Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 213


__ADS_3

Edbert puas sekali melihat wajah Gerald yang terkejut sekaligus kecewa. Biarlah pria itu sekali-kali merasakan sakit hati. Tapi juga ada tujuan lagi dibalik kenapa dia membiarkan mantan suami Cathleen berpikir kalau anak yang ada di dalam kandungan tersebut adalah darah dagingnya.


“Cath, sepertinya kau harus segera mandi dan bersiap, supirmu sudah menjemput, kasian kalau menunggu terlalu lama,” ucap Edbert.


“Ya, aku masuk dulu, tunggu sebentar.” Cathleen berpamitan dengan Gerald supaya kembali duduk ke sofa.


Sedangkan Gerald, pria itu terus menatap kepergian Cathleen yang dirangkul Edbert hingga masuk ke dalam. “Apa benar itu anaknya?” Rasanya masih tidak percaya dengan kenyataan tersebut. Baru juga berpisah selama dua bulan lebih sedikit, mantan istrinya sudah langsung memiliki anak dengan pria lain saja. “Kalau benar iya, cepat sekali dia melupakan aku.”


Meskipun sedikit kecewa, tapi Gerald tidak pergi dari sana. Dia tetap menunggu Cathleen dan akan mengantarkan wanita itu pergi kemanapun.


Setelah dirasa tubuh mereka tak bisa dilihat oleh Gerald lagi, Cathleen langsung melepaskan rangkulan Edbert. Tak lupa mencubit perut pria itu. “Kau keterlaluan sekali mengerjai dia, membuat Gerald berpikiran kalau ini adalah anakmu.”

__ADS_1


Edbert bukannya mengaduh kesakitan, justru dia tertawa terbahak-bahak. “Biarkan saja, bukankah kau ingin tahu seberapa tulus pria itu mencintaimu? Kalau dia masih memberikan perhatian, bertekad mau mendekatimu setelah ini, berarti Gerald memang menerima kau apa adanya dan dari hati. Jadi, kita lihat saja bagaimana perlakuannya padamu.”


Cathleen menggelengkan kepala, Edbert selalu saja berbuat sesuka hati. Memang benar pria itu sudah berubah tidak tempramen ataupun pengekang, tapi tetap saja masih ada sifat lain yang tak bisa berubah.


“Sudahlah, aku mau mandi, pagi ini ada jadwal cek ke dokter kandungan.” Cathleen segera berpisah dengan Edbert. Dia masuk ke dalam kamar begitu saja.


Selepas membersihkan tubuh, Cathleen keluar lagi dan ingin menemui Gerald. Dia tak yakin kalau mantan suaminya akan bersikap seperti biasa. Tapi sudahlah, kalau memang ingin dijauhi ya diterima saja. Berarti bukan takdir mereka untuk bersama atas nama cinta dan ketulusan.


“Iya, kau pasti takut sekali ditinggalkan Gerald, ‘kan?” Edbert mengacak-acak rambut Cathleen yang sudah rapi dan berlari menjauh sebelum terkena timpukan.


“Ck! Arthur Brylee Caldwell Delano Edbert Fergie Grisham! Kau itu usil sekali.” Cathleen menyebutkan nama panjang pria itu dengan nada kesal.

__ADS_1


Edbert menjulurkan lidah dan menutupi tangga supaya Cathleen tidak turun lewat sana. “Pakai lift saja, nanti kau lelah.”


“Sepertinya kau perlu untuk mulai mencari wanita, Ed, supaya tak memperhatikan janda yang sedang hamil terus,” ucap Cathleen seraya mengusap lengan Edbert. Dia tak jadi menuruni anak tangga, beralih menuju lift.


“Aku akan mencari pasangan setelah memastikan kalau kau bahagia, dijaga, dan berada ditangan pria yang tepat. Maka sata itu juga aku akan pergi dari kehidupanmu,” jelas Edbert. Dia memencetkan tombol lift.


Edbert dan Cathleen kembali ke ruang tamu. Dia melihat kalau Gerald terus saja terfokus pada perut wanita yang sedang berjalan di sampingnya.


“Hari ini Cathleen ada jadwal kontrol ke dokter kandungan. Aku sedang sibuk dan tak memiliki waktu. Maukah kau menemaninya untuk ke rumah sakit? Tapi kalau tak mau pun tidak masalah, lebih baik aku mendapatkan kerugian uang daripada wanitaku mengecek kondisi janin sendirian.” Edbert bertanya pada Gerald.


...*****...

__ADS_1


...Tikung aja Ed kalo si Gege gamau. Udah gak jaman pelakor soalnya, pebinor semakin di depan kek yamaha...


__ADS_2