
Secara tak disadari, Gerald mulai terbiasa hidup dengan Cathleen yang banyak bicara dan berhasil membuatnya tidak banyak diam lagi. Sebelum memiliki istri, dia hampir tak pernah berbicara dengan orang lain. Bahkan pada keluarga sendiri pun Gerald jarang berkomunikasi karena lebih banyak menghabiskan waktu sendiri. Tapi, ketika hidup bersama istrinya, pria itu mulai mengeluarkan suara meskipun tak banyak.
Mata dengan sorot datar itu saling pandang dengan mata manis Cathleen. Gerald sedang mendalami bagaimana perasaan wanita yang sudah menjadi istrinya selama tiga bulan lebih. Mata tak pernah berbohong, apa lagi Gerald orang yang peka walaupun hatinya beku. “Kau menyukaiku?”
Cathleen mengangguk membenarkan. “Maaf jika aku lancang. Tapi perasaan itu muncul begitu saja tanpa permisi.”
“Apa yang kau sukai dari pria seperti aku? Ketus, acuh, pemalas. Kenapa kau tak kembali pada kekasihmu saja yang sepertinya sangat mencintaimu?” Gerald justru merasa aneh pada Cathleen. Padahal dia sengaja memiliki sifat buruk supaya tak ada satu wanita pun yang menyukainya. Tapi, bagaimana bisa ada orang yang bertahan dengan keburukannya itu.
“Menurutku, kau tidak sepenuhnya acuh, sejujurnya kau itu perhatian. Dan aku sangat kagum dengan kesetiaanmu,” jelas Cathleen. Dia menundukkan kepala, mendadak teringat Edbert yang dahulu memperlakukannya seperti seorang tawanan. “Aku sudah memutuskannya, dia orang yang mudah sekali marah, pengekang, dan aku tidak menyukai sifatnya itu.”
“Setiap orang memiliki sifat buruk, tak ada yang sempurna dan sesuai seperti apa yang kau inginkan. Tapi aku kebalikannya, aku tak memiliki sisi baik. Dan kau masih berpikir akan menyukaiku?”
“Kau berbeda, di mataku, kau tak seburuk yang orang lain pikirkan.”
Baru kali ini ada wanita yang masih bisa bertahan dengan sifat buruk Gerald. Membuat pria itu menjadi menilai Cathleen adalah orang yang aneh. Keluarganya saja tak tahan dengan sikap buruknya. Tapi, keanehan Cathleenlah yang tanpa disadari mulai merubah Gerald dari manusia banyak diam dan sangat tak peduli terhadap orang lain, kini menjadi sedikit banyak bicara dan mulai menunjukkan kepedulian walaupun tidak mencolok. Namun, Gerald tidak menyadari perubahan tersebut.
__ADS_1
“Aku mandi dulu, tubuhku lelah,” ucap Gerald seraya berdiri. Dia memutuskan kontak mata supaya tidak terpesona dengan kesabaran Cathleen. Pria itu tak ingin mengkhianati Chloe, padahal manusia itu tak tahu berada di mana.
Tumben sekali Gerald mandi dua kali dalam satu hari. Itu adalah sebuah fenomena yang langka. Mungkin karena memiliki istri yang aneh, membuatnya tertular juga. Atau bisa jadi pria itu sengaja menghindari Cathleen.
Dahulu, Gerald adalah sosok yang hangat layaknya anggota keluarganya yang lain. Jadi, pastilah pria itu tidak sepenuhnya sulit untuk diruntuhkan dinding pertahanan yang terbalut sebuah sifat dingin.
“Mau aku siapkan pakaian ganti? Aku sudah membawakanmu beberapa,” tawar Cathleen. Mau bagaimanapun sikap Gerald padanya, ia tetap belum menyerah.
“Terserah.” Setelah menjawab, Gerald masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam sana.
Cathleen mengulas senyum karena jawaban suaminya tidak ketus lagi. Dia pun segera mengambil koper yang tadi dibawa saat dirinya dijemput oleh Geraldine dan diajak menaiki sebuah helikopter untuk menuju kapal pesiar yang sudah berada di tengah laut.
Penuh suka cita Cathleen mencari setelan yang cocok. Bahkan dia sampai bingung mana yang bagus untuk dipakai oleh Gerald.
“Semoga saja dia cocok dengan pilihanku,” gumam Cathleen setelah menentukan atasan kaos polos abu-abu dan bawahan celana kain yang panjangnya di atas lutut dengan warna sedikit gelap.
__ADS_1
Cathleen menunggu dengan duduk di ranjang, menatap ke arah pintu kamar mandi. Dan setelah dua puluh menit berlalu, orang yang dinanti pun akhirnya keluar juga dengan tubuh atletis terbalut handuk yang melilit di area pinggang hingga lutut.
...*****...
...Pegangin Ge handuknya, jangan sampe melorot, nanti mata Cathleen melotot liat harta karunmu yang mengkerut wkwkwk...
...*****...
...Yuk baca karya temen aku judulnya Terjerat Hyper Husband oleh author Oniya...
Blurb
"Aku menginginkan seorang Istri yang tidak melarang ketika wanita lain melayaniku." Luke Marit.
__ADS_1
"Aku menginginkan seorang Suami yang tidak merengut kebebasanku." Lolin Baldev.
Bak Pria buaya vs wanita ular, keduanya sama-sama tak menyukai ikatan pernikahan. Apa jadinya bila dua insan beda karekter sama prinsip disatukan dalam pernikahan paksa? Akankah pandangan keduanya berubah? Atau justru semakin parah?