Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 247


__ADS_3

Satu bulan berlalu, Cathleen sudah pulang ke mansion sejak beberapa minggu yang lalu. Dia dan dua jagoan hanya menginap di rumah sakit selama tiga hari.


Sejak membaca surat dari Chloe, Gerald menjadi sangat protektif. Dia tidak pernah membawa Cathleen dan kedua anaknya keluar mansion. Bahkan di dalam tempat tinggal pun selalu waspada.


Cathleen juga tak terlalu banyak protes. Bisa diajak kerjasama untuk mengurangi risiko bertemu Gretta. Jadi, sekarang dia pengangguran. Lebih tepatnya tidak bekerja untuk waktu yang belum ditentukan, sampai keadaan mulai aman. Untung saja masih ada Edbert yang mau membantu menjalankan bisnisnya karena memang satu bidang sama.


Gerald masih tinggal di mansion Pattinson, dia sudah beberapa kali meminta Papa Danzel untuk merestui hubungannya supaya bisa kembali menikah. Tapi, sampai sekarang belum ada kejelasan jawaban. Pria itu masih tetap sabar menanti.


Cathleen begitu kerepotan menghadapi dua anaknya yang menangis bersama. Dia tidak memiliki babysitter, sehingga sebagai ibu baru, pusing juga menangani dan belajar.


“Faydor, Galtero, sudah jangan menangis, ya?” Cathleen sampai tak tahu apa mau anak-anaknya. Keduanya baru saja selesai minum, pasti perut sudah kenyang.


Tidak berhenti menangis, Cathleen justru ikut menangis karena bingung harus melakukan apa untuk membuat mereka tenang.


Gerald buru-buru menghampiri ketika mendengar tangisan tiga orang tersayang dalam hidupnya. Dia membawa piring berisi camilan karena Cathleen menginginkan itu.


“Hei, kenapa kau menangis?” Gerald langsung meletakkan piring itu ke atas meja, dan mendekati Cathleen yang ada di ranjang samping kedua anaknya. Tangan memeluk sang wanita untuk menenangkan.

__ADS_1


“Anak-anak tidak mau diam, jadi aku ikut menangis saja.”


“Coba digendong, Sayang.”


“Tanganku hanya dua, tidak bisa menggendong semuanya. Daripada satu tak mendapat perlakuan sama, maka ku biarkan saja tiduran semua.”


Gerald mengusap lalu mencium puncak kepala Cathleen dengan penuh kasih. Ia memaklumi, memang berat merawat dua anak sekaligus kalau tidak ada yang membantu. “Kita gendong bersama supaya tak ada yang iri.” Mengurai pelukan, dan mengambil Galtero untuk diberikan pada sang wanita.


Namun, bocah mungil itu tetap menangis.


“Maunya bersama Daddy, ya?” Gerald mengambil alih anak keduanya. Dan ternyata baru terdiam sekarang.


Cathleen membawa anak pertama ke dalam dekapan, tapi sama saja, tetap menangis. “Faydor juga mau jadi anak Daddy?” Ia mencoba mendekatkan bayi itu ke Gerald, langsung diam.


Gerald terkekeh bahagia melihat kedua anaknya yang berhenti menangis ketika berada di dekatnya. “Semua mau jadi anak Daddy? Baiklah, sepertinya aku harus membesarkan kedua otot tangan supaya kuat menggendong kalian bersama.”


Gerald ingin mencoba membawa kedua anak itu di kanan dan kiri, siapa tahu bisa. “Bawa sini Faydor.”

__ADS_1


“Tidak, nanti mereka terjatuh. Kau peluk saja anak-anak di ranjang, atau diajak mengobrol. Faydor dan Galtero selalu luluh kalau bersamamu.” Cathleen justru menidurkan lagi anaknya.


Begitu juga dengan Gerald. Pria itu langsung mencium pipi kedua bayi mungil itu secara bergantian. “Faydor dan Galtero mau jadi anak Daddy, ya? Hanya menumpang lahir dan menyusu Mommy? Memang jagoan-jagoanku pintar sekali.” Ia berbicara seraya menggerakkan tangan anak-anaknya.


Dua bayi mungil itu juga tersenyum ketika diajak berkomunikasi. Cathleen menarik kedua sudut bibir saat kebahagiaan yang sangat sederhana menyelimuti mereka.


“Mommy boleh jadi anak Daddy juga?” Cathleen justru memeluk Gerald dari samping dan menyandarkan kepala di bahu kokoh tersebut.


Daddy dua anak yang sedang berbicara dengan Faydor dan Galtero itu langsung menengok ke arah samping. Ia melepaskan untuk berhenti menyentuh tangan bocah mungil tersebut dan beralih merangkul sang wanita. “Kalau kau tidak boleh menjadi anakku, lebih cocok sebagai pasanganku seumur hidup.” Sebuah kecupan di kening sebagai saksi bahwa ucapannya serius.


...*****...


...Kalian itu pada kenapa bilang jijik-jijik sama Gege? La si Keket aja biasa aja loh, menerima dengan lapang dada. Jangan menuntut yang sempurna wey, pasangan kalian juga belom tentu perjaka, bisa aja diperawanin tangan kek Delavar wkwkwk...


...Pada protes katanya mereka yang pertama melakukan dan katanya gak nyambung kalo Chloe hamil. Lah emang Gege sama Cath baru pertama itu kan, sebelomnya kan mereka belom pernah skidipapap, orang yang pertama cuma boongan si kucing. Bukan berarti Gege belom pernah lakuin sama yg lain apa lagi Chloe. Salah artiin lu pada. Sukur lu gantian dijulidin authornya wkwkwk...


...Kalo Gerald belom ngapa-ngapa sama Chloe, buat apa dia sampe mengurung diri? Ya jelas pasti udah ada apa-apalah makanya dia gencer banget nyari. Justru kalo mereka belom melakukan apa-apa itu malah aneh, pacaran lama udah gitu di sono bebas. Dua-duanya mau dan cinta, yaudah cuss coblos...

__ADS_1


__ADS_2