
Tunggu! Sebelum Gerald ingin tahu tentang perut Cathleen yang terlihat buncit saat penggunakan pakaian ketat, ada yang lebih membuatnya penasaran lagi yaitu Edbert. Bagaimana bisa kuman satu itu sudah berada di mansion Pattinson? Padahal ia merasa datang ke sana sangat pagi sekali, tapi ada yang lebih mendahuluinya. Namun, dia tidak melihat ada kendaraan lain terparkir di depan bangunan utama.
Melihat bagaimana Edbert dan Cathleen nampak sangat dekat. Pagi-pagi keduanya sudah memakai pakaian olahraga, menginjakkan kaki di sana bersamaan. Apa lagi mantan istri Gerald itu tidak menolak sedikit pun saat berdekatan dengan pria yang dia anggap sebagai kuman karena terus menempel dengan wanita yang dia cintai. Jangan-jangan ...
“Apa kau juga tinggal di mansion ini?” tanya Gerald ingin memastikan. Kedua sorot matanya tidak pernah lepas dari cara Edbert menyentuh dan memperlakukan Cathleen.
“Yaps, benar sekali,” jawab Edbert seraya merangkul Cathleen. Dia sengaja ingin menunjukkan kedekatan tersebut. Biarlah Gerald tahu bagaimana rasanya sakit hati.
Gerald tidak langsung percaya begitu saja, dia mengalihkan pandangan ke Tuan Pattinson untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. “Apakah yang dia katakan jujur?”
Papa Danzel mengangguk. “Ya, sudah lama Edbert tinggal bersamaku.”
__ADS_1
Gerald sampai membulatkan mata karena terkejut dengan kenyataan itu. Hatinya berdebar seakan tidak terima kalau Cathleen tinggal satu atap bersama pria lain. Tapi, bisa apa dia? Melarang? Mana mungkin, sudah tidak ada hak. Jadi, ia hanya kembali mengarahkan pandangan ke Cathleen yang berperut buncit walaupun tidak terlalu besar.
“Kau dan kuman ini tinggal satu kamar?” Gerald mencoba untuk berpikiran positif, bisa saja Edbert hanya mengontrak di mansion itu.
“Yang pasti aku lebih dekat dengan Cathleen daripada kau.” Edbert tidak menjawab dengan membenarkan, hanya melontarkan jawaban ambigu tapi terkesan kalau hubungan mereka lebih dari sekedar rekan kerja.
Cathleen sejak tadi hanya diam saja. Dia membiarkan Gerald berspekulasi sendiri. Ingin tahu apakah pria itu bisa berpikiran kalau anak yang dikandung adalah hasil hubungan mereka atau justru sebaliknya. Sejak tadi bola mata tertuju pada wajah mantan suami yang terlihat terkejut dan tak percaya.
“Ya.” Cathleen mengangguk seraya tersenyum. Ini adalah pertama kali perutnya disentuh oleh Gerald. Rasanya sangat nyaman sekali.
“Anak siapa?” tanya Gerald seraya menarik tangannya.
__ADS_1
“Menurutmu anak siapa yang dia kandung?” Bukan Cathleen yang menjawab, tapi Edbert. Pria itu sengaja merengkuh pinggang mantan kekasihnya dan mengusap perut buncit yang tengah dipertanyakan oleh Gerald.
Dengan wajah datar nan dingin, Gerald menaikkan sebelah alis. “Anakmu?” tebaknya.
Cathleen kembali tersenyum lembut. Andai Gerald langsung mengatakan itu adalah anaknya, sudah pasti akan dibenarkan. Tapi mantan suaminya justru beranggapan yang lain.
“Anak ini bisa menjadi apa pun yang kau pikirkan. Kalau kau berpikir ini adalah anakku, berarti aku adalah Daddynya,” jawab Edbert. Dia sengaja tersenyum mengejek ke arah Gerald. Bodoh sekali pria itu.
Papa Danzel tahu kalau anak yang dikandung oleh putrinya adalah milik Gerald. Tapi ia sengaja diam saja, pasti ada alasan kenapa Edbert dan Cathleen tidak memberitahukan pada mantan menantunya.
...*****...
__ADS_1
...Hamil anak kucing dia, jablay soalnya wkwkwk...