Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 43


__ADS_3

Alceena tak bisa membantu lagi jika Cathleen sudah memutuskan menikah dengan Gerald. Ia tahu betul siapa pria yang kini menjadi suami kembarannya tersebut. Bahkan keluarga Giorgio serta saudara suaminya saja tidak bisa mengendalikan pria berhati dingin itu.


Orang yang sangat sulit disentuh hatinya dan cenderung senang menyendiri. Begitulah Alceena mengenal sosok Gerald Gabriel Giorgio. Sebagai saudari kembar yang sejak di rahim sampai besar selalu bersama, ia hanya bisa mendoakan kebahagiaan Cathleen.


Alceena pun berpamitan pulang, dia harus melanjutkan merawat anak-anaknya yang ditinggal dengan babysitter. Walaupun hati sesungguhnya resah dengan rumah tangga Cathleen.


Dan kini Cathleen di ruang kerja seorang diri. Setelah kedatangan Alceena, ia mendadak merasakan sebuah ketakutan yang menyelimuti hati. “Apakah jalan yang ku pilih benar? Hidup bebas seperti ini, tapi dengan suami yang acuh?” gumamnya. Walaupun itu sudah terlambat untuk dipertimbangkan. Semua sudah terjadi, dan Cathleen justru melepas pria yang sangat mencintainya, lalu berurusan dengan orang yang masih mencintai wanita lain.


Terkadang manusia kurang mensyukuri apa yang sudah diberikan dan digariskan oleh takdir. Melawan apa yang seharusnya sudah menjadi miliknya demi kesenangan pribadi. Padahal, belum tentu pilihannya lebih baik daripada yang sebelumnya. Bisa saja yang dilalui saat ini adalah jalan menuju jurang, bukan puncak yang menggambarkan pemandangan indah. Antara akan hidup bahagia atau semakin tertekan batinnya, dua kemungkinan itu lambat laun pasti akan dirasakan oleh Cathleen.

__ADS_1


“Semangat Cathleen, kita hancurkan dinding pertahanan Gerald.” Wanita itu mengepalkan tangan, ia tidak boleh menyerah dan kalah begitu saja. Setidaknya suaminya saat ini jauh dari sifat-sifat yang dimiliki Edbert. “Aku akan memberikan perhatian yang banyak pada Gerald, siapa tahu dia akan luluh juga.”


Daripada merisaukan dan menyesali semua keputusan yang sudah terjadi, Cathleen lebih baik berusaha sekeras mungkin agar bisa mencairkan Gerald, membantu pria itu melupakan Chloe yang diyakini oleh teman seangkatannya kalau sudah meninggal. Meskipun Gerald selalu menampik seluruh informasi tersebut karena belum melihat jasat Chloe secara langsung.


...........


Hari mulai siang, jam istirahat untuk para pekerja kantoran pun tiba. Tapi lain hal dengan seorang pria yang baru saja bangun dari tidur. Gerald, orang itu adalah dia.


Setelah membuka mata lebar-lebar, Gerald menyibakkan selimut. Ia berdiri dan menarik tangan ke atas seraya menggerakkan badan ke kanan atau kiri untuk peregangan otot.

__ADS_1


Pria itu mengayunkan kaki menuju dapur untuk mengambil minum. Ia sangat haus.


Setelah menandaskan air mineral tersebut, Gerald membasahi wajah dengan air yang mengalir dari kran. Ia jarang mandi setelah bangun, kehidupannya bukan seperti orang kantoran pada umumnya.


Seperti biasa, ia juga jarang makan, mungkin bisa satu hari hanya sekali. Baginya, minum saja sudah cukup untuk mengganjal perut.


Gerald mengayunkan kaki hendak menuju ke ruangan khusus untuk bermain game. Ya begitulah kebiasaan pria yang kini berstatus sebagai suami Cathleen, bangun sudah siang bukannya bekerja tapi justru bermain game.


Tapi, saat Gerald melewati meja makan, matanya tidak sengaja melihat ada makanan di atas piring.

__ADS_1


...*****...


...Gausah dimakan Ge, itu gak enak, nanti kamu sakit perut makan masakan si Keket...


__ADS_2