Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 75


__ADS_3

Cathleen yang sedang sarapan sendiri pun sampai membulatkan mata kala menangkap sosok gagah dan tampan sang suami. Dia tentu saja kaget dengan penampilan Gerald yang sudah rapi dan sepertinya juga mandi di pagi hari.


“Kau mau pergi?” tanya Cathleen.


“Iya.” Gerald hanya menjawab singkat seraya menutup pintu kamarnya.


“Makan dulu, aku sudah membelikan untukmu,” pinta Cathleen dengan menunjuk piring yang selalu dia siapkan di meja depannya.


Gerald tidak menanggapi sedikit pun. Dia langsung duduk saja di depan Cathleen. Dengan santai, tangannya mulai memasukkan makanan ke dalam mulut.


“Kau mau pergi ke mana? Tumben sekali sampai membuatmu bangun pagi.” Cathleen yang sangat penasaran pun mengajukan pertanyaan.


“Mencari Chloe.” Gerald menjawab dengan jujur. Bahkan dia terkesan santai saat memberi tahu pada istrinya kalau akan mencari wanita lain.


Deg!

__ADS_1


Dada Cathleen rasanya seperti mencelos untuk sesaat. Ia menunduk dan mengulas senyum getir. ‘Kenapa hatiku terasa sakit? Padahal sudah tahu kalau Gerald masih mengharapkan Chloe ditemukan dalam kondisi hidup.’ Ia bergumam dalam hati. Percikan cinta yang sudah tumbuh dalam diri Cathleen itu membuat dia menginginkan bisa dibalas perasaannya, walaupun kemungkinan sangat kecil.


Gerald menandaskan sarapan dengan cepat dan tanpa suara. Bahkan dia tak bertanya kenapa Cathleen tiba-tiba tak banyak bicara seperti biasanya.


“Aku tak akan pulang. Jadi, kau jangan menungguku seperti bisanya, karena tak akan ada yang memindahkanmu.” Sebelum pergi, dia berpamitan terlebih dahulu supaya Cathleen tidak membuang waktu sampai tidur sembarangan.


“Berapa lama kau keluar?”


“Tidak pasti, mungkin bisa sampai satu bulan.”


“Ya, aku akan mencarinya sampai menemukan titik terang.” Gerald segera berdiri dan menatap Cathleen. Keduanya saling beradu pandang. “Tolong kau jangan sakit selama aku pergi, tidak ada yang merawat atau mengantarmu periksa. Jadi, jaga kesehatanmu.”


Setelah meninggalkan nasihat, Gerald mengayunkan kaki begitu saja. Dia tidak memberikan kecupan atau sentuhan apa pun pada Cathleen sebagai salam perpisahan.


Cathleen hanya bisa menatap nanar punggung Gerald yang mulai menjauh. Awalnya memang untuk menghindari Edbert, tapi kini ia menginginkan lebih dan layaknya suami istri pada umumnya.

__ADS_1


“Bolehkah aku berdoa agar Chloe ditemukan dalam kondisi tak sesuai harapan suamiku?” Cathleen bergumam seorang diri setelah Gerald sudah meninggalkan apartemen. Ia menyentuh dada yang terasa masih berdesir karena takut kehilangan perhatian dari sang suami.


“Apakah aku jahat kalau berdoa seperti itu?” Cathleen meneteskan air mata. Dia sudah nyaman tinggal bersama Gerald, mendapatkan perhatian dari pria dingin itu.


Berharap, hanya itu yang bisa Cathleen lakukan. Tidak ada satu orang pun yang mampu merubah Gerald. Dia yakin kalau suaminya bisa menjadi pria idaman seperti yang diharapkan ketika mulai membuka hati. Sekarang belum waktunya saja.


Tapi, Cathleen tidak berhenti untuk berusaha dan akan bertahan di sisi Gerald sampai batas waktu yang dia sendiri tak tahu kapan berakhir. Entah hingga Chloe kembali dalam kondisi hidup, atau dia yang mulai lelah berjuang.


Cathleen pun berangkat ke kantor dengan pikiran yang terus dihantui oleh Chloe. Dia takut kalau wanita itu kembali dalam kondisi hidup dan harus membuatnya bercerai.


Sedangkan Gerald, dia sudah sampai di markas Cosa Nostra seperti perintah Daddynya. Ia kini berdiri di depan Daddy George dan pamannya.


“Kita berangkat sekarang?” tanya Gerald. Dia sangat semangat untuk mencari Chloe. Ini adalah pencarian terakhir yang akan dilakukan, seperti surat perjanjian yang sudah ditanda tangani.


...*****...

__ADS_1


...Doamu jahat banget sih Cing! Emang kamu mau kalo didoain meninggoy?...


__ADS_2