama ada harapan atau kemungkinan kekasihku hidup, aku tak akan membuka hati untuk siapapun.” Gerald sedikit menundukkan kepala untuk berpamitan.


Pria berusia dua puluh tujuh tahun itu meninggalkan mansion Eleanor dan segera melajukan kendaraan secepat mungkin. Jalanan sangat sepi karena ini pukul dua dini hari. Orang-orang pasti masih istirahat.


Gerald tidak pergi kemanapun. Ia langsung pulang ke apartemen. Tentu ingin bermain game untuk menghilangkan rasa gundah gulana dan segala keresahan akibat harapan bisa menemukan sang kekasih yang tak kunjung tercapai.

__ADS_1


Segera masuk ke dalam tempat tinggalnya, Gerald berhenti di dekat dapur saat tak sengaja melihat Cathleen tertidur di ruang makan.


Helaan napas kasar keluar dari bibir Gerald. “Menyusahkan sekali wanita ini. Tidur sembarangan, sedangkan sudah ku sediakan kamar untuk istirahat.” Jelas Gerald menggerutu. Badannya lelah, tapi masih harus memindahkan Cathleen ke kamar karena perjanjian sialan yang dia lontarkan terus terngiang, yaitu menjaga wanita itu. Tidur dengan posisi seperti Cathleen pastilah membuat badan tak nyaman, maka tak mungkin juga ia membiarkan istri sementaranya terlelap seperti itu.


Saat membopong tubuh Cathleen untuk kedua kalinya, ia melihat ada makanan di atas meja. Bibir Gerald tak mengeluarkan suara apa pun. Ia cukup melihat ke wajah wanita yang terlihat mengerutkan kening saat terpejam.


Gerald tidak mau berpikiran apa pun, ia cukup melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Dan tetap membentengi hati. Pria itu tidak meninggalkan sebuah kecupan layaknya pasangan suami istri. Gerald hanya menyelimuti Cathleen dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tak lupa Gerald mengambil makanan yang sudah disiapkan oleh Cathleen untuk dirinya. Janji untuk menghargai wanita itu setelah menjadi istrinya selalu saja berputar di kepalanya.

__ADS_1


Seperti biasa, Gerald pasti menyempatkan untuk bermain game setelah pulang, walaupun sudah dini hari. Begitulah caranya melupakan permasalahan hidup untuk sesaat.


Sembari menunggu monitor hidup, Gerald makan spaghetti yang sudah dingin itu. Tidak ada protesan yang keluar dari bibir. Walaupun sudah tak terlalu enak, tetap saja dimakan oleh pria itu.


Gerald adalah orang yang selalu berusaha menepati janjinya. Tapi juga bisa mengingkari saat dibohongi atau kepercayaannya dikecewakan.


Hubungan Gerald dan Cathleen terus berjalan seperti itu. Tidak ada kehangatan layaknya pasangan suami istri atau keluarga kecil sederhana. Tempat tinggal tersebut juga selalu sunyi.


...*****...

__ADS_1


...Kan udah aku bilang Cath, enakan hidup sama Edbert. Gerald itu salju abadi di Antartika, cairnya lama. Ya selamat menikmati nasib dari pilihan hidupmu. Aku gak tanggung jawab kalo kamu gak bahagia...


__ADS_2