Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 198


__ADS_3

Di parkiran gedung pengadilan negeri Kota Helsinki, Edbert sedang duduk di dalam mobilnya bersama Bene. Wajahnya nampak datar, dia belum bisa senang seutuhnya karena Cathleen belum resmi bercerai.


“Tuan, apakah tidak keterlaluan menyuruh Nona Chloe berpura-pura kejang?” Bene bertanya pada atasannya karena Edbert sudah merekayasa apa yang terjadi pagi ini demi melancarkan perceraian.


“Apa yang kau maksud keterlaluan? Aku hanya ingin melihat kesungguhan Gerald. Mana yang dia prioritaskan, Cathleen atau kekasihnya yang cacat itu. Aku tak menghalangi pria itu datang ke pengadilan, silahkan saja kalau mau ke sini. Jika memang dia bisa mengutamakan Cathleen di atas segalanya, maka akan ku relakan wanitaku untuk dimiliki selamanya. Tapi, kalau tidak, jangan harap bisa mendapatkan Cathleen karena aku tidak pernah rela hidup orang yang sangat ku cintai hanya dijadikan posisi kedua dan tak bahagia.” Edbert menjelaskan begitu lantang. Dia memang ingin perceraian itu lancar, tapi sejujurnya lebih berniat menguji kesungguhan Gerald.


Edbert membuka pintu mobilnya dan segera turun untuk ikut menyaksikan proses persidangan bersama keluarga Pattinson.


Sementara di dalam ruang sidang, Cathleen sudah duduk di tempatnya, ditemani oleh pengacaranya. Beberapa kali ia melihat ke belakang, arah pintu masuk. Ingin memastikan apakah Gerald hadir atau tidak.


“Apa kau sudah memberi tahu suamiku kalau hari ini adalah sidang perceraian kami?” tanya Cathleen pada pengacaranya.


“Sudah, Nona.”


Cathleen menghela napas, dia kembali memusatkan perhatian ke depan. Padahal, ia berniat untuk memberikan kesempatan kedua pada suaminya. Wajahnya berusaha mengulas senyum tanpa ada kesedihan yang terukir. “Sudahlah, aku memang bukan prioritasnya.”


Kepala Cathleen mengangguk saat hakim sudah duduk di depan. Dia siap untuk melangsungkan prosesi untuk melegalkan perpisahannya.


Persidangan pun berlangsung. Keluarga Giorgio dan Pattinson duduk di dalam sana untuk menyaksikan dan sebagai saksi.

__ADS_1


“Tadi Gerald menghubungimu, kenapa dia tak segera sampai di sini?” tanya Alceena pada Geraldine yang duduk di dekatnya.


“Sudahlah, jangan harapkan dia datang ke sini. Memang lebih baik mereka berpisah,” jelas Geraldine. Dia tidak mau membantu kembarannya sesuai yang diminta. Sudah muak dengan kelakuan Gerald.


Waktu terus berlalu, satu persatu saksi sudah memberikan keterangan dan akhirnya hakim pun menyatakan kalau Gerald dan Cathleen resmi bercerai. Ditandai dengan ketukan palu.


“Nona, apakah Anda merasa bahagia?” tanya Angel pada Cathleen.


“Sangat bahagia.” Cathleen memeluk pengacaranya dan memberikan tepukan di punggung. “Terima kasih atas bantuanmu.”


Cathleen menghampiri keluarganya dengan mengulas senyum penuh ketegaran. “I’m single.”


Edbert yang mendengar nasihat itu pun langsung menanggapi. “Aku sudah berubah, kenapa semua orang tidak percaya padaku?”


Cathleen terkekeh pelan seraya melepas pelukan. Dia menepuk pundak mantan kekasihnya. “Selama kau selalu membuktikan ucapanmu, pasti semua akan percaya.”


Geraldine beserta Mommynya mendekati Cathleen. Mereka menatap mantan menantu keluarga Giorgio itu dengan perasaan bersalah.


“Cath, maafkan Gerald jika dia memiliki banyak salah denganmu.” Mommy Gabby mengulurkan tangan untuk berjabatan. Sejujurnya ingin memeluk, tapi ia merasa malu karena putranya membuat hubungan rumah tangga itu menjadi kacau.

__ADS_1


“Tidak ada yang benar ataupun salah, memang garis takdir kita harus seperti ini.” Bukan membalas jabatan tangan, Cathleen justru memeluk Mommy Gabby.


Tangan Geraldine menepuk pundak Cathleen dengan tegas. “Selamat atas kesendirianmu, semoga Gerald hidup dengan penyesalan seumur hidup.” Meskipun mereka sedarah, tapi dia sangat kesal dengan kembarannya sendiri.


“Sht ... jangan berbicara seperti itu, tidak baik mendoakan hal buruk pada orang lain.” Cathleen justru menasihati Geraldine supaya tidak menyumpahi orang seenaknya.


“Cath, ayo kita pulang.” Dirasa sudah selesai semua urusan, Papa Danzel mengajak anaknya untuk segera meninggalkan pengadilan negeri.


“Aku pergi dulu, jangan putus hubungan denganku meskipun aku bukan lagi menantu keluarga kalian.” Cathleen berpamitan, menundukkan kepala sebagai penghormatan.


“Pasti.” Geraldine dan Mommy Gabby melambaikan tangan.


Cathleen bersama kedua orang tuanya, Alceena, dan Edbert pun berjalan menuju tempat parkir. Tidak ada wajah yang bersedih, semua nampak senang.


Tepat sekali mobil Gerald baru saja sampai di sana. Dia segera berjalan cepat sebelum Cathleen masuk ke dalam kendaraan roda empat. “Cath?”


...*****...


...Telat Ge, dah ketok palu, kalo bisa sih sekalian hakim ketok pala lu biar bener dikit kaga bikin orang darah tinggi...

__ADS_1


__ADS_2