
Tuan dan Nyonya Giorgio serta Geraldine berpamitan pulang terlebih dahulu karena mereka memiliki kesibukan masing-masing juga. Toh tidak ada pesta yang akan digelar untuk merayakan pernikahan Cathleen dan Gerald.
Kini tersisalah sepasang pengantin baru dan tiga anggota keluarga Pattinson.
“Cath, bagaimana bisa kau menikah dengan pria ini secara tiba-tiba?” Kini, Papa Danzel akhirnya ada kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang sejak tadi sudah dipendam.
Cathleen meringis menunjukkan rentetan gigi putih. “Ceritanya panjang, Pa. Intinya, sekarang aku adalah istri Gerald.” Dia tidak mungkin menceritakan kalau ini adalah bagian dari rencananya untuk keluar dari jerat seorang Edbert Grisham.
Pandangan Tuan Pattinson beralih menatap tajam ke arah pria yang sejak tadi hanya berdiri dan diam saja. Dan lebih parah lagi, orang itu berani menatapnya dengan sorot yang sama, seolah tidak takut dengan kemurkaan mertua. “Apa kau mencintai putriku, Cathleen?”
Gerald hanya menjawab dengan kedikan bahu. Seketika itu juga ada pikiran aneh menyelimuti keluarga Pattinson.
__ADS_1
“Apa kalian mengalami sebuah insiden yang mengharuskan menikah?” tebak Mama Gwen.
“Aku mengambil kesucian anak kalian, dan dia meminta pertanggung jawaban dengan cara menikahinya,” jawab Gerald dengan wajah dan suara datar.
Penjelasan itu langsung membuat emosi Papa Danzel meningkat. “Keparat!” Dia hendak melayangkan tinju ke wajah Gerald.
Tapi, tangan Gerald sudah terlebih dahulu menahan kepalan yang hendak menerjang kepalanya. “Jika kau mau menyalahkanku, maka salah orang!” Dia menghempaskan tangan Papa Danzel dengan kasar. “Seharusnya kau mendidik putrimu supaya tak berkeliaran di club malam. Jika sudah kejadian seperti ini, bukan salahku menodai anakmu, karena dia sendiri yang datang ke tempat maksiat!” tukasnya secara tegas.
Enak saja mau menyalahkan atas perbuatan yang bahkan Gerald sendiri tak ingat bagaimana detailnya. Dia tidak menunjukkan rasa hormat pada sang mertua karena memang tak mau. Mereka saja tak menyambut hangat, untuk apa sopan pada keluarga Pattinson.
Seketika itu juga Papa Danzel menghela napas agar amarah yang menyelimuti dirinya perlahan turun. Ia menatap ke arah Cathleen. “Cath, kau bisa mengajukan gugatan cerai jika tak mau hidup dengan pria seperti dia. Ini belum terlambat, Papa hanya ingin kau memiliki suami yang mencintaimu.”
__ADS_1
Kepala Cathleen segera menjawab dengan gelengan. “Aku akan menjalani hidupku dengan Gerald. Apa pun yang akan ku hadapi nanti, biarlah menjadi urusanku. Kalian tidak perlu khawatir, aku pasti akan bahagia.”
Cathleen memeluk sang Papa supaya tidak merisaukan rumah tangganya. Ini memang jalan hidup yang sudah dia rencanakan sendiri. Jadi, untuk apa menyesal menikah dengan pria berhati dingin seperti Gerald.
Tuan dan Nyonya Pattinson hanya bisa memeluk putri mereka diiringi tangis sedih dari orang tua yang takut kalau anaknya tidak bahagia. “Pulanglah ke kami jika suamimu tidak memberimu kenyamanan.”
“Tentu, kalian tetap akan menjadi rumah ternyaman untuk kembali,” jawab Cathleen. Ia juga ikut meneteskan air mata karena merasakan jika orang tuanya sedang bersedih.
Tiga orang itu saling melepas pelukan. Mereka menyeka air mata yang sempat membasahi pipi. Sebelum pergi meninggalkan Badan Kependudukan, Tuan dan Nyonya Pattinson meninggalkan pesan pada Gerald.
“Ku titipkan dan percayakan putriku padamu. Aku yakin kau tumbuh dari keluarga yang bertanggung jawab dan mengasihimu sepenuh hati. Maka, limpahkanlah kasih sayang pada istrimu, sebagaimana kami membesarkannya dengan rasa cinta,” ucap Tuan Pattinson seraya mengulurkan tangan ke hadapan Gerald.
__ADS_1
...*****...
...Eaaa Pak Danzel mumet dah tuh punya mantu macem Gerald. Dia gak kaya Dariush ya Pa, kalo Ayang aku kan orangnya santun, yang ini agak susah diatur. Makanya aku susah move on dari bebeb Dar...