Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 232


__ADS_3

“Satu minggu sekali?” tanya Gerald memastikan intensitas menjenguk Chloe yang diizinkan oleh mantan atau calon mertuanya.


“Aku sudah mengatakan sewajarnya, apa kurang jelas?”


“Menurutku satu minggu sekali juga wajar. Pendapat orang ‘kan berbeda, maka dari itu ku tanyakan padamu.”


“Sekarang coba ku tanya, apa hubunganmu dengan Chloe?”


“Mantan kekasih.”


“Apakah termasuk anggota keluargamu?”


“Tidak.”


“Berarti dia temanmu?”


“Bisa dikatakan seperti itu.”


“Ketika ada temanmu yang sakit, berapa kali intensitasmu menjenguk?”


“Satu kali selama dia sakit.”


“Jadi, menurutmu apa kata wajar berdasarkan pemikiranku?”

__ADS_1


“Menjenguk Chloe sekali saja selama dia sakit.”


“Nah, pintar kau. Dia bukan anggota keluargamu, maka kau tidak ada kewajiban merawatnya. Kecuali, kalau masih memiliki perasaan dan ingin kembali dengan mantan kekasihmu, silahkan saja jenguk dia sesering mungkin. Tapi, urungkan niatmu untuk tinggal bersama dengan putriku.”


Interaksi keduanya sampai tak ada jeda sedikit pun karena setiap kali Gerald ditanya, pasti langsung dijawab tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Dari situ saja sudah terlihat kalau jujur.


Papa Danzel tidak akan memaksa Gerald untuk meninggalkan wanita bernama Chloe. Dia hanya memberikan pilihan pada mantan menantunya. Kalau pria itu masih berada dalam dua pilihan, ia tak akan rela melepaskan.


“Aku hanya minta ketegasanmu dalam memilih. Mantan kekasihmu atau Cathleen yang sedang mengandung anakmu? Silahkan pikirkan baik-baik,” ucap Papa Danzel saat Gerald tak kunjung memberikan tanggapan.


Gerald menghirup udara sebanyak mungkin, mengeluarkan secara perlahan saat sudah yakin dengan keputusannya. “Aku memilih Cathleen.”


“Kau yakin?”


“Bagus, akhirnya kau pintar juga, kenapa tak dari dulu saja seperti itu.” Papa Danzel akhirnya bisa sedikit bernapas lega mendengar keputusan Gerald.


“Aku akan segera menetapkan tanggal pernikahan lagi,” ucap Gerald. Dia sudah bulat ingin mengajak Cathleen rujuk. Apa lagi sudah diberikan izin dari calon mertua.


“Untuk saat ini aku tidak memperbolehkanmu menikahi Cathleen sebelum orang gila yang terobsesi denganmu itu tertangkap.” Papa Danzel hanya tak mau putrinya dalam bahaya. Naluri orang tua pasti ingin melindungi anak tercinta dari apa pun.


Gerald tak bisa menolak. Dia sepakat saja, setidaknya masih diperbolehkan tinggal dua puluh empat jam di dekat Cathleen. Meskipun harus di mansion Pattinson.


“Apa aku sudah boleh keluar?” tanya Gerald ketika dirasa tak ada yang perlu dibahas.

__ADS_1


“Silahkan.” Papa Danzel menunjuk pintu dan Gerald langsung berdiri saat itu juga.


“Kau boleh pilih kamar mana saja kecuali milik Cathleen,” peringat Papa Danzel sebelum Gerald meninggalkan ruang kerjanya.


Gerald menengok ke belakang. “Jadi, aku tak boleh tidur berdua dengan dia?”


“Ya.”


Napas Gerald menghela kasar. Ingin membantah dan tak setuju juga tidak bisa. Dia cukup menerima keputusan Tuan Pattinson yang menurutnya sangat menyebalkan. ‘Tak apalah, bisa diam-diam menyusup ke kamar Cathleen.’


Baru juga menutup pintu, Gerald sudah dikejutkan dengan sosok Cathleen yang tiba-tiba muncul di hadapannya. “Kau menguping pembicaraan kami?” tanyanya seraya mengacak-acak rambut wanita itu dengan gemas.


“Tadinya berniat seperti itu, tapi suara kalian tidak terdengar sampai keluar,” jawab Cathleen seraya menunjukkan rentetan gigi dan mengangkat tangan dengan huruf v. “Maaf, aku hanya penasaran saja.”


Menggemaskan sekali ibu hamil itu, sampai Gerald tak tahan dan akhirnya mencubit pipi Cathleen. “Aku diizinkan Papamu untuk tinggal, tapi di mansion ini.”


“Lalu, kau mau?”


“Jelas, aku ingin selalu dekat denganmu dan anak-anak kita,” jawab Gerald seraya mengusap perut Cathleen. “Boleh kau tunjukkan toilet terdekat di sini?” tanyanya kemudian. Dia ingin memastikan sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya. Mengecek kondisi sesuatu yang tersimpan di balik celana.


...*****...


...Kalo anumu gaada, coba cek lagi ke atas pohon Ge, siapa tau burungmu malah bikin sarang di sono wkwkwk...

__ADS_1


__ADS_2