
Jantung Gerald terasa berdenyut saat Cathleen mengembalikan kata-kata yang sempat ia lontarkan untuk wanita itu. Pasti perkataannya sudah sangat melukai hati sampai membuat wanitanya bersikeras untuk mengakhiri hubungan. Tapi dirinya tetap berusaha ingin mempertahankan.
“Maaf jika aku melukai hatimu karena perkataan semalam, maksudku hanya ingin kau memahami—” Gerald tidak berhasil menyelesaikan ucapannya karena Cathleen sudah memotong.
Tangan Cathleen mengusap lengan Gerald dengan lembut, tak lupa disertai senyuman. “Selesaikan terlebih dahulu urusan dengan masa lalumu, tidak perlu memikirkan apa yang aku rasakan. Kalau aku tetap bertahan denganmu, sekalipun kau bisa membagi waktu untukku dan Chloe, tapi aku adalah manusia yang pasti memiliki sifat egois dan serakah. Suatu saat aku tidak ingin perhatianmu terbagi untuk wanita lain, sementara kau sangat merasa bersalah dengan kekasihmu.”
Cathleen menggenggam tangan kekar Gerald dan memberi tepukan di permukaan kulit. “Jaga Chloe baik-baik, jangan sampai kau menyesal dan merasa bersalah untuk kedua kalinya.”
Gerald menatap dengan sorot yang tidak bisa terbaca. “Berikan dokumen yang ku tanda tangani semalam.” Ia menengadahkan tangannya. Kalau diminta secara baik-baik tak membuat Cathleen mengurungkan niat, maka ia yang akan mencegah sebelum terlambat.
“Maaf, sudah dibawa pengacaraku untuk diproses ke pengadilan,” jelas Cathleen.
“Siapa nama pengacaramu? Akan ku batalkan perceraian kita.”
Cathleen menggelengkan kepala, tidak mau memberi tahu. “Yang jelas, dia adalah manusia.” Dirasa sudah cukup dan tidak mau hatinya goyah, ia menepuk lengan Gerald sebagai penutup. “Aku masuk dulu,” pamitnya.
__ADS_1
Gerald hanya bisa menatap punggung Cathleen yang mulai menjauh. Percuma juga ia menerobos masuk menyusul ke dalam kalau istrinya tidak goyah sedikit pun. Lagi pula perceraian diurus oleh utusan.
“Aku harus mencari pengacaranya.” Gerald kembali ke dalam mobil. Dia segera menuju ke tempat yang mungkin bisa membantu permasalahannya.
Urusan mencari data-data seperti itu biasanya Gerald meminta pertolongan pada orang Cosa Nostra. Dia mengemudikan mobilnya ke sana. Segera turun untuk menemui siapa saja yang bisa menolong.
“Aku membutuhkan bantuan untuk mencari data,” ucap Gerald pada orang yang berjaga di lobby gedung Cosa Nostra.
“Maaf, Tuan Dominique dan Giorgio sudah memberikan perintah untuk semuanya supaya tidak membantu Anda lagi kalau sedang membutuhkan bantuan,” jawab pria itu dengan suara tegas tanpa keraguan.
Merasa kesal dan tidak terima, Gerald mengeluarkan ponsel untuk menelepon Daddynya supaya mencabut perintah itu. Tanpa pergi dari tempatnya berdiri saat ini, ia berkomunikasi dengan orang tuanya.
“Apa?” tanya Daddy George dengan suara ketusnya.
“Tolong cabut perintah supaya aku bisa menggunakan hak istimewa di Cosa Nostra. Aku sangat membutuhkan sekarang untuk mencari data penting,” pinta Gerald tanpa basa basi.
__ADS_1
“Oh, kau masih butuh kami? Setelah kau perlakukan keluargamu seperti seorang yang hina, sekarang datang memohon bantuan?” Daddy George tidak menyetujui permintaan putranya. Biarkan itu sebagai hukuman karena sudah kurang ajar dengan semuanya.
“Aku sudah memaafkan kalian dan tidak mengungkit lagi masalah itu. Jadi, tolong beri aku hak istimewa lagi di Cosa Nostra.”
“Kau sedang ada masalah?”
“Ya, Cathleen menggugat cerai aku, dan semua diurus oleh pengacaranya. Aku harus mencegah sebelum terlambat. Jadi, aku butuh mencari tahu nama pengacara itu karena istriku tidak mau mengatakan siapa orangnya.”
“Oh.” Daddy George hanya menjawab dengan singkat tanpa kelanjutan lagi.
“Dad? Kau mau membantuku, ‘kan?”
“Tidak, selesaikan saja masalahmu sendiri.”
...*****...
__ADS_1
...Ngabrut, ngakak brutal. Makanya jangan kurang ajar sama keluargamu, kek berasa bisa idup sendiri tanpa bantuan orang aje lu. Mampus dah sukurin...