
Terlalu penasaran dengan kesukaan sang suami, Cathleen sampai rela menemani Gerald di dalam ruang games. Padahal di sana tak ada perbincangan apa pun, karena pria berparas dingin itu sangat fokus dengan apa yang ada di dalam monitor.
Cathleen yang tak paham dengan permainan online pun hanya menyimak sampai ngantuk. Dan akhirnya dia tertidur di meja samping Gerald. Cathleen hanya berbantal tangan saja.
Gerald yang menyadari istrinya sudah terlelap pun menghela napas pelan. Dia menyelesaikan permainan yang sebentar lagi selesai dan akhirnya setelah lima menit berlalu, Gerald menang tapi wajahnya tidak menunjukkan ekspresi senang. Memang keturunan Tuan Giorgio satu itu tidak banyak berekspresi.
Pria yang sudah menjadi seorang suami itu melepaskan headphone, tak lupa mematikan komputer. Ia membopong Cathleen seperti biasanya. Kegiatan itu sudah menjadi makanan Gerald setiap hari, selalu menggendong istrinya saat tidur sembarangan. Jika saat awal sekali menikah masih sering menggerutu, kini Gerald justru mulai terbiasa dan merasa seperti sebuah rutinitas yang hampir tidak pernah terlewat karena sering mendapati Cathleen tidur sembarangan.
Gerald memang tidak senang banyak bicara, cukup langsung melakukan dengan sebuah tindakan saja. Dia sungguh cetakan Tuan Giorgio saat muda.
Dengan santai, Gerald berjalan sembari menggendong Cathleen seperti pengantin baru. Dia turun satu lantai untuk ke kamarnya yang ada di mansion Dominique yang tak lain adalah pamannya. Pria itu menggunakan lift, tentu saja karena tak ingin menyusahkan diri dengan menuruni anak tangga. Ada yang mudah, untuk apa bersusah payah. Apa lagi tubuh Cathleen yang kurus itu tetap saja terasa berat.
__ADS_1
Saat keluar dari lift, Gerald berpapasan dengan mertuanya. Ia hanya menatap tanpa mengucapkan sebuah sapaan. Kaki pun tetap terayun melewati Tuan dan Nyonya Pattinson.
Tuan Pattinson yang melihat Cathleen digendong oleh menantunya pun otomatis penasaran. “Ada apa dengan anakku?”
Pertanyaan itu membuat Gerald menghentikan langkah kaki dan berbalik badan untuk menjawab. “Dia tertidur saat menemaniku bermain game.” Tidak ada unsur kebohongan sedikit pun yang dilontarkan.
Nyonya Pattinson mengulas senyum. Kini dia percaya kalau Gerald memang seperti yang diucapkan oleh Cathleen. Menantunya itu tidak seburuk yang dipikirkan. Masih ada sisi tanggung jawab serta perhatian walaupun dibalut dengan sifat dingin. “Bawa istrimu ke kamar, pasti dia sangat lelah,” pintanya sangat lembut.
Sampai detik ini, Gerald masih belum mengguyur tubuh dengan air. Pria itu juga tidak merasa dirinya kotor atau lengket karena keringat. Kegiatannya saja berada di dalam ruangan berac, sehingga tidak membuat kepanasan.
Dengan hati-hati, Gerald merebahkan tubuh Cathleen di atas ranjangnya. Ia tidak bermaksud ingin memandang sosok wanita yang setiap hari membuatnya berbicara lebih banyak dari biasanya, tapi kaus bagian bawah Cathleen tak sengaja tersibak ke atas hingga membuat paha mulus hingga dalaman pun terlihat.
__ADS_1
Seketika itu juga mata Gerald menyorot pada wajah Cathleen dengan tatapan yang sulit diartikan karena terlalu minim ekspresi. “Apa dia tak risi memakai milikku?” gumamnya saat menyadari kalau seluruh kain yang melekat di tubuh wanita yang berstatus sebagai istrinya itu adalah miliknya.
Gerald bukannya tak mengizinkan barangnya dipinjam oleh Cathleen. Tapi wanita itu terkesan aneh di matanya. Chloe saja tidak pernah mau berbagi pakaian dengannya, walaupun dalam kondisi mendesak pun lebih baik beli baru.
Daripada diambil pusing dengan wanita cerewet dan aneh yang kini sudah menjadi istrinya, Gerald pun lebih baik menyelimuti Cathleen saja. Dia melihat jam digital di atas nakas, ternyata sudah jam dua belas malam. Gerald pun kembali ke ruang game lagi.
...*****...
...Mau kabur ya Ge? Biar ga liat yang mulus-mulus? Pasti takut dedek bangun dari hibernasi ya? Hayoooo ngakuuuu. Coba atuh itu dicek, masih bisa tegak apa udah impoten...
...Ini bonus, mantap kan ku bonusin 3 sekaligus. Mumpung lagi baek, biasanya kan aku jahat HAHAHAHA...
__ADS_1